Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Permeabilitas, Porositas dan Bobot isi Tanah di Kaki Gunung Guntur Kabupaten Garut Fatimah, Rahmi
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 8, No 1 (2023): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v8i1.41589

Abstract

Gunung Guntur terletak di kabupaten Garut, Jenis tanah di wilayah kaki Gunung Guntur adalah tanah grumosol pasir berbatu pindahan material Gunung Guntur. Agar lahan di wilayah tersebut bisa digunakan secara maksimal maka perlu diidentifikasi sifat fisik, kimia dan biologi tanah . sifat fisik yang bisa dikaji meliputi permeabilitas, porositas dan bobot isi tanah.  Permeabilitas, bobot isi dan porsitas sangat erat kaitannya terutama dalam kemampuan tanah tersebut menyimpan air. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai permeabilitas, bobot isi dan porositas tnah sehingga dalam pengelolaannya dapat lebh efektif dan optimal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode melalui survey secara langsung. Survei lapangan dilakukan dengan pengambilan contoh tanah utuh menggunakan ring sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai permeabilitas tanah  bervariasi menurut kategori sedang, cepat, sangat cepat, dengan nilai sedang 3,68 cm/jam. Cepat 13,10 cm/jam dan sangat cepat 25,57 cm/ jam. Nilai bobot isi tanah berada dikelas sedang dan tinggi/berat,kelas sedang mempunyai nilai 0,91 g.cm-3 dan kelas cepat/ tingii 1,27 g.cm-3 . sedangkannilai porositas berada pada kategori sedang dan rendah, untuk kategori terendah 15,74% dan yang sedang 61,66 %.
Identifikasi dan Analisis Spasial Perubahan Penggunaan Lahan Tahun 2013 dan 2023 pada Kerucut Vulkanik Gunungapi Guntur Swardana, Ardli; Fatimah, Rahmi; Febrianti, Tintin; Maesaroh, Syti Sarah; Aqil, Ibnu; Sutrisno, Tri
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 8, No 1 (2023): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v8i1.3369

Abstract

Perubahan penggunaan lahan merupakan fenomena yang terjadi di berbagai tempat atas dorongan desakan peningkatan permintaan kebutuhan lahan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perubahan penggunaan lahan  pada tahun 2013 dan 2023 pada Kerucut Vulkani Gunungapi Guntur. Penelitian dilaksanakan di Kerucut Vulkanik Gunungapi Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut pada Juni – Agustus 2023. Metode penelitian menggunakan analisis spasial secara tumpang susun antara data penggunaan lahan tahun 2013 dan 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan penggunaan lahan, namun tidak terjadi perubahan jenis dan jumlah penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan terbesar terjadi pada penggunaan lahan tanah terbuka menjadi semak/belukar sebesar 631,86 ha.
Pengaruh Unsur Hara Mikro dan Gibberelin (GA3) terhadap Hasil dan Kualitas Bunga Mawar (Rosa damascena Mill) Varietas Sexy Red Fatimah, Rahmi; Nafi'ah, Hanny Hidayati; Rahayu, Risa Sri; Nurheman, Nulsi Islami
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i1.1221

