Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Telenursing in Health Services in the Era of the COVID-19 Pandemic: Literature Review I Made Rai Mahardika; Luh Gde Nita Sri Wahyuningsih; Putu Ayu Lestarini
Babali Nursing Research Vol 3 No 2 (2022): July
Publisher : Babali Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.054 KB) | DOI: 10.37363/bnr.2022.3275

Abstract

Introduction: The development of telenursing is very rapid in various countries. The practice of telenursing supports nurses in providing care to patients without requiring nurses to meet directly with patients so as to reduce the spread of COVID-19 from nurses to patients, or vice versa. Telenursing is an alternative in providing health and long-distance services during the COVID-19 pandemic era. This literature review aims to determine the benefits of telenursing in health services in the COVID-19 pandemic era. Methods: The method used is a literature study analyzed from several journals. related to the topic taken. Journals were searched through ProQuest, EBSCO and google scholar with keywords telenursing, COVID-19 and health services. Results: The results of 11 articles show the benefits of telenursing in health services, including preventing the transmission of COVID-19 infection, media and health counseling, analysis costs and sustainable health services. Conclusion: Telenursing is one of the answers in overcoming the changes that occur to meet the needs of health access in the community. The application of telenursing during the COVID-19 pandemic provides various benefits for both patients and health workers. Telenursing has positive implications in preventing the transmission of COVID-19, as a medium for counseling and health promotion, minimizing medical costs and as a continuity of care.
The Relationship between the Level of Family Knowledge about Post-Stroke Care and the Level of Independence in Activity Daily Living (ADL) Lestarini, Putu Ayu; Murianto, I Nyoman; Solehah, Eka Lutfiatus
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.3986

Abstract

Stroke is a condition characterized by the rapid development of clinical signs of focal and general neurological deficits that can be severe, last for more than 24 hours, and may lead to death. Activities of Daily Living (ADL) refer to the functions and activities that an individual can normally perform without assistance from others. The level of family knowledge about post-stroke care is crucial in supporting the ADL of stroke patients. This study aims to determine the relationship between the level of family knowledge and the level of independence in ADL among post-stroke patients. This research is a descriptive correlational study with a cross-sectional design using quantitative methods. Sampling was conducted using a total sampling technique. The data collection tool used was a questionnaire. The total sample in this study was 46 people. The results showed a p-value of 0.000, which is less than the alpha value of 0.05, thus rejecting H0 and accepting Ha. This means there is a significant relationship between the level of family knowledge and ADL in post-stroke patients, with a correlation strength of 0.658, indicating a strong and positive relationship. Furthermore, the relationship between the two variables is in the same direction. If the level of family knowledge is continuously improved, the level of independence in ADL among post-stroke patients will also increase.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI PADA MASYARAKAT DI DESA CEPAKA KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN BALI: Stunting Prevention Through Education In The Community In Cepaka Village, Kediri District, Tabanan District, Bali Lestarini, Putu Ayu; Yuniarti, Lucia Ni Luh; Sudiarta, I Ketut; Lestari, Made Pande Lilik; Agustina, Komang Srititin
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i1.18

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu program yang menjadi target utama pada agenda kesehatan Indonesia. Tingginya kejadian stunting di Indonesia sehingga dilakukan upaya pencegahan terjadinya stunting menjadi prioritas untuk menjamin lahirnya generasi Indonesia Emas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan promosi kesehatan secara berkesinambungan pada ibu batita. Tujuan: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu batita dalam mencegah terjadinya stunting. Metode: Populasi sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah seluruh ibu batita yang berada di Desa Cepaka, Tabanan. Jumlah populasi adalah sebanyak 28 orang ibu batita. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah direct service learning melalui ceramah memberikan penyuluhan stunting. Evaluasi dilakukan secara kualitatif dengan memberikan pertanyaan tentang materi stunting. Hasil: Peserta penyuluhan kesehatan tentang stunting mampu memberikan jawaban dengan tepat dan sesuai materi yang telah diberikan dalam promosi kesehatan. Peserta memahami tanda gejala terjadinya stunting, faktor penyebab, cara mencegah, serta pengetahuan lainnya tentang kesehatan gizi ibu dan batita. Kesimpulan: Promosi kesehatan tentang stunting dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara pencegahan terjadinya stunting, sehingga perlu diberikan pembaharuan informasi kesehatan secara berkesinambungan.
Implementation of Family Nursing Care on the Level of Family Independence in Overcoming Family Health Problems Agustini, Ni Rai Sintya; Solehah, Eka Lutfiatus; Lestarini, Putu Ayu
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.4818

