Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH PERUBAHAN IKLIM TERHADAP OPTIMASI KETERSEDIAAN AIR DI DAERAH IRIGASI GOLEK KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG DENGAN MEMPERGUNAKAN PROGRAM LINIER Serang, Rudi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1745.483 KB)

Abstract

Global climatechangeaffects to temperature, relativehumidity, solarradiationlength, wind speed, rainfall andriverdischarge. Due to climatechangethe high of rainfallintensity impact onriver dischargefluctuationsin the wet anddry season. Floods anddroughtsas anatural eventaremoreoften occurredat this time. Golek kananIrrigationareahas a117hectares command area consistingofthefourtertiary those are 5hectares Karangdurentertiary, 100hectaresSutojayantertiary, 10hectaresPakisajitertiaryand2 hectares Glanggangtertiary, thereforetodeal with that extremeimpact,required a systematically irrigationmanagement plansin order tobe still profitable, especially for farmers.The methodology usedin the analysis ofirrigation water availability optimization at Golek kanan command area using theSimplexLinearProgrammingthatwill be obtained cropping area (A), discharge (Q)andmaximum benefit of agricultural production.Based on theanalysisresults indicatesthat has occurred the climate changeonGolek kanancommand area in 2001 that is markedbya shifted inthe rainyanddryseasonsand increasedthe amount ofannualrainfall. Increasing the amount ofrainfallhas an impactonthevolume availability of water intakechanges,before the climate change, the volume availability of water intheintake(cropping season) are MTI =706000 m3, MTII = 686000 m3andMTIII =764000 m3. While from thestudy resultalsoshowedthatafter theoccurrence ofclimatechange, volume ofwater availablein theintakeareMTI =1420000 m3, MTII = 690000 m3andMTIII =570000 m3. Volumeof water availability fromtheoptimizationofthe existing cropping pattern atGolek kananboth beforeand afterclimatechangeis stillsufficient to water requirement for everycropping seasonandthe difference inprofitis 98.525.000 rupiahs peryearwhichis obtainedfromagricultural production.Keywords: Climate Change, WaterAvailability, Linear Programming.
PELATIHAN PEMBUATAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN BAGI KELOMPOK TUKANG DI DESA WAKASIHU Willem Gasperz; Rudi Serang; Nelda Maelissa
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.219 KB) | DOI: 10.31959/jpmi.v2i2.418

Abstract

Kegiatan pengabdian Pelatihan Pembuatan Rangka Atap Baja Ringan berlangsung di desa Wakasihu Kecamatan Leihitu Barat, kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 26 Januari hingga 15 Juli 2019, terdiri atas 5 kegiatan yaitu : Survey awal dan wawancara (26/01/2019), Observasi Lokasi dan Wawancara (01/06/2019), Pengecoran Tiang Gazebo (22/06/2019), Pelatihan Pembuatan Rangka Atap Baja Ringan (29/06/2019) dan Pemasangan Genteng Gazebo (15/07/2019). Partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengabdian ini cukup baik, hal ini terlihat dari setiap rangkaian kegiatan pengabdian dari survey, pengecoran tiang, Pelatihan pemasangan rangka atap baja ringan hingga pemasangan genteng gazebo para tukang selalu terlibat. Kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana karena adanya dukungan penuh dari ibu Raja Wakasihu Hj. Polanunu serta partisipasi masyarakat desa Wakasihu dalam hal ini para Tukang. Output dari Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah penyerahan gazebo rangka atap baja ringan, yang diserahkan kepada Pemerintah desa Wakasihu melalui ibu Raja Hj. Polanunu.
PELATIHAN TEKNIK PEMBUATAN BETON PRECAST DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETRAMPILAN PARA TUKANG DI NEGERI NAKU Rudi Serang; Penina Istia
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.054 KB) | DOI: 10.31959/jpmi.v1i2.223

