Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peran Identitas Sosial dalam Memoderasi Hubungan Antara Kepribadian Dark Triad dan Ujaran Kebencian di Media Sosial: Implikasi bagi Pembangunan Kesejahteraan Sosial Rahmi, Kus Hanna
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 3 (2024): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i3.3398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran identitas sosial dalam memoderasi hubungan antara kepribadian Dark Triad (psikopati, narsisme, dan Machiavellianisme) dengan ujaran kebencian di media sosial. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini melibatkan 250 dosen dari sebuah universitas swasta di Jakarta. Data dianalisis dengan regresi berganda dan uji Sobel menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian Dark Triad secara signifikan memengaruhi kecenderungan untuk terlibat dalam ujaran kebencian di media sosial. Selain itu, identitas sosial berperan sebagai variabel moderator yang signifikan, menunjukkan bahwa individu dengan identitas sosial yang kuat lebih mungkin menunjukkan ujaran kebencian ketika memiliki sifat-sifat kepribadian Dark Triad. Temuan ini menekankan pentingnya memahami interaksi antara faktor psikologis dan sosial dalam menanggulangi ujaran kebencian di media sosial. Implikasi dari penelitian ini mencakup rekomendasi untuk intervensi yang menargetkan pengurangan sifat-sifat kepribadian Dark Triad dan memperkuat identitas sosial yang positif sebagai strategi untuk mengurangi ujaran kebencian. Dengan demikian, pendekatan yang komprehensif yang melibatkan pemahaman mendalam tentang dinamika psikologis dan sosial diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari ujaran kebencian di lingkungan digital yang dapat berimplikasi dalam pembangunan kesejahteraan sosial
Edukasi Kesehatan Mental Berbasis Fenomena Kecemasan, Kesepian, dan Somatoform melalui Program “Gerakan Sadar Jiwa” di UPTD Puskesmas Marga Jaya Zahra, Almaira Aura; Putri, Anggi Khoiriyyah; Sarika, Fadia Ayu; Amalya, Layla Putri; Syarif, Marsya Amalia; Abystha, Naswha; Islami, Tiara Putri; Diani, Virza Ratna; Cahyani, Zhika Nur; Rahmi, Kus Hanna
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2026): January
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18205363

Abstract

Mental health is a crucial aspect of individual and community well-being, yet it is often overlooked due to low literacy and persistent stigma. A Community Service Program (KKN) program at the Marga Jaya Community Health Center (UPTD), identified three dominant mental health phenomena in the community: anxiety, loneliness, and somatoform complaints. The anxiety and loneliness phenomena were identified through the "Soul Stories" Voice Box program, which serves as a medium for community emotional expression, while the somatoform symptoms emerged from input from community health center staff. This community service activity aims to increase public understanding and awareness of mental health through psychoeducation based on real needs in the field. The method used was a participatory approach through psychoeducation using leaflets and intervention posters, implemented several times a week with different themes. The results of the activity demonstrated community enthusiasm for involvement, particularly in openly expressing feelings and psychological complaints. This program is considered effective as a promotive and preventive effort for mental health in primary health care.
Edukasi Kesehatan Mental Berbasis Fenomena Kecemasan, Kesepian, dan Somatoform melalui Program “Gerakan Sadar Jiwa” di UPTD Puskesmas Marga Jaya Zahra, Almaira Aura; Putri, Anggi Khoiriyyah; Sarika, Fadia Ayu; Amalya, Layla Putri; Syarif, Marsya Amalia; Abystha, Naswha; Islami, Tiara Putri; Diani, Virza Ratna; Cahyani, Zhika Nur; Rahmi, Kus Hanna
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2026): January
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18205363

