Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Mental Berbasis Fenomena Kecemasan, Kesepian, dan Somatoform melalui Program “Gerakan Sadar Jiwa” di UPTD Puskesmas Marga Jaya Zahra, Almaira Aura; Putri, Anggi Khoiriyyah; Sarika, Fadia Ayu; Amalya, Layla Putri; Syarif, Marsya Amalia; Abystha, Naswha; Islami, Tiara Putri; Diani, Virza Ratna; Cahyani, Zhika Nur; Rahmi, Kus Hanna
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2026): January
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18205363

Abstract

Mental health is a crucial aspect of individual and community well-being, yet it is often overlooked due to low literacy and persistent stigma. A Community Service Program (KKN) program at the Marga Jaya Community Health Center (UPTD), identified three dominant mental health phenomena in the community: anxiety, loneliness, and somatoform complaints. The anxiety and loneliness phenomena were identified through the "Soul Stories" Voice Box program, which serves as a medium for community emotional expression, while the somatoform symptoms emerged from input from community health center staff. This community service activity aims to increase public understanding and awareness of mental health through psychoeducation based on real needs in the field. The method used was a participatory approach through psychoeducation using leaflets and intervention posters, implemented several times a week with different themes. The results of the activity demonstrated community enthusiasm for involvement, particularly in openly expressing feelings and psychological complaints. This program is considered effective as a promotive and preventive effort for mental health in primary health care.
Hubungan Pola Asuh Otoriter dengan Perilaku Agresi Dewasa Awal dalam Berpacaran Tarigan, Christiney Permata Yaspis; Rahmi, Kus Hanna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresi pada dewasa awal yang sedang menjalin hubungan berpacaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 120 individu dewasa awal berusia 18–25 tahun di Kota Bekasi yang sedang menjalani hubungan pacaran dan memiliki pengalaman pola asuh otoriter dari orang tua. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) untuk mengukur perilaku agresi dan Parental Authority Questionnaire (PAQ) untuk mengukur pola asuh otoriter. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresi pada dewasa awal yang berpacaran. Semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter yang dialami individu, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresi dalam hubungan pacaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pola asuh orang tua dalam membentuk perilaku dan kemampuan regulasi emosi individu pada masa dewasa awal.
Hubungan antara Dukungan Emosional dengan Penyesuaian Diri Mahasisw Rantau Aisi, Faizah Munatul; Rahmi, Kus Hanna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36002

Abstract

Hubungan antara dukungan emosional dengan penyesuaian diri mahasiswa rantau merupakan topik penting dalam memehami dinamika psikologis sosial dan individu ketika menghadapi kehidupan di lingkungan baru. Penelitian ini dilakukan dengan mahasiswa yang merantau, dengan fokus pada bagaimana dukungan emosional mempengaruhi penyesuaian diri mahasiswa rantau. Mahasiswa rantau yang meninggalkan kampung halaman untuk menempuh pendidikan sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan seperti perbedaan budaya gaya hidup dan tekanan akademik. Dalam situasi ini, dukungan emosional menjadi faktor kunci yang dapat memperkuat kemampuan mahasiswa untuk menyesuaikan diri. Dukungan emosional yang diperoleh dari keluarga, teman maupun lingkungan sekitar mempeberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri serata mengurangi stress yang muncul selama masa penyesuaian diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional untuk menganalisis data dari 111 responden dengan menggunakan bantuan software SPSS Versi 27. Hasil penelitian menunjukan nilai korelasi sebesar 0,614 (r = 0,614), nilai tersebut memberikan penjelasan bahwa adanya hubungan positif antara dukungan emosional dengan penyesuaian diri mahasiswa rantau.