Abstract

Negeri Naku merupakan negeri adat yang dikepalai seorang Raja. Negeri Naku terdapat dalam administrasi pemerintahan kota Ambon yang secara geografis terletak di daerah pegunungan berbatasan  dari barat dengan Urimeseng, selatan dengan laut banda, timur dengan negeri Kilang, dan utara dengan negeri Hatalai dengan jumlah penduduk mencapai 873 jiwa dikategorikan dalam keagamaan yang ada di Negeri Naku.Beton precast /pracetak merupakan sebuah proses pengolahan dari beberapa campuran beton.  Bahan material terdiri dari semen, pasir (agregat halus ), kerikil ( agregat kasar ) dan air sebagai bahan tambah yang menjadi sebuah masa padat yang dilakukan di bengkel maupun secara fabrikasi, dengan sisi keunggulannya adalah hemat waktu dan efisien, berkwalitas dan bermutu baik, ramah lingkungan dan mengurangi biaya kerja karena dalam proses konstruksi tertentu akan lebih mengurangi jumlah tenaga kerja yang digunakan karena tinggal memasang beton di lokasi tersebut sedangkan jika menggunakan beton konensional akan butuh lebih banyak tenaga kerja dalam membuat dan mengecorbeton di lokasi konstruksi.Berdasarkan hasil suvey awal yang dilakukan oleh tim maka yang menjadi indetifikasi dari permasalahan  yang ada di Negeri Naku adalah umumya masyarakat Negeri Naku yang berprofesi sebagai tukang atau pekerja bangunan rata-rata hanya mengandalkan pengalaman kerja, dan insting dengan metode kerja yang sudah diwariskan oleh orang tua secara turun temurun. Untuk pengetahuan akan sumber daya tentang bagunan sipil sangat kurang dan belum memadai. Masyarakat Negeri Naku yang berprofesi tukang terkadang juga masih kurang pengetahuan dan ketrampilan tentang pembuatan beton,  jenis benton dalam bangunan sipil, terutama benton precast yang semantara tren digunakan oleh masyarakat luar untuk pembangunan pagar perumahan dan lain lain.  Adapun tujuan dari  Pelatihan Teknik Pembuatan Beton Precast adalah  Untuk melatih kelompok masyarakat yang berprofesi tukang kerja bangunan belum sepenuhnya mengenal tentang kerja beton khususnya beton precast untuk pembangunan pagar dan  Unruk menambah pengetahuan tentang ketrampilan atau skill beton precast. Kegiatan Pelatihan Teknik Pembuatan Beton Precast adalah untuk malatih kelompok masyarakat yang berprofesi tukang kerja bangunan dengan sepenuhnya mengenal tentang kerja beton khususnya beton precast untuk pembangunan pagar dan penyetelan dan Pemasangan beton kolom dan dinding plat unruk menambah pengetahuan tentang ketrampilan atau skill dan beton precast
ANALISA PERBANDINGAN WAKTU PENJADWALAN PROYEK DENGAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD) DAN PDM (PRECEDENCE DIAGRAM METHOD) (Studi Kasus : Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana SD Negeri Waemasing, Kec. Waesama, Kab. Buru Selatan) Gabriel C. A. Lesbasa; Meyke Marantika; Nelda Maelissa; Rudi Serang
Journal Agregate Vol. 1 No. 1 (2022): September
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Project delays are a highly unenviable condition. A school project in Waesama Sub-district, Buru Selatan Regency was delayed where 208 days of planning were not achieved, and were realized more than the plan. This study aims to distinguish the duration of the project using CPM and PDM on the project, as well as determine the optimal duration between the two methods. As well as obtaining critical jobs for CPM and PDM. CPM (Critical Path Method) is an AON (Activity on Node) method that only has one constrain, namely FS (Finish to Start). While PDM (Precedence Diagram Method) is an AON (Activity on Node) method that has 4 constrains FS (Finish to Start), SS (Start to Start), SF (Start to Finish), FF (Finish to Finish). The results of this comparative study found that there were differences in activities that were critical, there were also differences in duration after the use of these two methods. Where CPM produces a duration of 203 days, while PDM produces the most optimal duration of 200 days because it saves 8 days more than the duration of project planning. The use of PDM methods were more effective.
ANALISIS PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA PEKERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT PRATAMA DESA HITU KABUPATEN MALTENG Ramona Fitra Sari Lating; Rudi Serang; Wellem Gaspersz; Delvia Rimesye Apalem; Abraham Tuanakotta
Journal Agregate Vol. 2 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/ja.v2i1.1229

