Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN KECENDERUNGAN DEPRESI PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN nurmalasari, dian ayu; Rahmi, Kus Hanna
Indonesian Journal of Social Work Vol 7 No 2 (2024): February 2024
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/ijsw.v7i1.1002

Abstract

Correctional Families to be aware of mistakes, improve themselves, and not repeat criminal acts so that they can be accepted again by the community and play an active role in development. During their time in prison, inmates are isolated from the outside world, far from those closest to them, they lose their privacy and freedom, so they have to obey the rules of LAPAS which can lead to psychological pressure. This study intends to analyze the relationship between resilience With the Tendency of Depression in Prisoners in Correctional Institutions. The population in this study were convicts in correctional institutions, namely around 1914 people and then taking as many as 200 respondents who were in LAPAS were deliberately involved in this study. Respondents were selected using techniques convenience sampling, Respondents were selected based on predetermined characteristics and willingness to become respondents. This study uses a scale instrument resilience adapted from Reivich & Shatte and the depressive propensity scale instrument adapted by Schmitt. Research data were analyzed using correlational techniques Pearson’s. The results show that there is a negative relationship between resilienceand depressive tendencies. In dealing with the need for a positive response to unpleasant conditions so that they can strengthen themselves in adapting to change
Peran Identitas Sosial dalam Memoderasi Hubungan Antara Kepribadian Dark Triad dan Ujaran Kebencian di Media Sosial: Implikasi bagi Pembangunan Kesejahteraan Sosial Rahmi, Kus Hanna
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 3 (2024): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i3.3398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran identitas sosial dalam memoderasi hubungan antara kepribadian Dark Triad (psikopati, narsisme, dan Machiavellianisme) dengan ujaran kebencian di media sosial. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini melibatkan 250 dosen dari sebuah universitas swasta di Jakarta. Data dianalisis dengan regresi berganda dan uji Sobel menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian Dark Triad secara signifikan memengaruhi kecenderungan untuk terlibat dalam ujaran kebencian di media sosial. Selain itu, identitas sosial berperan sebagai variabel moderator yang signifikan, menunjukkan bahwa individu dengan identitas sosial yang kuat lebih mungkin menunjukkan ujaran kebencian ketika memiliki sifat-sifat kepribadian Dark Triad. Temuan ini menekankan pentingnya memahami interaksi antara faktor psikologis dan sosial dalam menanggulangi ujaran kebencian di media sosial. Implikasi dari penelitian ini mencakup rekomendasi untuk intervensi yang menargetkan pengurangan sifat-sifat kepribadian Dark Triad dan memperkuat identitas sosial yang positif sebagai strategi untuk mengurangi ujaran kebencian. Dengan demikian, pendekatan yang komprehensif yang melibatkan pemahaman mendalam tentang dinamika psikologis dan sosial diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari ujaran kebencian di lingkungan digital yang dapat berimplikasi dalam pembangunan kesejahteraan sosial