Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMP N 1 GIRISUBO Indriyaningsih Septeri, Dyah; Relaksa, Reli; Rahayu, Fitri; Diah Ayu Nuraini, Lutfita; Melinda, Dina
Mimbar Administrasi Mandiri Vol. 20 No. 2 (2024): Mimbar Administrasi Mandiri
Publisher : STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37949/mimbar202178

Abstract

The purpose of this study is to analyze the principal's leadership style in improving the performance of teachers in SMP Negeri 1 Girisubo. The research method used in this research is qualitative with a descriptive approach. Data collection was done through interviews, observation, and documentation. The interview process was conducted in-depth with several informants consisting of the principal and teachers in SMP Negeri 1 Girisubo. The selection of informants using purposive sampling technique with the following criteria: 1) Principal who served at least 3 years, 2) Teachers who teach at least 5 years at the school, and 3) Willing to be an informant. Interviews were conducted in a semi-structured manner with a pre-arranged interview guide beforehand. In addition, data were also collected through field observations to observe the principal's leadership style and teacher performance in the school environment. The results of this study show that the leadership style of the principal of SMP Negeri 1 Girisubo is democratic leadership. The leadership style of the principal of SMP N 1 Girisubo also has a very close relationship with teacher performance.
Demographic factors and marital status: Do they really influence the quality of nursing work life? Kurniasih, Yuni; Melinda, Dina; Ramdhani, Wawan Febri
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 7 No. 12 (2025): Volume 7 Number 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v7i12.715

Abstract

Background: Quality of Nursing Work Life (QNWL) is a crucial factor influencing nurses' well-being and performance. Although demographic factors, including marital status, are often considered determinants of QNWL, research findings on their impact remain inconsistent. Purpose: To assess whether demographic factors and marital status, have a significant impact on the Quality of Nursing Work Life (QNWL) among nurses. Method: A cross-sectional design involving 72 nurses working in inpatient care units. Data were collected using a validated QNWL questionnaire and analyzed using Spearman’s rank correlation test to evaluate the relationship between marital status and QNWL. Results: The majority of nurses reported their QNWL as "Good" (93.1%), while a small proportion rated it as "Excellent" (6.9%). Spearman’s correlation analysis indicated no significant relationship between marital status and QNWL (r = 0.152, p = 0.203, p > 0.05). This suggests that marital status is not a determining factor in nurses' quality of work life. Conclusion: Marital status does not significantly affect QNWL. Other factors, such as work environment, workload, shift system, and organizational support, are likely to have a greater influence. Further research is recommended to explore additional factors to develop more targeted strategies for improving nurses' quality of work life.
Performa Pertumbuhan dan Sintasan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Menggunakan Perendaman Cacahan Batang Pisang Kepok (Musa ballbisiana) melinda, Dina; Indah Anggraini Yusanti; Rahma Mulyani
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i2.19623

Abstract

Proses moulting berjalan dengan baik diperlukan yakni suplemen tambahan agar dapat membantu terjadinya  pada saat proses terjadinya moulting. Salah satu bahan alternatif yang diduga dapat dimanfaatkan adalah cacahan batang pisang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui performa pertumbuhan, kelangsungan hidup, FCR dan kualitas air selama penelitian serta mengetahui lama perlakuan perendaman cacahan batang pisang tertinggi dalam pemeliharaan lobster air tawar. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan dengan konsentrasi 5 g/l. pada perlakuan P0: Kontrol, P1: Perendaman Cacahan batang pisang pergantian 3 hari sekali, P2: Perendaman Cacahan batang pisang pergantian 7 hari sekali, P3: Perendaman Cacahan batang pisang tanpa pergantian. Data Parameter pertumbuhan, kelangsungan hidup dan FCR dianalisis dengan SPSS versi 16.0 dengan analisis ragam (ANOVA) pada selang kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman cacahan batang pisang dengan konsentrasi 5 gram/liter berpengaruh terhadap pertumbuhan berat, pertumbuhan panjang, rasio konversi pakan dan kelangsungan hidup lobster air tawar. 2. Hasil lama Perendeman yang tertinggi selama penelitian yaitu pada pelakuan P3 perendaman cacahan batang pisang tanpa pergantian dengan konsentrasi 5 gram/liter. Menghasilkan pertumbuhan berat mutlak sebesar 2,61 gr, pertumbuhan panjang mutlak sebesar 3,11 cm, rasio konversi pakan sebesar 1,70, dan tingkat kelangsungan hidup 100.00%.The moulting process in crayfish is running well, namely additional supplements are needed to help the process of moulting. One alternative material that is thought to be able to be used is shredded banana stems. The purpose of this study was to determine the growth performance, survival, FCR and water quality during the study and to determine the duration of the highest banana stem immersion treatment in crayfish maintenance. The research method used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatment levels with 3 replications with a concentration of 5 g / l. in treatment P0: Control, P1: Soaking Banana Stem Shreds every 3 days, P2: Soaking Banana Stem Shreds every 7 days, P3: Soaking Banana Stem Shreds without replacement. Data on growth parameters, survival and FCR were analyzed using SPSS version 16.0 with analysis of variance (ANOVA) at a 95% confidence interval. Based on the results of the study, it showed that soaking banana stem shreds with a concentration of 5 grams/liter affected weight growth, length growth, feed conversion ratio and survival of crayfishs. 2. The highest soaking time results during the study were in the P3 treatment of soaking banana stem shreds without replacement with a concentration of 5 grams/liter. Producing an absolute weight growth of 2.61 grams, an absolute length growth of 3.11 cm, a feed conversion ratio of 1.70, and a survival rate of 100.00%. 
Sosialisasi pencegahan stunting pada remaja di Dusun Kalisoka, Margosari, Pengasih, Kulon Progo Hawa, Hapsari Siti; Herlina, Namirah; Melinda, Dina; Oktaviayana, Laila; Antu, Rahmahani; Nur, Zalsa Aulia Putri; Indika, Muhamad Qois; Yonanda, Laura Arvioreta; Surajudin, Surajudin; Irfani, Farida Noor
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i2.214

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama, dan memiliki dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Upaya pencegahan stunting perlu dimulai sejak remaja, karena fase ini merupakan periode penting untuk mempersiapkan generasi yang sehat di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran edukasi gizi dalam pencegahan stunting pada remaja. Metode yang digunakan melibatkan program edukasi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan gizi, pola makan sehat, serta pentingnya asupan nutrisi sebelum dan selama kehamilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi gizi secara signifikan meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang pentingnya pemenuhan nutrisi yang optimal. Edukasi ini juga diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku positif terkait asupan makanan dan gaya hidup sehat yang berkelanjutan, sehingga membantu mencegah risiko stunting pada generasi berikutnya. Edukasi yang efektif dan berkelanjutan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan stunting.