Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Fatmawati Laboratory

HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DENGAN HIPERTENSI PADA PASIEN POLIKLINIK JANTUNG DI RSUD HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU TAHUN 2023 Dewi, Devi Cynthia; Miranda, Tenike Gita
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 3 No 1 (2023): Pemeriksaan Laboratorium Medis
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v3i1.407

Abstract

Resiko PJK lebih meningkat 8 kali pada penderita hipertensi yang di sertai faktor resiko (kolesterol, merokok, stress dan lain-lain).Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang ≥ 140/90 mmHg. Kira-kira 90-95 % orang yang menderita hipertensi dikatakan menderita hipertensi primer. Hipertensi merupakan faktor predisposisi yang kuat dan independen terhadap morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskuler seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol total dengan hipertensi pada pasien poliklinik jantung di RSUD Harapan Dan Doa Kota Bengkulu tahun 2023”. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan berjumlah 45 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 95 % pasien memiliki kadar kolesterol total tidak normal dan dengan hipertensi. Serta 22,1 % pasien memiliki kadar kolesterol total normal dan dengan hipertensi. Uji statistic chi-square menunjukkan ada hubungan antara kadar kolesterol total dengan hipertensi pada pasien poliklinik jantung di RSUD Harapan Dan Doa Kota Bengkulu tahun 2023 (p 0,000 ≤ 0,05). Rumah sakit hendaknya meningkatkan pelayanan berupa penyuluhan tentang hipertensi yang diakibatkan oleh peningkatan kadar kolesterol total pada pasien poliklinik jantung, sehingga peningkatan kadar kolesterol total yang dapat meningkatkan tekanan darah dapat segera dikontrol.
GAMBARAN KADAR LIMPOSIT PADA PASIEN YANG BARU TERINFEKSI TUBERCULOSIS PARU DI RS. M.YUNUS BENGKULU Dewi, Devi Cynthia
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 4 No 1 (2024): Bakteriologi Jilid 2
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v4i1.615

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain di paru TB juga dapat terjadi di organ lain seperti kulit, usus, otak, ginjal dan tulang. TB ditransmisikan melalui droplet nuclei yang dikeluarkan oleh penderita TB aktif ketika batuk, bersin, atau berbicara. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh bakteri intraselular Mycobacterium tuberculosis. Bakteri intraselular resisten terhadap eliminasi oleh makrofag sehingga dibutuhkan respons imun adaptif yaitu cell mediated imunity (CMI). Mekanisme imunitas ini diperantarai oleh sel limfosit T. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kadar limposit pada pasien yang baru terinfeksi Tuberculosis di RS. M.Yunus Bengkulu. Metode Penelitian : Peneltian ini menggunakan penelitian deskriptif kategorik dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder yaitu rekam medik pasien tuberculosis yang baru terinfeksi. Sampel dalam penelitian ini adalah 75 sampel pasien Tuberculosis yang baru terinfeksi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah consecutive sampling.. Hasil : Pada pasien yang baru terinfeksi tuberculosis kadar limposit yang ditemukan pada pasien dengan jumlah limfosit <20% sebanyak 42 pasien (72,4%), jumlah limfosit 15- 20% sebanyak 31 pasien (25,3%), dan jumlah limfosit >30% terdapat pada 2 pasien (2,3%). Jumlah limfosit absolut <1.000/mm3 sebanyak 25 pasien (20,2%), jumlah limfosit absolut 1.000-4.000/mm3 sebanyak 50 pasien (79,8%) Kesimpulan : dari hasil penelitian dilakukan dapat disimpulkan kadar limposit dengan pasien yang baru terinfeksi Tuberculosis yaitu Pasien dengan limfopenia relatif sebanyak 72,4%; pasien dengan limfopenia absolut sebanyak 25,3%.di RS.M. Yunus Bengkulu.