Abstract

Mawar varietas sexy red adalah salah satu jenis mawar yang banyak diminati konsumen karena memiliki keindahan, keharuman, dan keanggunanan. Agar mendapatkan kualitas dan hasil yang optimal terutama untuk mempercepat pembungaan dan meningkatkan kualitas bunga diperlukan aplikasi pupuk mikro dan zat pengatur tumbuh seperti giberelin. Giberelin dapat mematahkan dormansi (hambatan pertumbuhan tanaman) sehingga dapat memacu perkecambahan biji, pemanjangan sel, dan meningkatkan pembungaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis unsur hara mikro untuk mengetahui hasil dan kualias bunga mawar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan perlakuan pemberian unsur hara mikro dan ZPT yaitu boron, besi, seng, mangan, dan giberelin. Perlakuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : BW1: Boron + Tanpa Giberelin, BW2 : Boron + Seng + Giberelin, BW3: Boron + Mangan + Giberelin, BW4 : Besi + Giberelin, BW5 : Boron + Seng + Mangan + Besi + Giberelin. Perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 perlakuan. Hasil penelitian pada perlakuan BW5 : Boron + seng + Mangan + Besi + Giberelin berpengaruh nyata pada semua parameter yaitu parameter tinggi tanaman 44,12 cm, jumlah daun 31 helai, jumlah kuncup 6 buah, diameter kuncup 6,4 mm, jumlah petal 26 buah dan bobot bunga 38 g.
Pengaruh Unsur Hara Mikro dan Gibberelin (GA3) terhadap Hasil dan Kualitas Bunga Mawar (Rosa damascena Mill) Varietas Sexy Red Fatimah, Rahmi; Nafi'ah, Hanny Hidayati; Rahayu, Risa Sri; Nurheman, Nulsi Islami
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i1.1221

Abstract

Mawar varietas sexy red adalah salah satu jenis mawar yang banyak diminati konsumen karena memiliki keindahan, keharuman, dan keanggunanan. Agar mendapatkan kualitas dan hasil yang optimal terutama untuk mempercepat pembungaan dan meningkatkan kualitas bunga diperlukan aplikasi pupuk mikro dan zat pengatur tumbuh seperti giberelin. Giberelin dapat mematahkan dormansi (hambatan pertumbuhan tanaman) sehingga dapat memacu perkecambahan biji, pemanjangan sel, dan meningkatkan pembungaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis unsur hara mikro untuk mengetahui hasil dan kualias bunga mawar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan perlakuan pemberian unsur hara mikro dan ZPT yaitu boron, besi, seng, mangan, dan giberelin. Perlakuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : BW1: Boron + Tanpa Giberelin, BW2 : Boron + Seng + Giberelin, BW3: Boron + Mangan + Giberelin, BW4 : Besi + Giberelin, BW5 : Boron + Seng + Mangan + Besi + Giberelin. Perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 perlakuan. Hasil penelitian pada perlakuan BW5 : Boron + seng + Mangan + Besi + Giberelin berpengaruh nyata pada semua parameter yaitu parameter tinggi tanaman 44,12 cm, jumlah daun 31 helai, jumlah kuncup 6 buah, diameter kuncup 6,4 mm, jumlah petal 26 buah dan bobot bunga 38 g.
Pemanfaatan Botol Bekas Sebagai Planter Tanaman Pada Budidaya Hidroponik Di Desa Wanajaya Garut dede, sultan ahmad; Nafi'ah, Hanny Hidayanti; Swardana, Ardli; Rismayanti, Ai Yanti; Fatimah, Rahmi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.665

Abstract

Permasalahan sampah plastik, khususnya botol bekas, terus meningkat seiring meningkatnya konsumsi masyarakat. Di sisi lain, keterbatasan lahan dan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pertanian modern menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Desa Wanajaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media tanam dalam sistem hidroponik sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Mei 2025 dengan metode sosialisasi dan pemilihan partisapan dengan langkah kerja seperti survei, koordinasi, sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Botol bekas dimodifikasi menjadi planter untuk budidaya sayuran daun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga aspek utama. Pada aspek pengetahuan, peserta yang sebelumnya tidak mengetahui materi menurun dari 74% menjadi 7%, sedangkan yang mengetahui meningkat dari 13% menjadi 80%. Pada aspek minat, peserta yang berminat meningkat dari 7% menjadi 80%, dan yang tidak berminat menurun dari 80% menjadi 13%. Sementara pada aspek keterampilan, peserta yang tidak bisa menurun dari 100% menjadi 7%, dengan 67% dinilai terampil dan 26% lainnya berada pada kategori netral. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman, minat, dan keterampilan masyarakat terhadap hidroponik, serta mendorong pemanfaatan limbah plastik sebagai solusi ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.