Faridatul Hasanah
Universitas Al-Qolam Malang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS PERAN KOLABORASI ORANG TUA, GURU PAI DAN PESERTA DIDIK DALAM OPTIMALISASI PEMBELAJARAN PAI Asmaul Khusnah; Faridatul Hasanah; Abdul Qodir; Abdus Somad; Sita Acetylena
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kolaborasi antara orang tua, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan peserta didik dalam mengoptimalkan proses pembelajaran PAI. Pendekatan penelitian menggunakan studi literatur (library research) dengan menelaah berbagai sumber seperti buku, jurnal nasional, artikel ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema kolaborasi pendidikan dan pembelajaran PAI. Hasil telaah menunjukkan bahwa kolaborasi tiga arah merupakan faktor penting yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran PAI. Orang tua berperan sebagai penguat pendidikan karakter dan pembiasaan nilai-nilai keagamaan di rumah; guru PAI berperan sebagai perancang, pelaksana, dan evaluator pembelajaran yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang interaktif; sedangkan peserta didik berperan sebagai subjek pembelajaran yang aktif, reflektif, dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Studi ini juga menemukan bahwa sinergi komunikasi, dukungan emosional, serta keterlibatan aktif semua pihak berkontribusi signifikan terhadap perkembangan religiusitas, motivasi belajar, dan prestasi peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi orang tua–guru–peserta didik merupakan strategi fundamental dalam mengoptimalkan pembelajaran PAI, khususnya dalam konteks tantangan pendidikan modern yang menuntut peran aktif semua komponen pendidikan.
Praktik Integrasi Keilmuan dalam Menjembatani Dikotomi Ilmu: Studi Kasus di Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo Faridatul hasanah. S.Pd; Dr. K. Muhammad Husni, M.Pd.I
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik integrasi keilmuan dalam menjembatani dikotomi ilmu di Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo, mengidentifikasi bentuk-bentuk mindset dikotomis yang masih berkembang, serta mengeksplorasi strategi kelembagaan dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang integratif. Penelitian ini berangkat dari masih terbatasnya kajian empiris mengenai persistensi mindset dikotomis di madrasah yang telah menerapkan praktik integrasi keilmuan melalui kajian kitab kuning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, guru mata pelajaran umum, serta peserta didik. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo telah mengupayakan integrasi ilmu melalui pembelajaran kitab kuning sebagai muatan lokal yang dilaksanakan di tengah kurikulum formal madrasah. Namun demikian, integrasi tersebut belum sepenuhnya mampu menghilangkan mindset dikotomis antara ilmu agama dan ilmu umum. Sebagian peserta didik masih memandang ilmu agama lebih penting dibandingkan ilmu umum, sementara integrasi nilai-nilai Islam dalam mata pelajaran umum belum diterapkan secara konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi ilmu di madrasah tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga memerlukan transformasi paradigma berpikir, penguatan kultur akademik, dan pedagogi integratif secara berkelanjutan. Temuan penelitian mengimplikasikan perlunya penguatan pedagogi integratif dan transformasi kultur akademik madrasah untuk membangun paradigma keilmuan yang non-dikotomis.
Model Tata Kelola Kepengasuhan Kolegial-Mitigatif: Strategi Baru Mencegah Kekerasan di Pesantren Mamba'ul Ulum Muhammad Husni; Faridatul Hasanah
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi manajemen kepengasuhan asrama dalam upaya mewujudkan lingkungan pendidikan Islam yang aman dan bebas dari kekerasan di Pondok Pesantren Mamba'ul Ulum Banjarejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi sistem pengawasan dari pola hierarkis-tradisional berbasis senioritas menuju Model Tata Kelola Kepengasuhan Kolegial-Mitigatif mampu menurunkan risiko kekerasan dan perundungan secara signifikan. Implementasi model tersebut didukung oleh komitmen kuat dewan kiai, pembatasan kewenangan Dewan Santri dalam penegakan disiplin, pembentukan Komite Independen Penanganan Kekerasan, serta penerapan mekanisme pelaporan anonim. Integrasi prinsip hifzh al-nafs dengan pendekatan Agile Governance menghasilkan tata kelola asrama yang lebih humanis, transparan, dan akuntabel tanpa menghilangkan karakter tradisional pesantren. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan Manajemen Pendidikan Agama Islam serta kontribusi praktis berupa model tata kelola asrama yang dapat dijadikan rujukan bagi pesantren dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan berkelanjutan.
