Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Perawat tentang Supervisi dengan Kemampuan Melaksanakan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Tumanggor, Rustiana; Tanjung, Riswani; Fujiati, Isti Ilmiati
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.8089

Abstract

This study aims to analyze nurses' knowledge about supervision and their ability to carry out documentation of nursing care at Murni Teguh Hospital, Medan. This type of research uses a cross sectional approach design. With this type of observational research, quantitative approach. The instruments used in this research were questionnaires and patient care documents from medical records. The research results showed that there was a relationship between nurses' knowledge about supervision and nurses' ability to carry out nursing care documentation, with a value of p = 0.004. In conclusion, nurses' knowledge about supervision at Murni Teguh Hospital in Medan is still lacking, so based on the results of statistical tests it was found that there was a relationship between knowledge about documentation and the ability to carry out documentation. Keywords: Knowledge, Documentation, Supervision.
Efektifitas Terapi Murottal Al-Qur’an terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Pascaoperasi Ortopedi Salma, Salma; Tanjung, Dudut; Tanjung, Riswani
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.8090

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of mutual Al-Qur'an therapy on pain intensity in post-orthopedic surgery patients. This research method is Quasi experiment pre-post non-equivalent with a control group. The sample of this study were long bone ORIF postoperative patients totaling 37 in the control group and 37 in the experimental group. Data collection was carried out twice pre and post murottal intervention with the Brief Pain Inventory (BPI) instrument. Data analysis used Mann-Whitney statistical test analysis. The results showed that the p-value was 0.000 (α <0.05) which indicated that Ha was accepted or murottal Al-Qur'an therapy was effective in reducing pain intensity in post-orthopedic surgery patients at dr. Fauziah Bireuen. In conclusion, Al-Qur'an murotal therapy can be applied as an intervention in providing nursing care to post-ORIF patients to reduce pain levels. Keywords: Al-Qur'an Murottal Therapy, Pain Intensity, Postoperative Orthopedic.
UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH TUBERCULOSIS PARU DENGAN PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN HELVETIA Tanjung, Riswani; Oktavinola Kaban, Febrina; Siahaan, Meriani; Noradina, Noradina; Paskah Rina Situmorang; Bernita Silalahi
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 1 No. 02 (2023): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Agustus 2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/abdimassean.v1i02.138

Abstract

Keluarga merupakan populasi berisiko terhadap masalah kesehatan diantaranya penyakit tuberculosis paru (TBC). Penyakit ini memerlukan perhatian yang serius, karena sangat mudah untuk menularkan kepada orang lain. Jika TBC tidak diatasi, dapat menyebabkan resistensi dan akibatnya dapat menyebabkan kematian. Penyebab TBC adalah mycobacterium tuberculosis. Masalah TBC ini dapat diatasi dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga, peran petugas Dinas Kesehatan serta partisipasi Kader Posyandu. Upaya untuk mengatasi masalah TBC, diharapkan dapat memberikan intervensi yang sesuai, diantaranya dengan memadukan beberapa intervensi yang tepat terhadap keluarga yang mengalami TBC. Intervensi yang dapat dilakukan adalah perpaduan beberapa intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah TBC yaitu kombinasi antara Pendidikan Kesehatan, Kerjasama dan Pemberdayaan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memberi pelatihan kepada kader posyandu, memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga, pemberdayaan keluarga dan kerjasama antara kader posyandu dan keluarga. Pelaksana pengabdian masyarakat dan mahasiswa melakukan pelatihan Kader Posyandu tentang penyakit TBC, pencegahan penularan, pengawas minum obat (PMO), pemantauan dan evaluasi serta motivasi, selanjutnya kader posyandu dan pelaksana pengabdian kepada masyarakat memberikan pendidikan kesehatan terhadap keluarga yang mengalami TBC. Selanjutnya kader posyandu melaksanakan pemantauan 2x/minggu evaluasi dan motivasi 1x/minggu selama 4 minggu kepada keluarga yang mengalami TBC. Pengabdian masyarakat akan dilakukan diWilayah Kerja Puskesmas Medan Helvetia karena berdasarkan analisis data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara terhadap pengukuran TBC tingkat kecamatan 2021, Wilayah kerja Puskesmas Medan Helvetia termasuk penderita TBC tertinggi di kota Medan. Pengabdian masyarakat dilakukan terhadap 1 mitra yaitu kelompok Kader Posyandu.di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Helvetia dan sasarannya keluarga yang mengalami TBC. Luaran dari pengabdian masyarakat ini, terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga yang mengalami TBC, peningkatan pengetahuan kader posyandu dan penurunan frekwensi TBC pada. Peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku diukur dengan menggunakan kuesioner dan monitoring serta evaluasi diukur dengan menggunakan format cheklist serta motivasi didokumentasikan pada kolom format tersendiri untuk acuan dimasa yang akan dating.
Pengaruh Program Manajemen Diri Terhadap Kemampuan Mengontrol Perilaku Kekerasan Pada Orang dengan Skizofreni Malau, Marison Tumpal; Purba, Jenny Marlindawani; Tanjung, Riswani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15542

Abstract

ABSTRACT Violent behavior is one of the symptoms that is often found in people with schizophrenia (ODS). ODS who show symptoms of violent behavior generally do not have the ability to control emotions or anger. One of the non-pharmacological measures to control violent behavior is by providing a self-management program.  The aim of the research is to determine the effect of a self-management program on the ability to control violent behavior in people with schizophrenia. Quasi experimental research design pre test-post test nonequivalent control group design. Sampling used purposive sampling technique with a total sample of 76 people with schizophrenia who were hospitalized who were divided into two groups, 38 respondents in the intervention group and 38 respondents in the control group. Data collection used the Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE) questionnaire. Data were analyzed using paired t test and independent t test.  The results showed that there was a significant difference in the ability of ODS to control violent behavior between the intervention group and the control group (p= 0.000; p < 0.05). The results of this study provide evidence that the self-management program has a positive impact on increasing the ability of ODS to control violent behavior. Nurses are expected to be able to use self-management programs to train ODS to control violent behavior on a scheduled basis so that ODS can recognize, understand the causes and control violent behavior appropriately. Keywords: Self Management Program, Ability to control, Violent Behavior, Schizophrenia  abstrak Perilaku kekerasan merupakan salah satu gejala yang sering ditemukan pada orang dengan skizofrenia (ODS). ODS yang menunjukkan gejala perilaku kekerasan pada umumnya tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol emosi atau marah. Salah satu tindakan non farmakologi untuk mengontrol perilaku kekerasan dengan pemberian program manajemen diri.  Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh program manajemen diri terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada orang dengan skizofrenia. Desain penelitian Quasi experimental pre test-post test nonequivalent control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 76 orang dengan  skizofrenia yang menjalani rawat inap yang dibagi menjadi dua kelompok, 38 responden kelompok intervensi dan 38 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE). Data dianalisis  menggunakan uji paired t- test dan independent t test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan ODS mengontrol perilaku kekerasan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p= 0.000; p < 0.05). Hasil studi ini memberikan bukti bahwa program manajemen diri berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan ODS mengontrol perilaku kekerasan. Perawat diharapkan dapat menggunakan program manajemen diri untuk melatih ODS mengontrol perilaku kekerasan secara terjadwal sehingga ODS dapat mengenal, mengetahui penyebab dan mengontrol perilaku kekerasan dengan tepat. Kata Kunci: Program Manajemen Diri, Kemampuan Mengontrol, Perilaku Kekerasan, Skizofrenia