Abstract

Occupational Safety and Health (K3) is a science for anticipating, recognizing, evaluating and controlling hazards that arise in the workplace that can impact the health and welfare of workers. The risk of falling is the highest cause of accidents. The use of adequate safety equipment such as guardrails and helmets, as well as the implementation of security procedures such as inspection of non-permanent stairs and scaffolding can reduce the risk of accidents. occupational health on work performance (K3) in the Hitu Village Primary Hospital Development project. Analysis of the data used to calculate the analysis of the application of health and work to the project "Construction of the Hitu Village Pratama Hospital". f test. Based on the results of the analysis it was found that safety (X1) and health (X2) had a positive effect on work performance from the results of testing multiple linear regression analysis from the correlation table or partial correlation, where safety (X1) obtained a value of r = 0.766 with a significance of 0.000 < 0.05 Health (X2) obtained a value of r = 0.592 with a significance of 0.000 <0.05 For the Summary Regression Correlation Model (R) which simultaneously (together) between the variables Health (X1) and Safety (X2) , on Work Performance (Y) a value of r = 0.767 is obtained. Between the two aspects of safety and health on the work performance of the Hospital Development project Hitu Village Primary kit, the most dominant influence from the results of the partial test is the work safety aspect of 0.722 or 72.2%.
A Study of Groundwater Aquifers in Tumbur Village Wer Tamrian District Tanimbar Islands District Rudi Serang
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v1i2.61

Abstract

Water is a primary human need that must be met, but as time increases, the rate of population growth means that water needs are increasingly not being met. The geoelectric method is a geophysical method that utilizes electrical properties to interpret the earth's subsurface. The main aim of the geoelectric method is to find the resistivity value of a rock. The higher the resistivity value, the more difficult it is for the rock to carry an electric current, and vice versa. For this reason, one solution to meet the needs of the Lorulun Village community is to search for groundwater aquifers using one of the methods that can be used, the geoelectric resistivity method. The data collection and analysis method used in this research is to conduct a survey at the location to review and see the conditions directly at the research location. Identification To determine the existence of a water-bearing layer at a certain depth, we can use geophysical methods, namely the geoelectric resistivity method, to obtain an overview of the soil layers below the surface. Apart from that, it can also predict the potential for deep and shallow groundwater in the research area. The problem in this research is analyzing deep groundwater sources based on the characteristics and implementation of geoelectric results and the aim of this research is to conduct a survey and design deep groundwater wells based on the characteristics and implementation of geoelectric results in Tumbur Village, Wer Tamrian District. The data is processed based on the apparent resistivity equation, so that the apparent resistivity value (ρa) is obtained by entering the values ∆V, I, a, and K into the Microsoft Excel program. Then processed using RES2DINV software. The water source is at two points, namely geoelectric drilling points 01 and 02, respectively, where the aquifer is found. The casing screen installation process is placed at 3 meters and 12 meters. The use of gravel packs from a depth of 2 to 12.5 meters is to protect the drilled wall hole from landslides and also act as a filter for mud or other materials entering the screen. and with a depth of ± 15 meters, the resistivity shows a brackish water aquifer. This is caused by the influence of seawater intrusion By conducting a survey and designing a deep-ground water well based on the characteristics and implementation of geoelectric results in Tumbur Village, Wer Tamrian District,
Erwin Tuanany S.Tr. M.P.K: ANALISIS PENGARUH PEKERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA PROYEK REHABILITASI JARINGAN IRIGASI WAY APU SISTEM Tuanany, Erwin; Sahusilawane, Tonny; Abdin, Maslan; Serang, Rudi
JURNAL SIMETRIK Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v13i2.1480

