Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DOKUMEN MUTU PKPPS KHIDMATUSUNNAH BERBASIS AKREDITASI Isti Fatonah; Andree Tiono Kurniawan; Karsiwan
Journal of Community Dedication and Development (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2023): Juli- Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari program kegiatan pengabdian ini yaitu tersosialisasikannya delapan standar akreditasi pada PKPPS Khidmatussunah melalui aplikasi Sispena, dan tersedianya SDM PKPPS yang terlatih dan terampil dalam pengelolaan dokumen penyelenggaraan pendidikan di pondok pesantren. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunkan bentuk pendidikan kepada masyarakat kepada PKPPS Khidmatusunnah sebagai sasaran kegiatan. Belum terakreditasinya lembaga PKPPS ini dikarenakan berbagai faktor seperti kurangnya pemahaman akan standar nasional pendidikan, kesadaran dalam pendokumentasian dokumen pendidikan, dan kesulitan pemenuhan unsur dokumen akreditasi, hingga masih asingnya kriteria 8 pada aplikasi Sispena. Sosialisasi sistem penilaian akreditasi diberikan dengan mengacu pada delapan standar nasional pendidikan. Pendampingan penyusunan dokumen akreditasi diperlukan dalam mengawal pemenuhan data dukung dan dokumen yang diperlukan dalam delapan standar nasional pendidikan
Gamelan Gamelan sebagai cermin identitas budaya: gamelan Trijayanto, Septian; Karsiwan; Sari, Lisa Retno
PANGGUNG Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i4.3633

Abstract

Gamelan has a strong social and spiritual function, strengthening solidarity and reflecting the traditional values of society. The purpose of this study is to determine the function of gamelan as a cultural identity of the Javanese community in Palas Subdistrict, South Lampung Regency. The type of research used is descriptive qualitative, with data collection using in-depth interviews, observation and documentation techniques. Data analysis utilised qualitative data analysis with stages of data collection, data reduction, and conclusion drawing. The results of the study illustrate that gamelan acts as a social medium that connects generations and strengthens community social bonds. Gamelan also functions as a spiritual symbol in various traditional ceremonies and religious rituals, creating harmony and balance in the cultural identity of its owners. The local community in the Palas area plays a role through art associations by continuing to strive to preserve the gamelan tradition in a sustainable manner. In addition, efforts to preserve and pass on traditional arts and culture can be carried out in various ways, such as integrating gamelan as part of performing arts into the education curriculum through cultural arts lessons and local content, as well as holding festivals or regional cultural events so that gamelan continues to have a stage in accompanying traditional music and other performances.
The Cultural Interaction and Local Identity Formation at the Beteng Sari Archaeological Site, East Lampung Endang Indika Yustina; Karsiwan
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v3i3.301

Abstract

The Beteng Sari Archaeological Site in East Lampung represents a socio-historical landscape shaped by long-term cultural interaction within the civilizational networks of the Indonesian archipelago.     It is concluded that Betengng Sari as a space of cultural interaction and dynamic local identity formation, moving beyond the predominantly descriptive approaches of previous research. Employing a qualitative historical case study design, the research is based on field observations, in-depth interviews, and the analysis of archaeological remains and written sources. The main findings indicate that the configuration of earthen fortifications and ditches, the distribution of domestic artifacts, the presence of Chinese ceramics, metal objects, ancient coins, and a cosmologically oriented burial complex demonstrate Beteng Sari’s integration into regional trade networks and cultural mobility. The coexistence of megalithic traditions, Hindu–Buddhist influences, early Islamic remains, and imported material culture reveals a layered process of acculturation characterized by continuity and adaptation rather than cultural replacement. It is concluded that Beteng Sari functioned as an interregional node of interaction in which local agency played a crucial role in shaping spatial organization, social practices, and collective memory, thereby framing local identity in East Lampung as a contextual and non-essentialist historical construction, with theoretical implications for studies of cultural interaction and landscape archaeology. Situs Purbakala Beteng Sari di Lampung Timur merepresentasikan lanskap sosial-historis yang terbentuk melalui interaksi budaya jangka panjang dalam jaringan peradaban Nusantara. Penelitian ini bertujuan menganalisis Beteng Sari sebagai ruang interaksi budaya dan pembentukan identitas lokal yang dinamis, melampaui pendekatan deskriptif yang selama ini mendominasi kajian situs. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus historis melalui observasi lapangnon-esensialismendalam, serta analisis tinggalan arkeologis dan sumber tertulis. Temuan utama menunjukkan bahwa konfigurasi benteng dan parit, sebaran artefak domestik, kehadiran keramik Cina, artefak logam, uang kuno, serta kompleks makam berorientasi kosmologis menegaskan keterhubungan Beteng Sari dengan jaringan perdagangan dan mobilitas budaya regional. Koeksistensi tradisi megalitik, pengaruh Hindu–Buddha, Islam awal, dan budaya material impor mengindikasikan proses akulturasi berlapis yang berlangsung melalui kesinambungan dan adaptasi, bukan penggantian budaya. Disimpulkan bahwa Beteng Sari berfungsi sebagai simpul interaksi lintas wilayah, di mana agensi masyarakat lokal berperan penting dalam membentuk tatanan ruang, praktik sosial, dan memori kolektif, sehingga identitas lokal Lampung Timur dapat dipahami sebagai konstruksi historis yang kontekstual dan non-esensialis, dengan implikasi teoretik bagi kajian interaksi budaya dan arkeologi lanskap.