Putri, Arizkylia Yoka
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Exploring Differentiated Learning: A Teaching at the Right Level Approach in Elementary Schools Putri, Arizkylia Yoka; Muldash, Mimyn Putri
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 7 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v7i2.77274

Abstract

The gap in learning outcomes between students with different levels of ability is a complex challenge in the world of education. Differentiated learning is a solution to accommodate individual student differences. The primary objective of this research is to evaluate the effectiveness of the Teaching at the Right Level (TaRL) approach in enhancing students' understanding of data processing material, employing high-level operational verbs such as 'evaluate,' 'analyze,' and 'synthesize.' This research involved class teachers and 30 class 6A students. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation of student learning outcomes. Data analysis was conducted through stages of data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. The research findings indicate that the TaRL approach significantly improves students' comprehension of data processing material. However, to address challenges in implementation, a more focused strategy and comprehensive support are necessary. The study concludes that strengthening the differentiated learning approach using TaRL in the elementary school curriculum, with robust support from schools, parents, and the government, is crucial for its success.
Pembelajaran Mendalam untuk Numerasi: Peta Jalan Menuju Asta Cita dalam Pendidikan Dasar Wiryanto; Suryanti; Putri, Arizkylia Yoka
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 8 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v8i2.99932

Abstract

The consistently low numeracy performance of primary school students, as evidenced in national and international assessments, highlights the pressing need for pedagogical reform that prioritizes meaningful and contextualized learning. This study aims to develop a conceptual framework for mathematics instruction grounded in deep learning to enhance students’ critical numeracy skills in accordance with Indonesia’s national development goals, Asta Cita. Using a systematic literature review combined with thematic analysis, the study reviewed 35 peer-reviewed international journal articles. The selected articles focused on primary students aged 7–12 and were analyzed using document analysis techniques. Braun and Clarke’s thematic analysis was applied to uncover key pedagogical approaches. Findings indicate that deep learning strategies such as real-world problem solving, project-based learning, reflective inquiry, and differentiated instruction, effectively promote higher-order thinking, problem-solving capabilities, and lifelong learning habits. These strategies also align with efforts to ensure inclusive, culturally relevant education and national autonomy. The study concludes that embedding deep learning within primary mathematics instruction not only strengthens numeracy achievement but also contributes to realizing Indonesia’s Golden Generation 2045.
Pembuatan Soal Mandiri dan Diskusi Tertulis Sebagai Pendekatan Inklusif untuk Mahasiswa Generasi Z Putri, Arizkylia Yoka; Usman, Aulia; Muhimmah, Hitta Alfi; Hendratno, Hendratno
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.776

Abstract

Pembelajaran di perguruan tinggi idealnya melibatkan mahasiswa secara aktif, menjadikan mereka bukan hanya penerima materi, tetapi juga partisipan dalam pengembangan pemahaman dan analisis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi efektivitas pembuatan soal mandiri dan diskusi tertulis dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan instrumen berupa kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi. Kuesioner dirancang untuk mengukur persepsi mahasiswa terhadap kedua pendekatan tersebut, serta bagaimana penerapannya mempengaruhi pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, di mana hasil kuesioner dianalisis dengan mengelompokkan respons berdasarkan tema-tema yang muncul, seperti kenyamanan, keterlibatan, dan peningkatan pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang dilibatkan dalam pembuatan soal mandiri memiliki pemahaman materi yang lebih mendalam, karena mereka dilatih untuk menyusun pertanyaan yang relevan dan menantang. Diskusi tertulis, terutama melalui platform digital, juga terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa yang cenderung pasif dalam diskusi lisan, sehingga memungkinkan terciptanya pembelajaran yang lebih inklusif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya diversifikasi pendekatan pembelajaran di era digital untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa generasi Z, yang cenderung lebih nyaman dengan pendekatan interaktif berbasis teknologi.
Eksplorasi Kemampuan Numerasi pada Anak Lamban Belajar di Kelas Awal: Studi Kasus di Sekolah Dasar Putri, Arizkylia Yoka; Mariana, Neni; Muhimmah, Hitta Alfi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.851

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan fondasi penting dalam pendidikan dasar yang mendukung anak berpikir logis, memecahkan masalah, serta mengaplikasikan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi siswa lamban belajar (slow learner). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan numerasi anak lamban belajar dalam mengenal angka dan bilangan 1-10. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tujuh siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data terkait kemampuan numerasi siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung saat pembelajaran berlangsung, wawancara dengan siswa dan guru, serta dokumentasi hasil kerja siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama terkait pemahaman numerasi. Media konkret berupa kancing dan kelereng digunakan sebagai alat bantu visual guna memfasilitasi pemahaman konsep numerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam dari tujuh siswa mampu mengenali angka 1-10 dengan baik setelah menggunakan media konkret, serta mengalami peningkatan motivasi dan keterlibatan dalam pembelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan alat peraga konkret dan bimbingan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang responsif terhadap kebutuhan individu siswa. Temuan ini memberikan implikasi bagi praktik pendidikan dalam merancang strategi pengajaran yang lebih inklusif dan adaptif untuk anak lamban belajar.
Legal Dilemmas in Inclusive Education: Implementation Challenges and Teaching Strategies in Primary Schools Putri, Arizkylia Yoka; Bimantara, Arya
Universal Education Jurnal Teaching and Learning Vol 2 No 1 (2025): January-March Edition
Publisher : Universal Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63081/uejtl.v2i1.42

Abstract

Inclusive education is a fundamental right guaranteed by the constitution and international conventions, ensuring that every child, including those with special needs, has access to quality education. However, despite strong legal foundations, the implementation of inclusive education in primary schools faces significant challenges. This article aims to analyze the legal dilemmas surrounding the implementation of inclusive education, the challenges faced by educators, and propose strategies for effective inclusive teaching. A literature review approach was used to examine relevant legal frameworks, existing policies, and the challenges identified in various studies. The review reveals that a lack of teacher competence in inclusive education, insufficient infrastructure, and societal stigma are major obstacles to the successful implementation of inclusive education. Additionally, regional disparities in the implementation of inclusive education further exacerbate these issues. The study suggests that teacher training programs, better resource allocation, public awareness campaigns, and more consistent policy enforcement are essential to overcoming these barriers. The findings highlight the need for coordinated efforts among policymakers, educators, and the community to ensure that inclusive education becomes a reality for all students.