Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Ombudsman RI dalam Mengawasi Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2023 Dinas Ketenagakerjaan Nurmaida, Anisa; Anwar, Muhammad Khoirul; Setiawati, Desti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10647

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Peran Pengawasan Ombudsman RI dalam Mengawasi Posko Tunjangan Hari Raya (Thr) Keagamaan 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sebagaimana amanat dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia yang menyatakan bahwa Ombudsman merupakan lembaga negara yang bertugas mengawasi pelayanan publik, maka dengan dilaksanakannya Posko Pelayanan THR 2023 yang dibuat oleh Kementerian Ketenagakerjaan perlu dilakukan pengawasan atas penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Ombudsman RI. Berdasarkan hasil temuan dari pelaksanaan pengawasan posko THR oleh Ombudsman RI adalah masih belum efektifnya pelayanan publik dalam Posko THR. Masih ada beberapa kekurangan dalam pelaksanaan pelayanan pada Posko THR oleh Kementerian Ketenagakerjaan yang perlu diperbaiki baik secara sistem maupun sumber daya manusia.
Peran Pengawasan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dalam Pembentukan UU Kesehatan Setiawati, Desti; Anwar, Muhammad Khoirul; Nurmaida, Anisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11552

Abstract

Dalam konteks kualitas layanan kesehatan, ombudsman dapat berperan penting untuk menjaga dan meningkatkan standar pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit, klinik, fasilitas kesehatan, atau lembaga medis lainnya. Ombudsman memiliki peran yang kritis dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas layanan kesehatan yang lebih baik. Selain itu, mereka juga dapat berkontribusi pada peningkatan sistem pelayanan kesehatan secara keseluruhan dengan memberikan rekomendasi dan masukan yang berharga kepada pihak-pihak terkait. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan peran pengawasan Ombudsman Republik Indonesia dalam pembentukkan RUU Kesehatan. Metode yang diguakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur dimana tekniknya melalui pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Peran ombudsman dalam mengawasi pembentukan RUU (Rancangan Undang-Undang) atau undang-undang kesehatan dapat berkontribusi pada proses legislatif yang transparan, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan Masyarakat.
Analisis Sistem Antrean pada Customer Service Representative (CSR) Plasa Telkom Cilacap menggunakan Model Multi Channel Single Phase Setiawati, Desti; Hartono, Bryan Pudji; Ahmad, Mizan
Mathematical Sciences and Applications Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Mathematical Sciences and Applications Journal
Publisher : Department of Mathematics, Faculty of Science and Technology Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/msa.v5i1.37490

Abstract

Plasa Telkom Cilacap is one of the branch offices of PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) engaged in information and communication technology (ICT) services and telecommunication networks in Indonesia. Plasa Telkom Cilacap plays a crucial role in fulfilling customer service needs. With the increasing number of customers who want to serve immediately, it is worrying that it will cause long queues, causing Customer Service Representative (CSR) services to customer needs to be not optimal. This study analyzed the queuing system at Plasa Telkom Cilacap using a queuing system analysis based on queuing performance and costs to know the optimal number of CSR needed at Plasa Telkom Cilacap. At the moment, Plasa Telkom Cilacap uses the Multi-Channel Single Phase queuing model with 3 CSRs. The data used in this study are the number of arrivals, length of service, and salary data. Based on the result, the optimal number of CSRs is 2 CSRs.