Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penyuluhan dan Pemeriksaan Kadar Kolesterol sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Kolesterol pada Lansia di Pekon Gadingrejo Utara, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu Abdul Karim, Dewi Damayanti; Dirga; Sarmoko; Novrilia Atika Nabila; Imam Safei; Charisa Nabirawati Sitindaon; Wenda Reka Pratama; Bama Tangguh Galih; Farhan Fauzan; Tria Putriani; Kireine Kosma Ramadhani; Silvia Damayanti; Adinda Salsabila; Dito Aditya Sasongko; Vigo Atsil Nugraha
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v6i3.1798

Abstract

High cholesterol or hyperlipidemia is a major risk factor for cardiovascular disorders such as coronary heart disease. Managing high cholesterol can involve lifestyle changes and pharmacological treatment, but many people still lack an understanding of the importance of effective cholesterol management. This Community Service activity aims to raise awareness and knowledge about cholesterol, including risk factors, health impacts, and management strategies through community-based health education programs. The methods of this activity include counseling, open discussions, and health screenings. This community service program was conducted in Pekon Gadingrejo Utara, Gadingrejo District, Pringsewu Regency, with a target specifically aimed at the elderly. The results of this activity showed an increase in public understanding of hyperlipidemia, evidenced by an increase in post-test scores from the pre-test (42,6%). In health screenings with 50 participants, 90% were found to have high cholesterol. This activity was deemed effective in increasing community knowledge and identifying the prevalence of hyperlipidemia among the local elderly population.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Etika Komunikasi Remaja Karang Taruna Lingkungan RT 005 Mustika Jaya Bekasi Alisya Fairuz Zahira; Adinda Salsabila; Cindy Febbiola; Dhisva Putri; Fildza Aulia Rahma; Haya Thabitah Nayanthi; Heri Sandi; Hilda Agny Muanih; Kamayla Imara; Meilvia Maulidina; Monica Theresa; Noneng Fidela; Syifa Nur Fiqhiyah; Yoni Afiliansyah; Murtiadi, Murtiadi
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i2.7496

Abstract

This study aims to analyze the influence of emotional intelligence on the communication ethics of Karang Taruna teenagers in the RT 005 Mustika Jaya Bekasi environment, with the background that emotional intelligence is a key factor in forming effective and ethical communication among teenagers. Emotional intelligence, which includes the ability to recognize, understand, and manage one's own and others' emotions, is believed to play an important role in encouraging ethical communication behavior, such as honesty, responsibility, and respect for others. Karang Taruna teenagers as an age group that is experiencing dynamic emotional and social development, often face challenges in maintaining communication ethics due to low emotional intelligence, which can trigger internal conflicts, misunderstandings, and decrease the quality of social interactions. Through a quantitative approach, this study examines the relationship between emotional intelligence and communication ethics, with the hope of providing both practical and academic contributions in efforts to strengthen the character of the younger generation who are able to communicate politely, ethically, and build positive social relations in society, especially in youth organizations such as Karang Taruna RT 005 Mustika Jaya Bekasi.
Perancangan UI/UX Website Bandung Bawah Tanah Yang Responsif Adinda Salsabila; Darsiti Darsiti; Novita Anggraini; Mamok Andri Senubekti
Jurnal Manajemen Informatika & Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober : Jurnal Manajemen Informatika & Teknologi
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/2gxcdc03

Abstract

This research is entitled “Responsive Bandung Bawah Tanah Website UI/UX Design”. Bandung Bawah Tanah is a website created to meet the needs of building cultural narratives about the independent music scene in Bandung and Indonesia, to become a bridge between the music community and the academic realm, technically this website is used as an information and communication channel for music activists to jointly conduct research, writing, and building narratives about the underground music scene. The research objective intends to create a UI/UX design design model using the Human Centerd Design (HCD) approach. Using this HCD approach will ensure that this website is not only informative, but also provides an optimal user experience, so that it can be easily accessed by various groups, especially the younger generation who are the main targets.
PEMBERDAYAAN KAUM DHUAFA: MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP KAUM DHUAFA MELALUI PROGRAM PEMENUHAN KEBUTUHAN DAN PEMBINAAN EKONOMI Adinda Salsabila; Tarisa Farah Azizah; Michael Alven Chaniago; Rifma Ghulam Dzaljad
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 04 (2024): JULI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak lepas dari makhluk lainnya untuk saling membantu dan tolong menolong dalam berbuat kebaikan. Sebagai sesama manusia kita mempunyai kewajiban untuk membantu kepada yang nasibnya kurang beruntung dari kita. Sebagaimana telah dijelaskan dalam Surah Al-Maun tentang pentingnya membantu sesama manusia terutama kepada manusia yang membutuhkan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Dalam mengimplementasikan surat Al-Maun tentang membantu sesama manusia pendekatan konsultatif merupakan pilihan yang baik. Fokus utama penelitian pengabdian ini adalah membantu mensejahterakan masyarakat Hasil dari penelitian ini menunjukkan program yang dilakukan oleh mahasiswa FISIP UHAMKA untuk menumbuhkan rasa kepedulian dengan mengadakan kegiatan pemberdayaan terhadap kaum dhuafa. Jurnal ini tidak sekedar respon praktis terhadap tantangan sosial dan ekonomi kaum dhuafa melainkan juga sebagai implementasi dari ajaran kemanusiaan dan keadilan sosial yang terdapat dalam Surah Al-Maun.
Batik Gambir di UMKM Batik Gambir Tigo Sarumpun Adinda Salsabila; Indra Irawan
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 11 (2025): Menulis - November
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i11.726