Abstract

Mental health is a crucial aspect of individual and community well-being, yet it is often overlooked due to low literacy and persistent stigma. A Community Service Program (KKN) program at the Marga Jaya Community Health Center (UPTD), identified three dominant mental health phenomena in the community: anxiety, loneliness, and somatoform complaints. The anxiety and loneliness phenomena were identified through the "Soul Stories" Voice Box program, which serves as a medium for community emotional expression, while the somatoform symptoms emerged from input from community health center staff. This community service activity aims to increase public understanding and awareness of mental health through psychoeducation based on real needs in the field. The method used was a participatory approach through psychoeducation using leaflets and intervention posters, implemented several times a week with different themes. The results of the activity demonstrated community enthusiasm for involvement, particularly in openly expressing feelings and psychological complaints. This program is considered effective as a promotive and preventive effort for mental health in primary health care.
Hubungan Pola Asuh Otoriter dengan Perilaku Agresi Dewasa Awal dalam Berpacaran Tarigan, Christiney Permata Yaspis; Rahmi, Kus Hanna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresi pada dewasa awal yang sedang menjalin hubungan berpacaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 120 individu dewasa awal berusia 18–25 tahun di Kota Bekasi yang sedang menjalani hubungan pacaran dan memiliki pengalaman pola asuh otoriter dari orang tua. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) untuk mengukur perilaku agresi dan Parental Authority Questionnaire (PAQ) untuk mengukur pola asuh otoriter. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresi pada dewasa awal yang berpacaran. Semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter yang dialami individu, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresi dalam hubungan pacaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pola asuh orang tua dalam membentuk perilaku dan kemampuan regulasi emosi individu pada masa dewasa awal.
Gambaran Emotional Distress pada Siswa Sekolah Menengah Atas di SMA X Kabupaten Bekasi Atmojo, Aristarkhus Dwi; Rahmi, Kus Hanna
YASIN Vol 5 No 2 (2025): APRIL
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i2.5231

Abstract

Emotional distress is an individual's reaction when facing stressors (Bogoroch in deva & sofia 2014). describes emotional distress as mental or psychological trauma caused by tortious or non-tortious behaviour. The purpose of this study was to determine the description of emotional distress in students of SMAN 1 Babelan Bekasi. This study uses quantitative research methods with the type of correlation test research, validity and reliability to see if there are characteristics of emotional distress in students of SMAN 1 Babelan Bekasi. According to a researcher named (Kamaruddin, 2017) the research population is an area that includes objects or subjects that have certain quantities and characteristics and these conditions are determined by the researcher himself. In this study, the population to be studied is active students of SMAN 1 Babelan Bekasi with a minimum of 150 participants. This study involved students of SMAN 1 Babelan Bekasi who had an age of 15-18 years consisting of 75 women and 75 men. The sampling technique used by researchers is probability sampling with purposive sampling technique because this research focuses on determining the sample based on the researcher's consideration. Based on research conducted by researchers, it was concluded that a total of 268 students or participants with a presentation of 87 men and 181 women in class XII or at the final level at SMAN 1 Babelan experienced relatively low stress. So it can be concluded that the level of emotional distress in class XII at SMAN X Bekasi Regency is in the low category so that students have high awareness.
Hubungan antara Dukungan Emosional dengan Penyesuaian Diri Mahasisw Rantau Aisi, Faizah Munatul; Rahmi, Kus Hanna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36002

Abstract

Hubungan antara dukungan emosional dengan penyesuaian diri mahasiswa rantau merupakan topik penting dalam memehami dinamika psikologis sosial dan individu ketika menghadapi kehidupan di lingkungan baru. Penelitian ini dilakukan dengan mahasiswa yang merantau, dengan fokus pada bagaimana dukungan emosional mempengaruhi penyesuaian diri mahasiswa rantau. Mahasiswa rantau yang meninggalkan kampung halaman untuk menempuh pendidikan sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan seperti perbedaan budaya gaya hidup dan tekanan akademik. Dalam situasi ini, dukungan emosional menjadi faktor kunci yang dapat memperkuat kemampuan mahasiswa untuk menyesuaikan diri. Dukungan emosional yang diperoleh dari keluarga, teman maupun lingkungan sekitar mempeberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri serata mengurangi stress yang muncul selama masa penyesuaian diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional untuk menganalisis data dari 111 responden dengan menggunakan bantuan software SPSS Versi 27. Hasil penelitian menunjukan nilai korelasi sebesar 0,614 (r = 0,614), nilai tersebut memberikan penjelasan bahwa adanya hubungan positif antara dukungan emosional dengan penyesuaian diri mahasiswa rantau.