Abstract

Pengukuran atau penilaian produktivitas pekerja mutlak harus dilakukan untuk mengetahui prestasi yang dapat dicapai setiap pekerja, apakah baik, sedang, atau kurang. Hal ini memiliki hubungan atau pengaruh dengan tingkat Pendidikan, motivasi dan tingkat pendapatan dalam melaksanakan pekerjaan proyek konstruksi. Tujuan dalam penelitian ini yaitu Mengetahui pengaruh Tingkat Pendidikan, Motivasi, Tingkat Pengahsilan terhadap produktivitas pekerja dan Mengetahui pengaruh hubungan siknifikan antara Tingkat Pendidikan, Motivasi, Tingkat Pengahsilan pekerja dengan produktivitas pada Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Way Apu Sistem (Sub. D.I Way Pamali, Way Leman, Way Lo) metode penelitian yang digunakan yaitu Kuantitatif statistik dengan bantuan program aplikasi SPSS. versi 26, uji validitas dan uji relibilitas. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi berganda. Hasil penelitian memberikan kesimpulan sebagai berikut korelasi secara simultan (bersama-sama) antara variable Tingkat Pendidikan, Motivasi dan Tingkat Pengahsilan terhadap tingkat Produktivitas memberikan kontribusi sebesar 60,7%. Tingkat Pendidikan berpengaruh terhadap produktivitas diperoleh nilai sebesar r = 0,738, Korelasi parsial antara Motivasi dengan tingkat produktivitas diperoleh nilai sebesar r = 0,749 dan Tingkat Penghasilan dengan tingkat produktivitas diperoleh nilai sebesar r = 0,759. Nilai dari ketiga variable di atas yaitu tingkat Pendidikan, motivasi dan penghasilan menunjukan hubungan yang kuat positif terhadap produktivitas.
Evalusai Ketersediaan Air Bersih Pada Masyarakat Desa Tutukembong Kecamatan Nirunmas Kabupaten Kepulauan Tanimbar Feninlambir, Narlet; Serang, Rudi; Marantika, Meyke; Matitaputty, Apri Adam
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i4.61

Abstract

Kebutuhan air bersih yaitu banyaknya air yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air dalam kegiatan sehari-hari seperti mandi, mencuci, memmasak, menyiram tanaman dan lain sebagainya. Sumber air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari secara umum harus memenuhi standar kwalitas dan kwantitas. Air bersih merupakan kebutuhan utama manusia bagi keberlangsungan hidup secara berkelanjutan. Penggunaan air bersih sangat penting untuk aktifitas manusia diantaranya minum, mandi, mencuci dan keperluan lainya. Ketersediaan air bersih yang di temui adalah tidak mencukupi dan kapasitas distribusi yang di perlukan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di karenkan setiap tahun mengalami penambahan jumlah penduduk. Pada tahapan analisis dilakukan survey di lokasi penelitian dan mengambir data jumlah penduduk dan data debit exsisiting dengan mengelolah data dengan menggunakan metode aritmatik digunakan untuk menghitung rata-rata kebutuhan dan ketersediaan air bersih per tahaun sedangkan metode geometrik tujuan dari penelitian ini adalah mendapatakan ketersediaan debit air untuk mencukupi kebutuhan air bersih  prediksi 10 tahun kedepan dan mendapatkan kapsitas distribusi yang di perlukan untuk mencukupi kebutuhan air bersih di Desa Tutukebong Kecamatan Nirunmas.Berdasarkan hasil analisis jumlah penduduk dan ketersediaan debit air prediksi 10 tahun kedepan adalah 14.33 m^3/hari dan kapasitas distribusi 72 m^3/hari tidak sebanding dengan kebutuhan yang di perlukan sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih di Desa Tutukembong Kecamatan Nirunmas 10 tahun kedepan.
Kajian Sistem Penyediaan Air Bersih Pada Masyarakat Halong Atas Kecamatan Baguala Kota Ambon Jusuf, Hesti La; Serang, Rudi; Abdin, Maslan; Matitaputty, Apri Adam
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i4.62

