Pesantren memainkan peran penting dalam membentuk karakter santri dengan mengintegrasikan pendidikan agama dan pembentukan akhlak melalui kurikulum yang holistik. Dalam menghadapi tantangan globalisasi, pesantren harus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengorbankan prinsip dasar agama. Inovasi kurikulum pesantren, seperti literasi digital Islami, penerapan kurikulum nasional, dan penguatan keterampilan vokasional, menjadi kunci untuk memastikan santri tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kokoh, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia global. Meskipun demikian, pesantren tradisional tetap memiliki tempat yang sangat penting karena mengajarkan nilai-nilai kesederhanaan, disiplin, dan keteguhan beragama yang tetap relevan di tengah perubahan zaman. Kedua model pesantren, baik tradisional maupun modern, saling melengkapi dalam pembentukan karakter santri yang berdaya saing dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, pesantren harus terus menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi agar tetap relevan dalam pendidikan karakter generasi masa depan.