Rundengan, Gerald Edward
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluation of Drug Prescription Appropriateness for BPJS Kesehatan Patients Against the National Formulary at Noongan Regional General Hospital Kountur, Gabriela; Lolo, Widya Astuty; Rundengan, Gerald Edward
PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.49716

Abstract

The prescription of medication in healthcare facilities that collaborate with health social security administering agency refers to the National Formulary. Writing prescriptions that do not comply with the National Formulary can affect the quality of pharmaceutical services in hospitals and may result in rejected prescriptions for patients. The aim of this study was to determine the percentage of drug prescription compliance among BPJS Health patients with the National Formulary during the period of January to June in 2021 and 2022 at noongan regional general hospital, as well as to compare the percentage of prescription compliance between the years 2021 and 2022 during the same period. This research employed a descriptive design with retrospective data collection. The results of the study revealed an average percentage of prescription compliance with the National Formulary of 69.25% during the period of January to June 2021. However, during the period of January to June 2022, there was a decrease in the percentage to 67.22%. Therefore, it can be concluded that the compliance of prescription writing with the National Formulary has not yet reached the established standard.
Evaluasi Pengelolaan Obat di Puskesmas Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan Onibala, Putri Marfanti; Citraningtyas, Gayatri; Rundengan, Gerald Edward
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/gcz2b563

Abstract

Pentingnya pengelolaan obat yang efektif di Puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, sesuai standar Permenkes RI Nomor 74 Tahun 2016. Berdasarkan survei pendahuluan di Puskesmas Motoling Barat, ditemukan permasalahan yang pernah terjadi seperti kurangnya ketersediaan obat, penyimpanan kurang baik karena ketiadaan fasilitas seperti AC, dan pendistribusian obat tanpa prosedur. Selain itu, belum ada tenaga apoteker yang bertanggung jawab langsung terhadap pengelolaan obat. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kesesuaian pengelolaan obat di Puskesmas Motoling Barat dengan standar pelayanan kefarmasian yang di tetapkan dalam Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan observasi langsung dan wawancara. Data-data diperoleh dari observasi dan wawancara, serta laporan pemakaian dan lembar permintaan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek perencanaan, permintaan, penyimpanan dan pendistribusian obat secara keseluruhan telah memenuhi standar pelayanan kefarmasian sesuai Permenkes RI Nomor 74 Tahun 2016 dan berada dalam kategori baik.
ANALISIS TENAGA KEFARMASIAN BERDASARKAN METODE WORKLOAD INDICATORS STAFFING NEED (WISN) DI INSTALASI FARMASI RSUD DATOE BINANGKANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Wuisan, Andi Kifli; Lolo, Widya Astuty; Rundengan, Gerald Edward
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31146

Abstract

Pelayanan kefarmasian di rumah sakit merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi pada pelayanan pasien, penyediaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan BMHP. SDM Kesehatan merupakan faktor penting untuk menjamin pelayanan yang tepat dan menempati posisi pekerjaan yang sesuai. Ketidaksesuaian dapat disebabkan distribusi staf yang masih belum mengacu pada kebutuhan nyata. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebutuhan yang tepat terhadap tenaga kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow dengan metode penelitian yaitu WISN (Workload Indicators Staffing Need) adalah metode untuk menghitung kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja. Hasil penelitian diperoleh jumlah total kebutuhan SDM sebesar 1,641 atau = 2. Jumlah kebutuhan yang tepat yaitu sebanyak 2 orang tenaga kefarmasian, sedangkan tenaga yang ada sebanyak 11 orang tenaga kefarmasian maka terdapat kelebihan tenaga yaitu sebanyak 9 orang tenaga kefarmasian dan diperoleh rasio WISN sebesar 5,5 (1) artinya jumlah tenaga berlebih atau overstaffing.
Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Dispepsia di Instalasi Rawat Jalan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Chandra, A Salsabila Stefani; Mpila, Deby Afriani; Rundengan, Gerald Edward
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/q7d91713

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna dengan prevalensi tinggi yang berpotensi menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani secara tepat, sehingga penting untuk memastikan penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat pada pasien dispepsia di Instalasi Rawat Jalan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis pasien periode Juli–September 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 80 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kriteria rasionalitas indikasi, pasien, dan obat masing-masing mencapai 100%. Namun, pada kriteria tepat dosis masih ditemukan ketidaksesuaian sebesar 8,75%, sementara yang sesuai sebesar 91,25%. Kesimpulannya, sebagian besar ketepatan penggunaan obat pada pasien dispepsia sudah baik, namun perlu adanya penyesuaian dosis sesuai standar terapi untuk meningkatkan kualitas pengobatan.
Perbandingan Efektivitas Antibiotik Terhadap Luaran Klinis Pasien Dengan Penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado Pangemanan, Christian; Mpila, Deby Afriani; Rundengan, Gerald Edward
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/29532j68

Abstract

Infeksi Saluran kemih (ISK) merupakan penyakit infeksi bakteri pada bagian kandung kemih hingga sistem organ ginjal. Penggunaan antibiotik ceftriaxone dan ciprofloxacin sering kali menjadi pilihan utama dalam tatalaksana penyakit ISK, sehingga perlu dilakukan perbandingan efektivitas antibiotik yang efisien dalam penanganan ISK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas antara antibiotik ceftriaxone dengan ciprofloxacin terhadap luaran klinis pasien dengan penyakit ISK yang dirawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 70 pasien, pengambilan sampel berasal dari data rekam medis pasien ISK menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik Mann-Whitney digunakan untuk melihat perbandingan efektivitas antibiotik berdasarkan rata-rata lama rawat inap yang menghasilkan nilai  p = 0.451 (p > 0.05), pada uji statistik Chi-Square digunakan untuk melihat perbandingan efektivitas antibiotik berdasarkan kadar leukosit pasien setelah menerima terapi antibiotik yang menghasilkan nilai p = 0.743 ( p > 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada kedua jenis antibiotik berdasarkan nilai signifikansi pada parameter lama rawat inap dan kadar leukosit pasien infeksi saluran kemih.