Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Resiliensi dengan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Fewiga Azsuari; Jumrawarsi; Elfa Rafulta
EDUSAINS : Journal of Education and Science Vol. 1 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/edusains.v1i2.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi matematis dan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas X IPA MAN Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan populasi seluruh siswa kelas X IPA dan sampel 30 siswa yang dipilih secara acak sederhana. Instrumen yang digunakan meliputi angket resiliensi matematis dan tes kemampuan pemahaman konsep matematis. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara resiliensi dan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan koefisien korelasi r = 0,78 dan p < 0,05. Artinya, semakin tinggi resiliensi siswa, semakin baik pula kemampuan mereka dalam memahami konsep-konsep matematika. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan ketahanan mental dan strategi belajar reflektif dalam pembelajaran matematika di tingkat menengah.
Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMAN 1 2x11 Kayu Tanam Roza, Novia; Jumrawarsi, Jumrawarsi; Rafulta, Elfa
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i2.7566

Abstract

This research began with the decline in mathematics learning outcomes for class X students at SMAN 1 2X11 Kayutanam. Factors that cause low student mathematics learning outcomes include internal factors, namely student self-confidence. The aim of this research is to determine the relationship between self-confidence and mathematics learning outcomes for class X students at SMAN 1 2x11 Kayutanam. The hypothesis of this research is that there is a relationship between self-confidence and the Mathematics learning outcomes of class X students at SMAN 1 2x11 Kayutanam. This type of research uses quantitative descriptive methods. The population in this study were class X students of SMAN 1 2x11 Kayutanam for the 2022/2023 academic year. The sampling technique in the research was taken using systematic sampling, totalling 43 class X students. The instrument used in this research was a questionnaire given to students. The analytical technique used to test the hypothesis is Pearson product-moment correlation analysis and using the t-test to determine the relationship between self-confidence and Mathematics learning outcomes for class X SMAN 1 2x11 Kayutanam students. The results of the research show that there is a relationship between self-confidence and the Mathematics learning outcomes of class X SMAN 1 2x11 Kayutanam studen. The results of the research show that there is a relationship between self-confidence and the Mathematics learning outcomes of class X SMAN 1 2x11 Kayutanam, whichis indicated by at tstat value of 2,663 and ttable of 1,682 at a 5% error level.Penelitian ini berawal dari menurunnya hasil pembelajaran matematika siswa kelas X SMAN 1 2x11 Kayutanam. Faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar matematika siswa di antaranya adalah faktor internal yaitu kepercayaan diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan hasil belajar matematika siswa kelas X SMAN 1 2x11 Kayutanam. Hipotesis penelitian ini terdapat hubungan antara kepercayaan diri dengan hasil belajar Matematika siswa kelas X SMAN 1 2x11 Kayutanam. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif  kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 2x11 Kayutanam Tahun Ajaran 2022/2023. Teknik sampel dalam penelitian diambil dengan menggunakan sampling sistematis yang berjumlah 43 siswa kelas X. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini pada berupa angket yang diberikan kepada siswa. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis korelasi pearson product moment dan menggunakan uji t agar dapat mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan hasil belajar Matematika siswa kelas X SMAN 1 2x11 Kayutanam. Hasil penelitian menunjukkaan adanya hubungan kepercayaan diri dengan hasil belajar Matematika siswa kelas X SMAN 1 2X11 Kayutanam yang ditunjukkan dengan nilai thitung sebesar 2,663 dan ttabel sebesar 1,682 pada taraf kesalahan 5%.
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) PADA TEMA GAYA HIDUP BERKELANJUTAN DI SEKOLAH PENGGERAK SDN 01 SARILAMAK Jumrawarsi, Jumrawarsi; Wati, Siska Oktawidya; Fitria, Fitria
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.24557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Implementasi pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan (2) ketercapaian muatan dimensi sebagai upaya menguatkan karakter peserta didik di Sekolah Penggerak SDN 01 Sarilamak. Tema yang dipilih ialah Gaya Hidup Berkelanjutan pada Fase B. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik interaktif meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini yaitu (1) Implementasi P5 di Sekolah ini meliputi mendesain P5, pengelolaan P5, pengolahan asesmen dan laporan hasil P5 serta evaluasi dan tindak lanjut. a) desain P5 terdiri dari membentuk tim, mengidentifikasi kesiapan sekolah, menentukan dimensi karakter Profil Pelajar Pancasila yang ingin dikuatkan, menentukan tema, merencanakan waktu, alur, asesmen, dan membuat modul; b) pengelolaan P5 meliputi kontekstualisasi, aksi P5, serta perayaan hasil belajar; c) pengolahan asesmen dan pelaporan hasil P5 meliputi mengoleksi, mengolah hasil asesmen, dan penyusunan rapor proyek; d) evaluasi dan tindak lanjut P5 berupa penguatan karakter serta melanjutkan kebiasaan yang baik dengan membentuk polisi lingkungan dan membuat bank sampah (2) ketercapaian muatan dimensi pada tahap berkembang sesuai harapan (BSH) dapat terlihat dari; a) dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan akhlak mulia ditemukan sebanyak 51 dari 60 peserta didik atau memiliki rata-rata 85%, b) dimensi kreatif ini ditemukan sebanyak 48 dari 60 peserta didik atau memiliki rata-rata 80% dan c) dimensi gotong royong ditemukan sebanyak 54 dari 60 peserta didik atau memiliki rata-rata 90%.
ANALISIS PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH PENGGERAK SMP KAB. PESISIR SELATAN Jumrawarsi, Jumrawarsi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.32046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keyakinan guru terhadap pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran matematika, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penerapannya, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kesuksesan dan motivasi siswa di Sekolah Penggerak SMP Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi pandangan dan pengalaman guru terkait penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Guru memiliki keyakinan kuat terhadap manfaat diferensiasi, melihatnya sebagai pendekatan yang efektif untuk memenuhi kebutuhan individu siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. (2) Beberapa tantangan utama dalam menerapkan diferensiasi, termasuk keterbatasan waktu, kurangnya sumber daya, dan kebutuhan untuk berkolaborasi dengan rekan kerja. (3) Guru merasa bahwa diferensiasi memungkinkan perolehan pengetahuan yang lebih baik, pengembangan pemikiran dan penalaran logis, serta mendorong minat yang lebih besar terhadap matematika (4) Teknologi memainkan peran penting dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi, memungkinkan guru untuk memberikan tugas yang sesuai dengan kemampuan siswa, memantau kemajuan mereka, dan memberikan umpan balik yang personal dan cepat. penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dalam matematika memiliki potensi besar untuk meningkatkan pencapaian akademik dan motivasi siswa. Meskipun ada tantangan dalam pelaksanaannya, pendekatan yang tepat dan penggunaan teknologi dapat membantu mengatasi hambatan tersebut dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan inklusif. Temuan ini memberikan wawasan yang berharga bagi guru dan praktisi pendidikan dalam mengoptimalkan strategi pengajaran mereka untuk mendukung keberhasilan semua siswa dalam belajar matematika