Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Intervensi Pemberian Kompres Aloevera pada An “B” untuk Meredakan Hipertermi dengan Diagnosa Kejang Demam Sederhana di Ruang Teratai Safitri, Dewi; Munir, Zainal; Dewi, Novela Eka Candra
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.90

Abstract

Demam atau panas tinggi adalah suatu keadaan yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh melebihi rentang nilai normal. Demam biasa terjadi apabila kondisi kesehatan seseorang sedang terganggu. Selain itu, demam dapat mengakibatkan kejang, hal ini disebabkan oleh terganggunya sinyal dari otak ke otot-otot tubuh akibat suhu tubuh yang tinggi. Demam dapat ditangani dengan metode farmakologi maupun nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat menurunkan suhu tubuh adalah dengan penerapan kompres aloevera. Tujuan: untuk menerapkan Intervensi Pemberian Kompres Aloevera Pada an B dengan diagnosa kejang demam di ruang teratai. Metode penelitian laporan kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek laporan kasus adalah seorang anak dengan kasus kejang demam dengan hipertermi. Hasil Penelitian setelah dilakukan intervensi kompres aloevera pada kasus hipertermi terdapat penurunan demam pada anak yang semula dari suhu 38,6 C berangsur turun hingga hari ketiga. Didapatkan hasil bahwa selama melakukan kompres aloe vera terdapat penurunan suhu tubuh antara sebelum kompres menggunakan aloe vera dengan sesudah kompres menggunakan aloe vera. Kesimpulan penggunaan kompres aloevera merupakan cara yang efektif untuk menurunkan suhu tubuh secara nonfarmakologi dengan metode perpindahan panas melalui konduksi dan evaporasi.
Hubungan Persepsi Masyarakat Tentang Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan di Puskesmas Pakuniran Aflahah, Irsi Hajar; Khotimah, Husnul; Dewi, Novela Eka Candra
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.149

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan layanan kesehatan yang memberikan kepuasan pada setiap pengguna pelayanan Kesehatan, dengan kepuasan rata-rata masyarakat dan pemberi layanan kesehatan sesuai dengan standar, kode etik profesi dan perkembangan ilmu serta teknologi. Pada penelitian ini membahas tentang hubungan persepsi Masyarakat tentang kualitas pelayanan dengan kepuasan dipuskesmas pakuniran. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan persepsi masyarakat tentang kualitas pelayanan dengan kepuasan dipuskesmas pakuniran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional populasi penelitian ini ialah Masyarakat yang periksa dipuskesmas pakuniran yang rawat jalan berjumlah 275 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan diproleh 162 orang. Pengumpulan data di lakukan dengan kuesioner tertutup responden cukup memilih jawaban dengan pemberian tanda tertentu dari pertanyaan yang di ajukan. pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan uji statistik Korelasi Spearman’s rho, penelitian ini dilakukan dipuskesmas pakuniran pada bulan juli 2023. Hasil: Hasil uji korelasi Spearman, s rho didapatkan nilai P sebesar (0,000) karena nilai P<0,05, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan persepsi masyarakat tentang kualitas pelayanan dengan kepuasan di puskesmas pakuniran di dapatkan hasil dengan kategori kualitas pelayanan dengan baik dan mengatakan puas dengan kualitas pelayanan dipuskesmas pakuniran sesuai dengan persentase 98,8%. Kesimpulan: Terdapat pelayanan kualitas yang baik antara Hubungan Persepsi Masyarakat Tentang Kualitas Pelayanan Dengan Kepuasan diPuskesmas Pakuniran.  
PENGARUH TERAPI BERMAIN MENGGUNTING DAN MENEMPEL KERTAS TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK PRASEKOLAH DI TK AL-HIDAYAH CURAH KALAK KABUPATEN SITUBONDO Rochma, Prieta Lufiah Puteri; Munir, Zainal; Dewi, Novela Eka Candra; Nugroho, Setiyo Adi
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 16 No 1 (2025): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v16i1.2575

