Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perencanaan Dinding Penahan Tanah pada Ruas Jalan Dr. J. Leimena. Hative Besar Kota Ambon: The Planning of Retaining Wall on the road of Dr. J. Leimena Hative Besar in Ambon City Tuasuun, Fanny; Maitimu, Anthoneta; Latar, Sjafrudin
LITERA: Jurnal Ilmiah Mutidisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): LITERA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The road of Dr. J. Leimena, which is in Hative Besar Village, Ambon City, is one of the provincial roads affected by landslides caused by high intensity rain and strong winds that hit Ambon City, which caused damage to the retaining walls and also caused damage to Several buildings belonging to residents are located around the retaining wall, so repairs and re-planning of the damaged retaining wall are needed. The design of this retaining wall uses a gravity type wall and uses theory and empirical formulas according to Rankine to calculate active earth pressure and passive earth pressure on the retaining wall as well as terzaghi regarding the bearing capacity of the soil. The results of planning the dimensions of a retaining wall using a gravity type retaining wall with a height (H) = 5 m, bottom width (B) = 3.5 m, top width (T) = 0.8 m and Df = 0.83 m. The safety factor obtained from retaining wall planning is that the wall is stable against shear forces with a value of 2.6 > 1.5 (safe) and the wall is stable against overturning forces with a value of 2.6 > 1.5 (safe).
Analisis Penanganan Kelongsoran Lereng Ruas Jalan Leahari-Hukurila Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon Maitimu, Anthoneta; Thenu, Rivalino Narada; Latar, Sjafrudin
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 7 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i6.643

Abstract

Ruas jalan Leahari-Hukurila yang terletak di kota ambon tepatnya di kecamatan leitimur selatan Kota ambon pada STA 00+000-STA 03+850 dengan panjang 3850 meter,ada 2 titik yang kerap mengalami longsor yakni yang pertama pada STA 03+150-STA 03+180 dan titik ang ke dua pada STA 03+750-STA 03+790  karena hujan lokasinya berada di daerah lereng,bukan hanya longsor saja bebatuan besar juga kerap terlepas hingga jatuh di jalan.hal ini menjadi hambatan bagi masyarakat,sebagian masyarakat juga takut untuk melewati kawasan tersebut karena sangat bahaya apabila tiba-tiba terjadinya longsor di daerah lereng. Data primer yaitu sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, cara yang digunakan untuk mengumpulkan data primer adalah interview,p engamatan, observasi, dan dokumentasi. Perhitungan volume longsor sebesar 2,400 m3,dengan peralatan utama yang digunakan adalah excavator dan dump truck. Excavator tersebut mempunyai produktivitas  630 m3/hari untuk 1 unit dan 1,890 m3/hari untuk 3 unit, dengan waktu penyelesaian pekerjaan dalam waktu 2 hari . dump truck tersebut memiliki kapasitas produksi 12,769 m3/jam dengan waktu penyelesaian 6 hari untuk longsor 2,400 m3. Lokasi kedua memiliki voleme kelongsoran 20,400 m3 dan juga  menggunakan  excavator dan dump truck produktivitas excavator tersebut sebesar 653,62 m3 /hari untuk 1 unit, 1.307,24 m3/hari untuk 2 unit , dan waktu penyelesaian pekerjaan selama 16 hari dump truck mempunyai kapasitas produksi 11,857 m3/jam dan menyelesaikan  tugasnya dalam waktu  6 hari selain itu wheel loader di perkenalkan dengan kapasitas produksi 299,82 m3/jam ,menyelesaikan pekerjaan dalam 7 hari untuk tanah longsor seluas 20,400 m3.
Analisis Struktur Dinding Penahan Tanah Tipe Gabion Pada Ruas Jalan Waipia – Saleman Kabupaten Maluku Tengah Hamsa, Nur Linda La; Maitimu, Anthoneta; Titaley, Henriette Dorothy
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 10 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i9.789

