Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDUGAAN BIOMASSA DAN KARBON PADA TEGAKAN SENGON (Falcataria moluccana) DI HUTAN RAKYAT DI DESA JATI BALI KECAMATAN RANOMEETO BARAT KABUPATE KONAWE SELATAN sitti Marwah; Nurhayati Hadjar; Dewi fitriani; Davik Davik
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v3i1.26405

Abstract

This study aims to determine the biomass and the amount of carbon found in Sengon stands (Falcataria moluccana)   community forest in the location of planting KBR (Kebun Bibit Rakyat) in Jati Bali Village, Ranomeeto Barat District, South Konawe Regency. This research was conducted from July to August 2018. The population in this study included a community forest of which was the location of planting KBR in 2014 with a plant age range of 5 years determined by purposive sampling. The sample in this study were all sengon stands (Falcataria moluccana) found in the observation plot determined using amethod completely randomized design (CRD).The results showed that the biomass found in Sengon stands (Falcataria moluccana) in community forests where the community nursery was planted in 2014, the amount of biomass based on the place of growing was wet enough, the place to grow wet and where to grow dry were 3,20 ton/ha, 0,60 ton/ha, and 1,68 ton/ha. While the amount of carbon in Sengon stands  (Falcataria moluccana) in community forests the location of community nursery plantations in 2014 was obtained at 1,50 ton/ha at the place of growing wet enough, 0,28 ton/ha at the place to grow wet and 0,79 ton/ha at the place of dry growth . Keywords: Biomassa, Karbon, Sengon, Community Forest
KAJIAN LAJU INFILTRASI DAN PERMEABILITAS TANAH DI DAS WANGGU PROVINSI SULAWESI TENGGARA Umar Ode Hasani; Sitti Marwah; Davik Davik; Dewi Fitriani
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v3i1.26388

Abstract

The watershed serves as a regulation of te hydrological cycle that is affected by land use. Land use can increase infiltration and soil permeability rates and reduce surface flow  to minimize flooding in watersheds. The purpuse of this reseach is to knoe the ability of infiltration rate and soil permeability in watershed Wanggu province southeast sulawesi. The determination of the poin of land use location is done by purposive sampling. The results of this study indicate the highest infiltration rate is forest land agroforestry. For the infiltratian and soil permeability with lowest criteria is the land use agriculture, underbrush and housing. The infiltration and soil permeability in effection by the situation soil that soil characters, the like presentation organic, bulk density, rate of water, soil porosity and texture. Key Word: Watershed, Infiltration Rate, Soil Permeability, Land Uses.
DINAMIKA PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI SUB DAS CIRASEA (DAS CITARUM HULU) (The Dynamics of Land Use Change in The Cirasea Sub-Watershed (Citarum Hulu Watershed)) Davik - -; Latief Mahir Rachman; Yayat Hidayat; Iwan Ridwansyah
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2022.6.2.161-178

Abstract

ABSTRAKSub DAS Cirasea merupakan salah satu Sub DAS yang memiliki peran penting dalam pengelolaan DAS Citarum Hulu. Penurunan fungsi lahan berdampak pada sistem hidrologi DAS. Hal ini disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan tersebut ditentukan melalui analisis hasil klasifikasi menggunakan dengan algoritma Maximum Likelihood Classification (MLC) pada software QGIS. Klasifikasi penggunaan lahan menggunakan Citra Landsat tahun 2009-2019. Hasil klasifikasi meliputi hutan, hutan sekunder, lahan terbangun, lahan terbuka, perkebunan, pertanian lahan kering, sawah, semak belukar dan tubuh air. Uji akurasi dengan Indeks Kappa mencapai 85,15% atau hampir sempurna. Klasifikasi penggunaan lahan yang terjadi menunjukkan perubahan luas antara tahun 2009 dan 2019. Lahan yang mengalami penurunan yaitu hutan 1.437,13 ha, sawah 1.336,21 ha, hutan sekunder 367,83 ha dan pertanian lahan kering 94,14 ha. Sedangkan lahan yang mengalami peningkatan yaitu lahan terbuka 1476,69 ha, lahan terbangun 1.056,39 ha, semak belukar 463,63 ha, perkebunan 235 ha dan tubuh air 3,07 ha.Kata Kunci: daerah aliran sungai, fungsi hidrologi, MLC, Indeks Kappa, penggunaan lahan ABSTRACTThe Cirasea sub-watershed is one of the sub-watersheds that has an important role in the management of the Upper Citarum watershed. The decline in land use has an impact on the hydrological system of the watershed, which is caused by changes in land use. The land-use change is determined by analyzing the results of the classification using the Maximum Likelihood Classification (MLC) algorithm in QGIS software. Land use classification using Landsat Image 2009-2019. The classification results include forest, secondary forest, built-up areas, open land, plantations, dryland farming, rice fields, shrubs, and water bodies. The accuracy test using the Kappa Index reached 85.15% or almost perfect. The land use classification that occurs shows changes in the area between 2009 and 2019. The land that has decreased is 1,437.13 ha of forest, 1,336.21 ha of rice fields, 367.83 ha of secondary forest, and 94,148 ha of dryland farming. Meanwhile, land that has increased is 1,476.69 ha of open land, 1,056.39 ha of built-up areas, 463.63 ha of shrubs, 235 ha of plantations, and 3.07 ha of water bodies.Keywords: watershed, hydrological function, MLC, Kappa Index, land use
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM PANDANGAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS Nafisah, Ani; Abdul Qiso, Ahmad; Davik, Davik; Muttaqin , Muhammad
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v4i1.56