Abstract

Fine motor development is a crucial aspect for preschool children, yet not all children progress at the same rate. Despite its importance, the appropriate methods for stimulating this development are not well understood. This study aims to analyze the impact of cutting and pasting play therapy on the fine motor development of preschool children at TK Al-Hidayah Curah Kalak, Situbondo Regency. This research employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest format and no control group. The sample consisted of 40 children selected through total sampling. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank test to evaluate differences before and after the intervention. Before the intervention, 75% of children were classified as "Suspect" in the cutting activity, and 77.5% were classified as "Suspect" in the pasting activity. After the intervention, 85% of the children reached the "Normal" category in the cutting activity, and 90% in the pasting activity. The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000, indicating a significant effect of the play therapy on improving the children's fine motor skills. Cutting and pasting play therapy significantly enhanced the fine motor development of preschool children at TK Al-Hidayah Curah Kalak, Situbondo Regency.
Hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 6 – 59 bulan Pangestu, Cipta Frandy; Munir, Zainal; Dewi, Novela Eka Candra
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1619

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan permasalahan gizi jangka panjang yang berdampak besar terhadap tumbuh kembang anak, khususnya pada kelompok usia 6 hingga 59 bulan. Kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pola pengasuhan orang tua. Cara orang tua mengasuh, termasuk dalam hal pemberian makan, pelayanan kesehatan, serta stimulasi tumbuh kembang anak, memainkan peran penting dalam mencegah stunting. Pola asuh yang tidak sesuai dapat menghambat pemenuhan kebutuhan dasar anak, yang pada akhirnya meningkatkan potensi terjadinya stunting. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis adanya keterkaitan antara pola asuh orang tua dengan kasus stunting pada balita usia 6 hingga 59 bulan.Metode: Model pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional. Dengan menggunakan uji statistik chi square dengan jumlah sampel sebanyak 146 responden.Hasil: Terdapat hubungan antara pola asuh orangtua dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Kecamatan Paiton dengan nilai p-value 0,000 yang berarti adanya hubugan yang signifikan.Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa stunting paling banyak terjadi pada balita usia 12–24 bulan, Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah mengadakan pelatihan rutin bagi orang tua tentang pola asuh yang positif dan praktik pemberian makan yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak, guna menekan angka stunting sejak dini.
Pengaruh Relaksasi Napas dalam Sebagai Intervensi Non Farmakologis terhadap Penurunan Kecemasan pada Ibu Hamil Dewi, Novela Eka Candra; Jatmiko, Desinta Dwi; Fitrianingsih, Dina; Nisa', Dina Khoirun; Lestari, Dinda Dwi; Febrianti, Dini
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v6i3.12499

Abstract

The third trimester of pregnancy is often marked by heightened anxiety as mothers approach childbirth. Unmanaged anxiety may negatively affect both maternal psychological well-being and fetal health. This study aimed to evaluate the effectiveness of deep breathing relaxation in reducing anxiety among third-trimester pregnant women. A pre-experimental design with one-group pretest–posttest was applied to 24 eligible participants. The intervention consisted of deep breathing exercises conducted for two weeks, 2–3 times per week, each lasting 10–15 minutes. Anxiety levels were assessed using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Results revealed a decrease in mean anxiety scores from 11.12 (pretest) to 8.08 (posttest), with a mean reduction of 3.04 points. The Wilcoxon test showed a significant difference (p = 0.000, p < 0.05) between pre- and post-intervention scores. These findings confirm that deep breathing relaxation is effective in lowering anxiety during the third trimester of pregnancy. Practical implications highlight the importance of incorporating this technique into antenatal care programs, not only as a relaxation strategy but also as a structured component of maternal education and psychological support prior to delivery.
The Use of Virtual Reality to Enhance Practical Skills in Health Education Heru, Maulidiyah Junnatul Azizah; Dewi, Novela Eka Candra; Shandy, Putra Tri
International Journal of Instructional Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nurul Jadid Probolinggo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/ijit.v2i2.9329

Abstract

This research focuses on the use of Virtual Reality (VR) as a tool to improve students' practical skills in health education. The study aims to evaluate the effectiveness of VR in developing both technical and non-technical skills among students and to identify VR's contribution to more sustainable and flexible learning. A qualitative approach with a case study method was used, involving in-depth interviews, participatory observation, and document analysis at Nurul Jadid University in East Java. The results showed that the use of VR significantly enhanced students' technical skills, such as accuracy and speed in performing medical procedures, as well as non-technical skills like communication, decision-making, and teamwork. Additionally, VR provided more flexible and sustainable access to practice sessions, overcoming the physical and logistical limitations typically faced in health education. The implications of this study suggest that VR has great potential to be integrated into the health education curriculum, offering innovative solutions to improve learning quality and better prepare students for careers in the medical field. The study also recommends further comprehensive research to accommodate various variables, such as gender and age, to provide a more targeted basis for policy.