Abstract

Ruas Jalan Waipia-Saleman merupakan salah satu jalan lintas Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah – Provinsi Maluku dengan panjang lebih kurang 24 km dan lebar 6 meter sebagai sarana transportasi penting dalam meningkatkan kegiatan ekonomi dan interaksi daerah di Pulau Seram. Terdapat salah satu titik di ruas jalan ini mengalami gangguan berupa lereng yang sangat rawan terjadi kelongsoran. Lereng ini memiliki ukuran panjang mencapai 50 meter. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kestabilan struktur dinding penahan tanah pada gabion pada gaya – gaya yang bekerja dan mendesain dinding penahan tanah dengan tipe gabion. Metode dalam penelitian ini menggunakan dinding penahan tanah tipe gabiondan juga menggunakan teori Rankine untuk menganalisis kestabilan struktur dinding penahan tanah dan juga korelasi nilai N -SPT dibutuhkan untuk menentukan jenis tanah, berat isi. dan juga nilai kohesi serta pengecekan dimensi dinding penahan tanah tipe gabion sesuai syarat serta pengecekan beban jalan berdasarkan SNI tentang syarat -syarat bronjong dan perhitungan stabilitas tanah terhadap bahaya pergeseran pergeseran dan kapasitas daya dukung. Berdasarkan hasil penelitian analisis data didapatkan dinding penahan tanah tipe gabion dengan nilai H = 3,5 dan B = 4 dan  nilai kestabilan terhadap geser (fgs) 18.1 > 1,5 (aman) guling (fgl) 7.367 > 1,5 (aman)  dan daya dukung tanah 181.22 > 3 ( aman ).
ANALISA KAPASITAS RUANG PARKIR (Off Sreet) SEPEDA MOTOR DI AMBON PLAZA Umasugi, Ilham Muhammad Echsan; Maitimu, Anthoneta; Talakua, Elisabeth
JURNAL SIMETRIK Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i1.1269

Abstract

Ambon plaza terletak di Ruas jalan Sam Ratulagi dan Ruas jalan Yos Sudarso dengan panjang pada ruas jalanSam Ratulagi adalah 450 Meter, sedangkan pada ruas jalan Yos Sudarso 460 meter, lebar ruas jalan Sam Ratulagi adalah jalan 7 Meter, dan lebar jalan Yos sudarso adalah 7 meter, kedua ruas jalan tersebut memilik 2 arah , 2 jalur dan terdapat median di ke dua  ruas jalan tersebut. Akibat banyaknya pengunjung yang keluar masuk Ambon Plaza dengan kendaraan bermotor, hal ini sangat berpengaruh terhadap lahan parkir yang tersedia, sehingga kendaraan bermotor dalam hal ini sepeda motor lebih banyak parkir di ruas jalan (Parkir off street) yang ada. Ada kendaraan bermotor yang parkir disebelah kiri median jalan, depan pertokoan, ada kendaraan yang parkir disebelah kanan jalan tepatnya di depan Ambon Plaza, maupun di sisi kanan dan kiri Ambon Plaza. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kondisi lalu lintas pada ruas jalan Sam Ratulagi Dan Ruas Jalan Yos Sudarso.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa karakteristik parkir,kapasitas parkir dan kebutuhan ruang parkir yang terdapat di ambon plaza di kota ambon.Hasil analisa yang di peroleh karakteristik parkir sepeda motor memiliki volume sebesar 1010 kendaraan, durasi parkir berkisar 1-60 menit, akumulasi parkir tertinggi terjadi pada hari minggu 31 oktober 2021 pada jam 15.01-16.00 sebanyak 136 kendaraan, tingkat pergantian terbesar terjadi pada tanggal 28 oktober 2021 sebesar 4,81 motor/petak parkir,serta indeks parkir sebesar 64,76%,kapasitas ruang parkir sepeda motor 204 .
TINJAUAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN UMUM TRAYEK MORELLA – BATU MERAH RUTE JMP Said, Ririn; Maitimu, Anthoneta; Talakua, Elisabeth
JURNAL SIMETRIK Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v12i2.1351

Abstract

Semakin besar besar biaya operasional kendaraan maka tariff yang ditetapkan akan semakin mahal dan sebaliknya semakin kecil biaya operasional kendaraan maka tariff yang ditetapkan semakin murah. Berdasarkan hal itu maka tariff yang angkutan umum Trayek Morella-Batu Merah rute JMP seharusnya diturunkan karena rute yang ditempuh semakin pendek cepta sehingga biaya operasionalnya tidak terlalu besar seperti menggunakan rute lama. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui komponen-komponen apa saja yang mempengaruhi biaya operasional kendaraan, menghitung dan mengetahui besarnya tariff berdasarkan biaya operasional kendaraan. Dalam penelitian mengenai biaya operasional kendaraan (BOK) ini penulis menggunakan metode observasi tinjauan pustaka. Sumber data terdiri dari (Supir dan penumpang). Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisa data menggunakan metode pedoman teknis penyelenggaraan angkutan penumpang umum di wilayah perkotaan dalam trayek tetap dan teratur. Dari analisa yang dilakukan pada angkutan penumpang umum trayek Morella-Batu Merah rute JMP disimpulkan bahwa komponen yang mempengaruhi biaya operasional kendaraan adalah komponen biaya langsung 9penyusutan kendaraan, STNK/Pajak, biaya awak kendaraan), komponen biaya tidak tetap (BBM, ban, servis kecil, servis besar, penambahan oli mesin, retribusi terminal, kir), dan komponen biaya tidak langsung (Izin Trayek) dan tariff angkutan umum trayek Morella-Batu Merah rute JMP berdasarkan biaya operasional kendaraan adalah sebesar Rp. 8.921.