Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN KECENDERUNGAN DEPRESI PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN nurmalasari, dian ayu; Rahmi, Kus Hanna
Indonesian Journal of Social Work Vol 7 No 2 (2024): February 2024
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/ijsw.v7i1.1002

Abstract

Correctional Families to be aware of mistakes, improve themselves, and not repeat criminal acts so that they can be accepted again by the community and play an active role in development. During their time in prison, inmates are isolated from the outside world, far from those closest to them, they lose their privacy and freedom, so they have to obey the rules of LAPAS which can lead to psychological pressure. This study intends to analyze the relationship between resilience With the Tendency of Depression in Prisoners in Correctional Institutions. The population in this study were convicts in correctional institutions, namely around 1914 people and then taking as many as 200 respondents who were in LAPAS were deliberately involved in this study. Respondents were selected using techniques convenience sampling, Respondents were selected based on predetermined characteristics and willingness to become respondents. This study uses a scale instrument resilience adapted from Reivich & Shatte and the depressive propensity scale instrument adapted by Schmitt. Research data were analyzed using correlational techniques Pearson’s. The results show that there is a negative relationship between resilienceand depressive tendencies. In dealing with the need for a positive response to unpleasant conditions so that they can strengthen themselves in adapting to change
Peran Identitas Sosial dalam Memoderasi Hubungan Antara Kepribadian Dark Triad dan Ujaran Kebencian di Media Sosial: Implikasi bagi Pembangunan Kesejahteraan Sosial Rahmi, Kus Hanna
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 13 No. 3 (2024): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i3.3398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran identitas sosial dalam memoderasi hubungan antara kepribadian Dark Triad (psikopati, narsisme, dan Machiavellianisme) dengan ujaran kebencian di media sosial. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini melibatkan 250 dosen dari sebuah universitas swasta di Jakarta. Data dianalisis dengan regresi berganda dan uji Sobel menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian Dark Triad secara signifikan memengaruhi kecenderungan untuk terlibat dalam ujaran kebencian di media sosial. Selain itu, identitas sosial berperan sebagai variabel moderator yang signifikan, menunjukkan bahwa individu dengan identitas sosial yang kuat lebih mungkin menunjukkan ujaran kebencian ketika memiliki sifat-sifat kepribadian Dark Triad. Temuan ini menekankan pentingnya memahami interaksi antara faktor psikologis dan sosial dalam menanggulangi ujaran kebencian di media sosial. Implikasi dari penelitian ini mencakup rekomendasi untuk intervensi yang menargetkan pengurangan sifat-sifat kepribadian Dark Triad dan memperkuat identitas sosial yang positif sebagai strategi untuk mengurangi ujaran kebencian. Dengan demikian, pendekatan yang komprehensif yang melibatkan pemahaman mendalam tentang dinamika psikologis dan sosial diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari ujaran kebencian di lingkungan digital yang dapat berimplikasi dalam pembangunan kesejahteraan sosial
Edukasi Kesehatan Mental Berbasis Fenomena Kecemasan, Kesepian, dan Somatoform melalui Program “Gerakan Sadar Jiwa” di UPTD Puskesmas Marga Jaya Zahra, Almaira Aura; Putri, Anggi Khoiriyyah; Sarika, Fadia Ayu; Amalya, Layla Putri; Syarif, Marsya Amalia; Abystha, Naswha; Islami, Tiara Putri; Diani, Virza Ratna; Cahyani, Zhika Nur; Rahmi, Kus Hanna
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2026): January
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18205363

Abstract

Mental health is a crucial aspect of individual and community well-being, yet it is often overlooked due to low literacy and persistent stigma. A Community Service Program (KKN) program at the Marga Jaya Community Health Center (UPTD), identified three dominant mental health phenomena in the community: anxiety, loneliness, and somatoform complaints. The anxiety and loneliness phenomena were identified through the "Soul Stories" Voice Box program, which serves as a medium for community emotional expression, while the somatoform symptoms emerged from input from community health center staff. This community service activity aims to increase public understanding and awareness of mental health through psychoeducation based on real needs in the field. The method used was a participatory approach through psychoeducation using leaflets and intervention posters, implemented several times a week with different themes. The results of the activity demonstrated community enthusiasm for involvement, particularly in openly expressing feelings and psychological complaints. This program is considered effective as a promotive and preventive effort for mental health in primary health care.
Edukasi Kesehatan Mental Berbasis Fenomena Kecemasan, Kesepian, dan Somatoform melalui Program “Gerakan Sadar Jiwa” di UPTD Puskesmas Marga Jaya Zahra, Almaira Aura; Putri, Anggi Khoiriyyah; Sarika, Fadia Ayu; Amalya, Layla Putri; Syarif, Marsya Amalia; Abystha, Naswha; Islami, Tiara Putri; Diani, Virza Ratna; Cahyani, Zhika Nur; Rahmi, Kus Hanna
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2026): January
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18205363

Abstract

Mental health is a crucial aspect of individual and community well-being, yet it is often overlooked due to low literacy and persistent stigma. A Community Service Program (KKN) program at the Marga Jaya Community Health Center (UPTD), identified three dominant mental health phenomena in the community: anxiety, loneliness, and somatoform complaints. The anxiety and loneliness phenomena were identified through the "Soul Stories" Voice Box program, which serves as a medium for community emotional expression, while the somatoform symptoms emerged from input from community health center staff. This community service activity aims to increase public understanding and awareness of mental health through psychoeducation based on real needs in the field. The method used was a participatory approach through psychoeducation using leaflets and intervention posters, implemented several times a week with different themes. The results of the activity demonstrated community enthusiasm for involvement, particularly in openly expressing feelings and psychological complaints. This program is considered effective as a promotive and preventive effort for mental health in primary health care.
Hubungan Pola Asuh Otoriter dengan Perilaku Agresi Dewasa Awal dalam Berpacaran Tarigan, Christiney Permata Yaspis; Rahmi, Kus Hanna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresi pada dewasa awal yang sedang menjalin hubungan berpacaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 120 individu dewasa awal berusia 18–25 tahun di Kota Bekasi yang sedang menjalani hubungan pacaran dan memiliki pengalaman pola asuh otoriter dari orang tua. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) untuk mengukur perilaku agresi dan Parental Authority Questionnaire (PAQ) untuk mengukur pola asuh otoriter. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresi pada dewasa awal yang berpacaran. Semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter yang dialami individu, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresi dalam hubungan pacaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pola asuh orang tua dalam membentuk perilaku dan kemampuan regulasi emosi individu pada masa dewasa awal.