Abstract

Sumber air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari secara umum harus memenuhi standar kuantitas dan kualitas. Air bersih merupakan kebutuhan utama manusia bagi keberlangsungan hidup secara berkelanjutan. Penggunaan air bersih sangat penting untuk aktivitas manusia diantaranya minum, mandi, mencuci dan keperluan lainnya. Karena itu wajar bila sektor air bersih mendapatkan prioritas penanganan utama karena menyangkut kehidupan banyak orang. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan air bersih mengalami permasalahan yang ditemui adalah ketersediaan air tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari hari dikarenakan setiap tahun mengalami penambahan jumlah penduduk dan alih fungsi lahan dimana daerah tangkapan air yang tadinya hutan sudah dijadikan menjadi lahan pertanian dan perumahan penduduk. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui data primer yang di lakuakan melalui pengambilan dan pengukuran di lapangan berupa pengamatan dan pencatatan kondisi air pada sumber air negeri Halong khususnya di Halong Atas RT 17 dan RT 18, dan data sekunder yang dimana data yang di gunakan adalah data penduduk dan debit air. Metode aritmatik digunakan untuk menghitung rata-rata kebutuhan dan ketersediaan air bersih per kapita sedangkan metode geometrik tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan ketersediaan debit air untuk mencukupi kebutuhan air bersih prediksi 10 tahun kedepan dan mendapatkan kapasitas distribusi yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan setempat. Berdasarkan hasil analisis ketersediaan debit air kebutuhan air bersih Halong Atas RT 17 dan RT 18 prediksi 10 tahun kedepan adalah 115,35 m³/hari dan kapasitas distribusi yang diperlukan tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih adalah 198 m³/hari.
Tinjauan Sistem Drainase Pada Kawasan Desa Wayame Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon Kamaludin, Nadila; Serang, Rudi; Titaley, Henriette Dorothy
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i4.63

Abstract

Drainase merupakan salah satu bangunan air yang di dibuat untuk proses pengaliran yang berasal dari air hujan maupun limbah rumah tangga pada suatu lahan / kawasan agar dapat mengalirkan air ke aliran sungai sehingga dapat mengurangi genangan pada permukaan jalan di lokasi penelitian, agar drainase dapat berfungsi secara optimal dan masalah genangan dapat diatasi. Analisa Hidrologi dipakai data curah hujan selama 10 tahun terakhir yang diperoleh dari kantor BWS Maluku. Untuk menghitung Analisa frekuensi curah hujan dipakai dua (2) Metode yaitu Distribusi Log person III dan distribusi  Gumbel, kemudian dilakukan pengujian dengan dua (2) metode, yaitu : Uji Chi-Kuadrat Dan Uji Smirnov Kolmogorov untuk mengetahui metode mana yang cocok dipakai untuk menghitung Analisa curah hujan. Data jumlah penduduk digunakan untuk menghitung jumlah debit air kotor pada setiap saluran drainase. Berdasarkan hasil analisis untuk kala ulang 5 tahun diperoleh  curah hujan rencana sebesar 205,857 mm, dengan presentase pertumbuhan penduduk sebesar 0,09% pertahun sehingga jumlah penduduk Desa Wayame adalah 5.954 jiwa. Dari hasil analisa didapati jumlah debit rencana yang masuk pada saluran drainase adalah 0,205 m3/detik sedangkan debit saluran adalah 2,242 m3/detik. Sehingga didapati bahwa saluran drainase mampu menampung debit banjir rencana. Sedangkan berdasarkan hasil analisis sedimentasi terdapat 104,75 m3 sedimentasi didalam saluran. Serta faktor penyebab masalah kinerja drainase yaitu penduduk dan sedimentasi.