Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Development of Sempolan YGG MSME Products in Kunduran Village Rohman, Fatchur; Nabila, Azzahra
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Khaira Ummah Vol. 2 No. 02 (2023): Khaira Ummah Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/khairaummah.02.02.2023.57‑63

Abstract

Kunduran is a sub-district in Kunduran sub-district, Blora which is the capital of Kunduran sub-district, Kunduran sub-district is very busy like a city, this sub-district is also one of the sub-districts in Blora district out of 25 sub-districts in Blora Regency. To the west are Gagaan and Sambiroto Villages, to the east are Jagong Village, to the south are Bakah and Gagaan Villages, and to the north are Bejirejo and Sambiroto Villages. Based on the condition of the area, the economic potential of the Kunduran sub-district comes from the agricultural sector and home industry. Mrs. Gunarti's Sempolan business is one of the businesses operating in the food industry, namely in Sempolan which is given Sempolan YGG. The results of the Kunduran KKN team's observations of Mrs. Gunarti's home industry can be explained that Mrs. Gunarti's sempolan business is not yet innovative and creative in terms of logo and packaging, and is long-lasting, and its target market is only targeting the local market around the Kunduran market. Even though this business requires product development, new product development is closely related to the success of a company in its efforts to increase sales. The aim of providing service to the assisted living industry is to develop products, namely strengthening, managing and expanding the market for Mrs. Gunarti's business or SMEs so that they can compete with other home industry products
Pengobatan Hipertensi Dengan Menggunakan Jelly Semangka Tasalim, Rian; Mahmudah, Rifa’atul; Riduansyah, Muhammad; Rahim, Aulia; Nabila, Azzahra; Nastasya, Difa; Fatmawati, Fatmawati; Azura, Muhammad Syawal; Yamani, Namira Talitha; Nazmi, Nurlina; Sarinda, Sarinda; Anisa, Serli; Nada, Yasyiefa
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 2 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i2.456

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang signifikan dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara berkembang. Pengobatan hipertensi secara konvensional sering kali disertai efek samping, sehingga diperlukan alternatif yang lebih alami. Semangka (Citrullus lanatus) dikenal memiliki kandungan sitrulin yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas Jelly semangka dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Metode: Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan metode partisipatif, melibatkan lansia di yayasan Banjarmasin. Kegiatan meliputi edukasi tentang manfaat semangka, pelatihan pembuatan jelly semangka, dan pemantauan rutin tekanan darah peserta selama 30 hari. Data yang dikumpulkan dianalisis untuk mengevaluasi perubahan tekanan darah dan respons terhadap konsumsi Jelly semangka. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 70% peserta mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan setelah konsumsi Jelly semangka selama 30 hari. Pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah semangka juga meningkat, yang diiringi dengan perubahan perilaku dalam mengelola tekanan darah secara lebih alami. Simpulan: Program PKM ini berhasil menunjukkan bahwa Jelly semangka dapat menjadi alternatif alami yang efektif dalam menurunkan tekanan darah. Edukasi dan pelatihan yang diberikan juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola kesehatan mereka secara mandiri.
Peran Teknologi Digital dalam Membangun Pendidikan Generasi Emas Sitanggang, Andri Sahata; Nurazizah, Riska; Trinanda, Anavadya Dyra; F, Adinda Intan Nur; Nabila, Azzahra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi teknologi berkembang pesat, Sehingga tidak bisa dipungkiri bahwa pengaruhnya berdampak terhadap generasi saat ini. Teknologi merupakan komponen kunci dalam membantu pertumbuhan sistem pendidikan di Indonesia.Dengan meningkatnya perkembangan teknologi digital, maka generasi saat ini diharuskan mampu bersaing mengikuti alur perkembangan teknologi, baik dari pola pikir maupun dalam implementasi penerapan nilai-nilai yang sesuai dengan kaidah pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini yaitu menjadi bahan acuan serta pertimbangan bagaimana teknologi digital dapat membantu proses pembelajaran sehingga dapat memudahkan para pelajar saat ini untuk Indonesia emas 2045. Penelitian ini mengkaji kesenjangan penggunaan teknologi dalam Pendidikan di Indonesia yang memungkinkan menghambat proses belajar pada generasi emas. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk pengumpulan data berupa kuesioner dengan metode kuantitatif. Topik pembahasan rumusan masalah dikumpulkan melalui riset. Dari hasil analisis data, ditemukan bahwa mayoritas responden sebanyak 98.3% telah memanfaatkan teknologi untuk mengakses informasi dan sumber belajar. Dari hasil penelitian ini, harapan responden terhadap penggunaan teknologi di bidang pendidikan yaitu calon generasi emas dapat menikmati hasil dari proses perkembangan Indonesia di bidang pendidikan, serta dengan adanya teknologi yang semakin berkembang mampu meningkatkan kualitas sumber daya dan kurikulum Pendidikan yang lebih baik.
Implementasi Kelas Kimia Tanpa Limbah: Penerapan Eksperimen Kimia Ramah Lingkungan Untuk Meningkatkan Pemahaman Sains Siswa SD di Majalengka Puspita, Retno Ayu; Astuti, Tiwi Nur; Santika, Gusman; Nabila, Azzahra; Hasmin, Maulina
Andromeda: Jurnal Pengabdian Masyarakat Rafflesia Vol. 5 No. 2 (2025): ANDROMEDA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Rafflesia
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/andromeda.v5i2.45612