Abstract

Pendidikan Islam di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) saat ini sedang menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Karena dengan sifatnya yang ambivalen, IPTEK secara perlahan telah mengikis nilai moral dan agama. Oleh karena itu, tujuan artikel ini ditulis adalah mengkaji dan menganalisis konsep pendidikan M. Naquib Al-Attas untuk memberikan solusi dan menjawab tantangan yang dihadapi pendidikan Islam saat ini, yang meluputi konsep dasar, tujuan, dan muatan kurikulum Pendidikan Islam. Dalam proses penelitiannya, artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research). Adapun dari hasil penelitian ini, dapat disimpulan bahwa: (1) Konsep ta’dib adalah konsep yang paling tepat untuk pendidikan Islam, karena ta’dib sudah mencakup unsur-unsur ilmu (‘ilm), instruksi (ta’lim), dan pembinaan yang baik (tarbiyah); (2) Tujuan Pendidikan Islam adalah melahirkan manusia yang baik, manusia adab atau Insan kamil yang beriman dan takwa kepada Allah SWT. Sebagai Khaliq sang penciptanya; dan (3) Muatan (kurikulum) pendidikan Islam: Pertama, fardhu ‘ain; meliputi: Al-Qur’an, Sunnah, Syariat, teologi, metafisika Islam, dan Ilmu Bahasa; dan kedua, fardhu kifayah, meliputi: ilmu kemanusiaan, ilmu alam, lmu terapan, lmu teknologi, perbandingan agama, kebudayaan barat, lmu linguistik: bahasa Islam, dan sejarah Islam.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK EVALUASI PENUTUPAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI LASOLO Davik, Davik; Baihaqi, Baihaqi; Sudia, La Baco; Kahirun, Kahirun; Ramadhan, Muhammad Rahmad
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14558

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan ekosistem kompleks yang terdiri dari unsur fisik, biologi, dan sosial yang saling berinteraksi dalam siklus hidrologi. Tutupan lahan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan hidrologi DAS dengan mempengaruhi infiltrasi air, limpasan permukaan, serta risiko erosi dan sedimentasi. Perubahan tutupan lahan yang tidak terkendali dapat menyebabkan degradasi lingkungan dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi alat yang efektif dalam memantau dan mengevaluasi perubahan penutupan lahan secara spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan penutupan lahan di DAS Lasolo menggunakan pendekatan SIG dan metode Maximum Likelihood Classification (MLC) pada citra Landsat tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat klasifikasi utama tutupan lahan, yaitu hutan (572,81 ha), pertanian lahan kering (103,46 ha), pemukiman (84,70 ha), dan lahan terbuka (3,06 ha). Analisis akurasi menggunakan uji Kappa menunjukkan tingkat keandalan klasifikasi yang tinggi dengan nilai 87,38%, yang mengindikasikan tingkat kesesuaian yang sangat baik antara hasil klasifikasi dan kondisi lapangan. Selain itu, hasil analisis Persentase Penutupan Vegetasi (PPV) menunjukkan nilai 88,5%, yang dikategorikan sangat baik yang mencerminkan bahwa DAS Lasolo masih memiliki tingkat vegetasi yang tinggi. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa meskipun tutupan lahan yang sangat baik dalam wilayah DAS, faktanya daerah pemukiman bagian hilir selalu mengalami banjir. Oleh karena itu masih perlu dilakukan kajian variabel lainya di DAS Lasolo.