PROBLEMATIKA KETELADANAN SANTRI SENIOR DI PONDOK PESANTREN: PERSPEKTTIF MULTIDISIPLINER Asmaul Khusnah; Faridatul Hasanah; Hamdan Zulva; Miftahul Hamida; Muhammad Adib
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas problematika keteladanan santri senior di pondok pesantren dengan menggunakan perspektif multidisipliner. Santri senior memiliki posisi strategis sebagai teladan dan pengayom bagi santri junior, namun dalam praktiknya menghadapi tuntutan peran yang kompleks dan berlapis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang diperkaya dengan data lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya efektivitas keteladanan santri senior tidak semata-mata disebabkan oleh kelemahan moral individu, melainkan dipengaruhi oleh beban peran yang berlebihan, ketidakjelasan pembagian tanggung jawab, serta keterbatasan dukungan struktural dalam sistem pesantren. Dari perspektif pendidikan Islam, keteladanan (uswah hasanah) merupakan metode pembinaan akhlak yang menuntut keselarasan antara nilai dan perilaku sehari-hari. Sementara itu, perspektif sosiologi mengungkap adanya kelelahan peran (role strain) akibat ketimpangan ekspektasi sosial dan relasi hierarkis antara santri senior dan junior. Integrasi kedua perspektif tersebut menegaskan bahwa penguatan keteladanan santri senior memerlukan pembinaan yang sistematis, pembagian peran yang proporsional, serta penanaman nilai kemandirian dan tanggung jawab pada santri junior. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pola pembinaan santri yang lebih adil dan berkelanjutan di pesantren
KAJIAN INTEGRASI AL-QUR’AN DAN SAINS ATAS TIDURNYA ASHHABUL KAHFI DALAM Q.S AL-KAHFI PERSPEKTIF FAKHRUDDIN AL-RAZI Rifqatul Husna; Faridatul Hasanah; Salih Abdulrahman Alsounusi
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 22 No. 1 (2023): Ushuluddin and Religious Studies
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v22i1.327

Abstract

Sleep is a biological need for humans, but excessive sleep will hurt the balance of the brain, so that you will experience headaches and back pain. The Qur’an states that Ashabul Kahf sleeps long and is conscious and healthy. This is in contrast, considering that humans are generally only able to survive with a time limit of 7-8 hours each day. This study aims to understand the continuity of the Qur’an and science regarding the phenomenon of Ashabul Kahf's sleep in the Qur'an in QS. Al-Kahf verses 11, 18 and 19. If measured from habits, sleeping with a long intensity will cause many diseases, but it differs from Ashabul Kahf, who has slept for 309 years and is awake in good health. This study uses a library research study with a descriptive analysis method and uses the maudhu’i (thematic) method in interpreting verses of the Qur’an. Finally, this research concludes that 1) in verse 11, Allah closes Ashabul Kahf's ears by deactivating the ascending reticular activating system so that Ashabul Kahfi does not hear any sound from outside, 2) in verse 17, Allah removes sunlight from Ashabul Kahfi's body, and Allah also does not cover the sun completely, because excessive exposure to sunlight will cause sunburn and damage the genetic material in Cancer Research UK skin cells, and 3) in verse 18 Allah turns Ashabul Kahf’s body back and forth, because turning the body back and forth can keep the skin so that undamaged by the ground Tidur menjadi kebutuhan biologis manusia, akan tetapi tidur secara berlebihan akan berdampak buruk kepada keseimbangan otak, sehingga akan mengalami sakit kepala dan nyeri punggung. Dalam Al-Qura’an disebutkan bahwa Ashabul Kahfi tidur dalam intensitas yang lama dan sadar dalam keadaan yang sehat. Hal ini kontras mengingat pada umumnya manusia hanya mampu bertahan dengan batas waktu 7-8 jam dalam setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kesinambungan Al-Qur’an dan sains mengenai fenomena tidurnya Ashabul Kahfi dalam Al-Qur’an pada QS. Al-Kahfi ayat 11, 18 dan 19. Jika diukur dari kebiasaan, tidur dengan intensitas yang lama akan menimbulkan banyak penyakit, namun berbeda dengan Ashabul Kahfi yang tertidur selama 309 tahun dan terjaga dalam keadaan yang sehat. Penelitian ini menggunakan kajian library reseach dengan metode analisis diskriptif dan menggunakan metode maudhu’i (tematik) dalam penafsiran ayat Al-Qur’an.  Akhirnya, kesimpulan penelitian ini bahwa 1)  pada ayat 11 Allah menutup telinga Ashabul Kahfi dengan menonaktifkan ascending reticular activating system, sehingga Ashabul Kahfi tidak mendengar suara apapun dari luar, 2) pada ayat 17 Allah menjauhkan sinar matahari dari tubuh Ashabul Kahfi dan Allah juga tidak menutup matahari secara penuh, karena paparan sinar matahari yang berlebihan akan mengalami sunburn (kulit terbakar) dan merusak materi genetik pada Cancer Research UK sel kulit, dan 3) pada ayat 18 Allah membolak balikkan tubuh Ashabul Kahfi, karena membolak balikkkan badan dapat menjaga kulit agar tidak rusak karena tanah