Abstract

Science education at the primary school level plays a crucial role in forming students' initial scientific understanding. However, chemistry learning is often constrained by limited facilities and concerns about the environmental impact of experiment waste. This community service program aims to address these issues through the implementation of a Zero-Waste Chemistry Class by applying safe, simple, and non-hazardous Green Chemistry-based experiments. The target of this activity was students of SD IT Tazkia Insani in Majalengka Regency. The methods included preparing simple experiment kits and guides (Making Milk Glue), socialization, mentoring, and evaluation using test instruments based on three OECD (2023) science literacy indicators. The program results show that the application of eco-friendly experiments was highly effective in enhancing overall science understanding, with 57.14% of students achieving the Very Good category and 42.86% achieving the Good category. Furthermore, the activity successfully fostered an understanding of eco-friendly chemistry awareness among students, with the Good category dominating (42.86%). This program is expected to be an innovative, meaningful, and sustainable science learning model, aligning with Sustainable Development Goals (SDGs) points 4 (Quality Education) and 12 (Responsible Consumption and Production). Keywords: Zero-Waste Chemistry; Eco-Friendly Experiments; Green Chemistry; Primary School Students; Science Understanding.
Perbandingan Metode Filtering untuk Peningkatan Kualitas Citra Daun Tomat Terinfeksi TMV Nabila, Azzahra; Iskandar, Luna Falya; Lubis, Nika Rani Nur Shafa; Gunawan, Zafira A'idah; Hendri, Pramesyaila; Giri, Endang Purnama; Mindara, Gema Parasati
Jurnal Ilmu Komputer dan Multimedia Vol. 2 No. 2 (2025): ILKOMEDIA Edisi Desember 2025
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46510/ilkomedia.v2i2.80

