Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TEMATICS : TECHNOLOGY MANAGEMENT AND INFORMATICS RESEARCH JOURNALS

PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PENGAWASAN DAN PENERBITAN PASPOR DI INDONESIA: UTILIZATION OF TECHNOLOGY IN PASSPORT ISSUANCE AND SURVEILLANCE IN INDONESIA Yehezkiel Gian Ananta Damanik; Intan Nurkumalawati; Sri Kuncoro Bawono
TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals Vol. 7 No. 2 (2025): TEMATICS: Technology ManagemenT and Informatics Research Journals
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/tematics.v7i2.855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan teknologi dalam pengawasan dan penerbitan paspor di Indonesia dalam konteks digitalisasi dan dinamika keamanan global. Penerapan teknologi seperti e-paspor dan biometrik telah membawa peningkatan dalam hal efisiensi, akurasi, serta keamanan sistem administrasi keimigrasian. Namun demikian, transformasi digital ini tidak terlepas dari berbagai tantangan, antara lain isu perlindungan data pribadi, kesenjangan akses terhadap infrastruktur teknologi, serta rendahnya literasi digital masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur, yaitu melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah, kebijakan pemerintah, dan dokumen relevan lainnya untuk mengidentifikasi perkembangan, hambatan, dan peluang dalam implementasi teknologi pada layanan keimigrasian. Hasil kajian menunjukkan bahwa walaupun teknologi berperan signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan penerbitan paspor, diperlukan langkah strategis untuk memperkuat kebijakan, memperluas infrastruktur, serta meningkatkan literasi digital publik agar transformasi digital dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan, serta memperhatikan dimensi keamanan dokumen melalui pendekatan desain keamanan nasional pada paspor Indonesia yang diperkenalkan pada 2024.
OPTIMALISASI PENGAWASAN KEIMIGRASIAN BERBASIS SISTEM INFORMASI MELALUI APLIKASI PELAPORAN ORANG ASING (APOA): OPTIMIZING OF IMMIGRATION SURVEILLANCE THROUGH THE FOREIGN NATIONALS REPORTING APPLICATION (APOA) AS AN INFORMATION SYSTEM Kadek Tinika Pradnya Nita; Sri Kuncoro Bawono; Agung Sulistyo Purnomo
TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals Vol. 7 No. 2 (2025): TEMATICS: Technology ManagemenT and Informatics Research Journals
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/tematics.v7i2.860

Abstract

Peningkatan arus mobilitas global telah menyebabkan bertambahnya jumlah Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia, sehingga menuntut adanya sistem pengawasan yang lebih efektif. Mekanisme konvensional melalui patrol lapangan dan laporan manual dinilai kurang memadai karena keterlambatan informasi, keterbatasan personel, serta cakupan wilayah yang luas. Sebagai solusi, Direktorat Jenderal Imigrasi mengembangkan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) sebagai instrumen digital untuk memudahkan pelaporan keberadaan WNA secara daring, cepat, dan terintegrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang mengkaji regulasi, dokumen resmi, literatur akademik, dan media arus utama. Data dianalisis dengan triangulasi sumber guna memastikan keabsahan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa APOA berperan penting dalam memperkuat pengawasan keimigrasian melalui peningkatan akurasi data, percepatan arus informasi, serta keterlibatan masyarakat dalam pengawasan. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital, variasi kepatuhan pengelola penginapan, dan resistensi Sebagian pengguna. Jumlah laporan yang masuk melalui APOA juga masih rendah dibandingkan dengan total kunjungan wisatawan mancanegara. Dengan demikian, optimalisasi APOA memerlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sosialisasi yang intensif, perbaikan infrastruktur teknologi, serta penegakan hukum yang konsisten. APOA dapat dipahami sebagai bagian dari transformasi digital dalam tata kelola keimigrasian menuju sistem pengawasan yang lebih modern dan responsif.
MANAJEMEN KOMUNIKASI ANTARLEMBAGA DALAM PENCEGAHAN KEJAHATAN TRANSNASIONAL PADA RUANG LINGKUP KEIMIGRASIAN: COMMUNICATION MANAGEMENT INTER-AGENCY IN THE PREVENTION OF TRANSNATIONAL CRIME THROUGH THE SCOPE OF IMMIGRATION Yohanes Theo Respati Tranggono; Intan Nurkumalawati; Sri Kuncoro Bawono
TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals Vol. 7 No. 2 (2025): TEMATICS: Technology ManagemenT and Informatics Research Journals
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/tematics.v7i2.863

Abstract

Kejahatan transnasional, seperti perdagangan manusia, penyelundupan narkotika, dan pemalsuan dokumen, semakin sering terjadi di Indonesia akibat letak geografisnya yang strategis di antara dua benua dan dua samudra. Sebagai negara dengan posisi geografis strategis, Indonesia sering menjadi titik transit maupun tujuan bagi berbagai aktivitas ilegal lintas negara, seperti perdagangan manusia, penyelundupan narkotika, dan pemalsuan dokumen keimigrasian. Penegakan hukum keimigrasian dalam menghadapi kejahatan transnasional ini memerlukan koordinasi erat antara berbagai lembaga, termasuk Direktorat Jenderal Imigrasi, Kepolisian, Bea Cukai, dan otoritas hukum lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang mencakup analisis data sekunder dari dokumen kebijakan dan peraturan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi antarlembaga memiliki peran yang signifikan dalam memperkuat upaya pencegahan kejahatan transnasional melalui berbagi informasi, operasi gabungan, dan penguatan kebijakan keimigrasian. Meski demikian, masih terdapat kendala seperti perbedaan kebijakan, birokrasi, dan keterbatasan teknologi yang perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas Komunikasi. Studi ini merekomendasikan peningkatan mekanisme koordinasi dan penggunaan teknologi informasi yang terintegrasi untuk mendukung pengawasan keimigrasian dan penegakan hukum yang lebih efektif.