Abstract

Penelitian ini berjudul “Batik Gambir Pada UMKM Batik Gambir Tigo Sarumpun”, bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi batik gambir, warna yang dihasilkan dari ekstrak gambir, bentuk motif gambir. Masalah dalam penelitian ini batik gambir menggunakan pewarna alami yang diekstrak dari tanaman gambir sementara batik konvensional menggunakan pewarna sistesis dan di batik gambir cenderung menghasilkan warna cokelat muda dan cokelat tua tergantung pada proses ekstraksi gambir dan berapa kali proses pencelupan kain terhadap larutan ekstrak gambir. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus yang bersifat deskriptif. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan beberapa Teknik, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini yaitu proses produksi batik gambir memiliki sembilan tahap. Tahapan ini menunjukkan perbedaan signifikan dari proses produksi batik konvensional, khususnya pada tahap pewarnaan. Pewarnaan batik gambir menggunakan ekstrak gambir menghasilkan warna dari cokelat muda hingga cokelat tua. Intesitas warna yang dihasilkan tergantung frekuensi pencelupan kain pada larutan ekstrak gambir, semakin sering dilakukan, semakin gelap warna yang dihasilkan. Karakter bentuk motif gambir terdapat dua bentuk utama: 1). Motif Tanaman Gambir: Reprentasi visual dari tanaman gambir itu sendiri, 2). Motif Rantai Berirama: Bentuk pola tersusun yang membentuk komposisi segitiga simetris.
Membangun Kesetaraan Gender dalam Budaya Jawa melalui Model Integratif Adinda Salsabila; Syafira Badhiatus Shidqah; Dwi Wulan Aryanti; Nadya Indria Wandari; Chintya Inayatus Zahro
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v11i1.14797

Abstract

Kesetaraan gender merupakan isu penting dalam konseling, terutama dalam konteks multibudaya yang menghadirkan beragam tantangan terkait norma sosial dan budaya. Salah satu  isu gender yang berpengaruh adalah konsep kanca wingking dalam budaya Jawa, yang secara tradisional menempatkan perempuan dalam ranah domestik. Model integratif dalam konseling memungkinkan konselor untuk mengeksplorasi lebih dalam terkait nilai-nilai budaya yang dibawa oleh konseli. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model integratif dalam konseling multibudaya sebagai strategi dalam mendukung kesetaraan gender, termasuk dalam konteks budaya Jawa yang masih mempertahankan konsep kanca wingking. Metode penelitian yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif  menggunakan literatur terkait konseling multibudaya, model integratif, dan isu gender kanca wingking. Hasil kajian menunjukkan bahwa model integratif dapat membantu konselor dalam menangani permasalahan gender secara lebih komprehensif. Dengan demikian, model ini menjadi pendekatan yang relevan dalam praktik konseling yang berorientasi pada keadilan gender.
Pengaruh Recycled Fine Aggregate (RFA) dan Substitusi Fly Ash terhadap Kuat Tekan dan Bioreseptivitas Mortar Bioreceptive Adinda Salsabila; Eva Arifi; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya Construction and Demolition Waste (CDW) dan keterbatasan agregat alami mendorong pemanfaatan Recycled Fine Aggregate (RFA) sebagai agregat halus dalam mortar. Namun, porositas dan daya serap air RFA yang tinggi berpotensi menurunkan kinerja mekanik mortar, sehingga fly ash digunakan sebagai substitusi parsial semen untuk memperbaiki mikrostruktur. Kombinasi RFA dan fly ash juga berpotensi mendukung konsep bioreseptivitas, yaitu kemampuan material mendukung kolonisasi organisme hidup, dengan lumut (Bryophyta) sebagai organisme uji. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh RFA dan variasi persentase fly ash (0%, 10%, 20%, 30%) terhadap kuat tekan mortar serta terhadap tiga parameter bioreseptivitas, yaitu pH permukaan, water absorption, dan laju pertumbuhan lumut, pada umur 28, 56, dan 90 hari. Berdasarkan hasil pengujian, kuat tekan mortar menunjukkan pola fluktuatif bergantung pada setiap umur pengujian. Pada umur 28 hari, nilai kuat tekan mortar meningkat seiring bertambahnya kadar fly ash, terutama pada kadar 30%. Pada umur 56 hari, kuat tekan bersifat non-linear dengan nilai optimum pada kadar fly ash 10%. Pada umur 90 hari, kuat tekan menurun secara konsisten seiring bertambahnya kadar fly ash, dengan nilai tertinggi pada kadar fly ash 0%. Pada mortar dengan lumut, kadar fly ash 10% secara konsisten menghasilkan kuat tekan tertinggi pada umur 56 dan 90 hari. Nilai pH permukaan menurun dari kisaran 12-13 menjadi 9-10 akibat karbonasi dan reaksi pozzolan. Fly ash 10% menunjukkan water absorption tertinggi (7,23% dengan lumut), dinilai menguntungkan bagi retensi kelembapan biologis meskipun secara konvensional diasosiasikan dengan mutu mortar lebih rendah. Evaluasi pertumbuhan lumut dilakukan berdasarkan pengamatan visual, analisis luas penyebaran (ImageJ), serta pengamatan mikroskopis (Dino-Lite) pada umur 90 hari. Seluruh variasi mengalami degradasi jaringan lumut pada sekitar hari ke-35 dan tidak menunjukkan pemulihan hingga akhir pengamatan, sehingga kolonisasi aktif lumut belum dapat disimpulkan secara konklusif dalam periode 90 hari. Kata Kunci: Bioreseptivitas, Bioreceptive Mortar, Fly Ash, Kuat Tekan, Lumut, Recycled Fine Aggregate