Abstract

Penelitian ini telah membandingkan efektivitas tiga metode filtering digital: Median Filter, Gaussian Filter, dan Bilateral Filter dalam meningkatkan kualitas citra daun tomat terinfeksi Tomato Mosaic Virus (TMV) dengan penambahan gangguan Gaussian dan salt-and-pepper noise. Tujuan utama penelitian adalah menentukan metode filtering yang menghasilkan citra paling mendekati aslinya, berdasarkan evaluasi metrik Mean Squared Error (MSE), Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR), dan Structural Similarity Index Measure (SSIM). Hasil eksperimen menunjukkan Bilateral Filter secara konsisten menghasilkan nilai MSE terendah, PSNR tertinggi, serta SSIM terbaik, baik pada kondisi noise Gaussian maupun salt-and-pepper. Untuk noise Gaussian, Gaussian Filter lebih baik daripada Median Filter, namun belum mampu mempertahankan detail tepi seperti Bilateral Filter. Pada noise salt-and-pepper, Median Filter efektif dalam mereduksi titik-titik noise impulsif, namun Bilateral Filter tetap unggul dalam mempertahankan struktur dan tekstur daun. Kesimpulannya, Bilateral Filter adalah metode yang paling efektif untuk preprocessing citra daun tomat terinfeksi TMV dengan berbagai jenis noise, sehingga dapat meningkatkan akurasi analisis citra dan identifikasi penyakit secara digital.
PEMBERDAYAAN DESA BINAAN: PENINGKATAN NILAI TAMBAH GULA AREN MELALUI TRANSFER TEKNOLOGI PASCA PANEN NIRA DAN DIVERSIFIKASI PRODUK DI DESA BONTO MANURUNG, KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN Tawali, Abu Bakar; Arifin, Arfina Sukmawati; Mahendradatta, Meta; Suloi, Andi Nur Fajri; Nabila, Azzahra; Bohari, Bohari
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.48028

Abstract

Desa Bonto Manurung merupakan salah satu desa di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, dengan luas wilayah mencapai 40,55 km². Wilayah ini memiliki potensi sumber daya hutan bukan kayu (HBK), khususnya tanaman aren, yang menjadi komoditas unggulan masyarakat setempat. Program Bina Desa Tahun I (2025) di Desa Bonto Manurung difokuskan pada peningkatan nilai tambah produk gula aren melalui perbaikan teknologi penyadapan dan pascapanen nira aren, serta diversifikasi produk olahan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa, khususnya kelompok penyadap, pengrajin, dan pelaku usaha gula aren, dalam aspek teknologi produksi, manajemen usaha, serta strategi pemasaran. Kegiatan dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan kelompok mitra. Kegiatan awal berupa benchmarking dan sosialisasi bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, serta mitra dilakukan untuk memperkenalkan rencana program Bina Desa selama tiga tahun. Kemudian Transfer Teknologi dilaksanakan melalui pelatihan, praktik langsung dan pendampingan terhadap 20 anggota Kelompok Aren Jaya dan 20 anggota Kelompok Aren Tompobulu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat dalam mengembangkan produk gula aren bernilai tambah tinggi. Program ini diharapkan menjadi landasan bagi keberlanjutan kegiatan pada tahun-tahun berikutnya melalui penguatan kapasitas produksi, manajemen usaha, serta strategi pemasaran berbasis komunitas desa yang berdaya saing dan berkelanjutan.    Kata kunci: Diversifikasi pengolahan, gula aren, manajemen pemasaran. ABSTRACT Bonto Manurung Village is one of the villages in Tompobulu District, Maros Regency, with an area of up to 40.55 km². This area has the potential for non-timber forest products (NTFPs), specifically the sugar palm plant, which is a leading commodity for the local community. The Year I (2025) Desa Binaan Program in Bonto Manurung Village is focused on increasing the added value of palm sugar products through improvements in tapping technology and post-harvest handling of palm sap, as well as product diversification. In addition, this activity aims to enhance the capacity of the village community, particularly the tapper groups, artisans, and palm sugar business actors, in terms of production technology, business management, and marketing strategies. The activities were carried out with the full support of the Village Government and partner groups. Initial activities, including benchmarking and socialization with village officials, community leaders, and partners, were conducted to introduce the three-year Desa Binaan Program plan. Subsequently, Technology Transfer was carried out through training, hands-on practice, and mentoring for 20 members of the Aren Jaya Group and 20 members of the Aren Tompobulu Group. The results of the activities show an increase in the community's knowledge, skills, and motivation in developing high value-added palm sugar products. This program is expected to serve as a foundation for the sustainability of activities in the years to come through the strengthening of production capacity, business management, and community-based marketing strategies that are competitive and sustainable. Keywords: Product diversification, palm sugar, marketing strategies.