Faridatul Hasanah
Universitas Al-Qolam Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PERAN KOLABORASI ORANG TUA, GURU PAI DAN PESERTA DIDIK DALAM OPTIMALISASI PEMBELAJARAN PAI Asmaul Khusnah; Faridatul Hasanah; Abdul Qodir; Abdus Somad; Sita Acetylena
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kolaborasi antara orang tua, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan peserta didik dalam mengoptimalkan proses pembelajaran PAI. Pendekatan penelitian menggunakan studi literatur (library research) dengan menelaah berbagai sumber seperti buku, jurnal nasional, artikel ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema kolaborasi pendidikan dan pembelajaran PAI. Hasil telaah menunjukkan bahwa kolaborasi tiga arah merupakan faktor penting yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran PAI. Orang tua berperan sebagai penguat pendidikan karakter dan pembiasaan nilai-nilai keagamaan di rumah; guru PAI berperan sebagai perancang, pelaksana, dan evaluator pembelajaran yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang interaktif; sedangkan peserta didik berperan sebagai subjek pembelajaran yang aktif, reflektif, dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Studi ini juga menemukan bahwa sinergi komunikasi, dukungan emosional, serta keterlibatan aktif semua pihak berkontribusi signifikan terhadap perkembangan religiusitas, motivasi belajar, dan prestasi peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi orang tua–guru–peserta didik merupakan strategi fundamental dalam mengoptimalkan pembelajaran PAI, khususnya dalam konteks tantangan pendidikan modern yang menuntut peran aktif semua komponen pendidikan.
Praktik Integrasi Keilmuan dalam Menjembatani Dikotomi Ilmu: Studi Kasus di Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo Faridatul hasanah. S.Pd; Dr. K. Muhammad Husni, M.Pd.I
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik integrasi keilmuan dalam menjembatani dikotomi ilmu di Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo, mengidentifikasi bentuk-bentuk mindset dikotomis yang masih berkembang, serta mengeksplorasi strategi kelembagaan dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang integratif. Penelitian ini berangkat dari masih terbatasnya kajian empiris mengenai persistensi mindset dikotomis di madrasah yang telah menerapkan praktik integrasi keilmuan melalui kajian kitab kuning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, guru mata pelajaran umum, serta peserta didik. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo telah mengupayakan integrasi ilmu melalui pembelajaran kitab kuning sebagai muatan lokal yang dilaksanakan di tengah kurikulum formal madrasah. Namun demikian, integrasi tersebut belum sepenuhnya mampu menghilangkan mindset dikotomis antara ilmu agama dan ilmu umum. Sebagian peserta didik masih memandang ilmu agama lebih penting dibandingkan ilmu umum, sementara integrasi nilai-nilai Islam dalam mata pelajaran umum belum diterapkan secara konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi ilmu di madrasah tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga memerlukan transformasi paradigma berpikir, penguatan kultur akademik, dan pedagogi integratif secara berkelanjutan. Temuan penelitian mengimplikasikan perlunya penguatan pedagogi integratif dan transformasi kultur akademik madrasah untuk membangun paradigma keilmuan yang non-dikotomis.
Model Tata Kelola Kepengasuhan Kolegial-Mitigatif: Strategi Baru Mencegah Kekerasan di Pesantren Mamba'ul Ulum Muhammad Husni; Faridatul Hasanah
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi manajemen kepengasuhan asrama dalam upaya mewujudkan lingkungan pendidikan Islam yang aman dan bebas dari kekerasan di Pondok Pesantren Mamba'ul Ulum Banjarejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi sistem pengawasan dari pola hierarkis-tradisional berbasis senioritas menuju Model Tata Kelola Kepengasuhan Kolegial-Mitigatif mampu menurunkan risiko kekerasan dan perundungan secara signifikan. Implementasi model tersebut didukung oleh komitmen kuat dewan kiai, pembatasan kewenangan Dewan Santri dalam penegakan disiplin, pembentukan Komite Independen Penanganan Kekerasan, serta penerapan mekanisme pelaporan anonim. Integrasi prinsip hifzh al-nafs dengan pendekatan Agile Governance menghasilkan tata kelola asrama yang lebih humanis, transparan, dan akuntabel tanpa menghilangkan karakter tradisional pesantren. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan Manajemen Pendidikan Agama Islam serta kontribusi praktis berupa model tata kelola asrama yang dapat dijadikan rujukan bagi pesantren dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan berkelanjutan.
PROBLEMATIKA KETELADANAN SANTRI SENIOR DI PONDOK PESANTREN: PERSPEKTTIF MULTIDISIPLINER Asmaul Khusnah; Faridatul Hasanah; Hamdan Zulva; Miftahul Hamida; Muhammad Adib
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas problematika keteladanan santri senior di pondok pesantren dengan menggunakan perspektif multidisipliner. Santri senior memiliki posisi strategis sebagai teladan dan pengayom bagi santri junior, namun dalam praktiknya menghadapi tuntutan peran yang kompleks dan berlapis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang diperkaya dengan data lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurunnya efektivitas keteladanan santri senior tidak semata-mata disebabkan oleh kelemahan moral individu, melainkan dipengaruhi oleh beban peran yang berlebihan, ketidakjelasan pembagian tanggung jawab, serta keterbatasan dukungan struktural dalam sistem pesantren. Dari perspektif pendidikan Islam, keteladanan (uswah hasanah) merupakan metode pembinaan akhlak yang menuntut keselarasan antara nilai dan perilaku sehari-hari. Sementara itu, perspektif sosiologi mengungkap adanya kelelahan peran (role strain) akibat ketimpangan ekspektasi sosial dan relasi hierarkis antara santri senior dan junior. Integrasi kedua perspektif tersebut menegaskan bahwa penguatan keteladanan santri senior memerlukan pembinaan yang sistematis, pembagian peran yang proporsional, serta penanaman nilai kemandirian dan tanggung jawab pada santri junior. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pola pembinaan santri yang lebih adil dan berkelanjutan di pesantren