Abstract

The family, as the smallest social unit, is interdependent and crucial in addressing health issues collectively. Family nursing care involves transferring knowledge and skills to enable families to independently manage health problems, aiming to foster behavioral change toward better health practices. This study investigates the impact of family nursing care on the level of family independence in managing health issues in Banjar Kesambi, Kerobokan. Using a quasi-experimental one-group pretest-posttest design, 60 families meeting specific criteria were selected through purposive sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate (dependent T-test) methods. Results indicated a significant positive effect of family nursing care on family independence in managing health challenges (p-value = 0.000).
PENGENALAN DAN PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER BEKAM PADA MASYARAKAT DESA : Introducting and Provisioning Of Complementary Cupping Therapy In Village Communities Lestarini, Putu Ayu; Solehah, Eka Lutfiatus; Dewi, Desak Putu Risna
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i2.24

Abstract

Latar Belakang: Terapi komplementer bekam juga dikenal sebagai terapi cupping, adalah praktik pengobatan tradisional yang telah digunakan selama ribuan tahun di berbagai budaya. Kenyataanya masih banyak masyarakat yang belum begitu mengenal dan dapat merasakan pengobatan komplementer bekam secara langsung Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengenalan, pemahaman, dan pengalaman kepada masyarakat Desa Cepaka mengenai terapi komplementer khususnya terapi bekam sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan Community-Based Participatory. Pelaksanaan bertempat di Desa Cepaka Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan selama 2 hari yaitu pada tanggal 3-4 Oktober 2024. Peserta berjumlah 29 orang. Hasil: Tingkat pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan memiliki rata-rata skor 70 dan setelah diberikan penyuluhan memiliki rata-rata skor 90. Sebesar 83% peserta merasakan puas dan adanya perubahan setelah dilakukan terapi.. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan penyuluhan dan Sebagian besar masyarakat merasakan puas dengan layanan terapi komplementer bekam.
HUBUNGAN HEALTH LOCUS OF CONTROL DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ARI CANTI GIANYAR: Relationship between Health Locus of Control and Self-Management in Stroke Patients in the Inpatient Room of Ari Canti Gianyar Hospital Dewi, Desak Putu Risna; Lestarini, Putu Ayu; Solehah, Eka Lutfiatus
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.27

Abstract

Latar Belakang: Pasien stroke membutuhkan waktu lama untuk sembuh sehingga diperlukan manajemen diri untuk patuh melaksanakan rehabilitasi dan kontrol serta mencegah serangan berulang yang mengakibatkan kondisi semakin parah. Pelaksanaan manajemen diri pada pasien stroke dipengaruhi oleh faktor dalam diri individu, salah satunya yaitu keyakinan untuk mengendalikan kesehatannya yang disebut dengan istilah health locus of control. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan health locus of control dengan manajemen diri pada pasien stroke. Metode: Jenis penelitian Deskriptip Korelasional dengan rancangan cross- sectional study. Jumlah sampel 45 orang dipilih dengan Purposive Sampling. Alat yang digunakan mengumpulkan data adalah kuesioner, analisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian health locus of control sebagian besar 20 responden (44,4%), manajemen diri sebagian besar 22 responden (48,9%). Hasil uji Rank Spearman didapatkan angka p value sebesar 0,000 menunjukkan ada hubungan health locus of control dengan manajemen diri pada pasien stroke, nilai Coefisien corelation 0,955 menunjukkan korelasi yang kuat dengan arah positif. Kesimpulan: health locus of control yang tinggi menyebabkan pasien memiliki keyakinan bahwa dirinya mempunyai kontrol atas kesehatan dirinya, sehingga pasien tersebut bertanggung jawab terhadap kesehatannya dan mematuhi anjuran-anjuran untuk melakukan manajemen stroke. Simpulan: health locus of control berhubungan signifikan dengan manajemen diri pada pasien stroke.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental Pada Lansia Dengan Penyakit Kronis: Literatur Riview Dwi Astarina Prajayanti, Ni Made; Solehah, Eka Lutfiatus; Ariantini, Nyoman Sri; Lestarini, Putu Ayu
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1410

Abstract

Kesehatan mental pada lansia dengan penyakit kronis menjadi isu penting yang belum tertangani secara optimal. Lansia dalam kondisi ini rentan mengalami stres psikologis akibat keterbatasan fisik, beban ekonomi, serta kurangnya dukungan sosial dan stigma terhadap gangguan mental. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pemberdayaan komunitas dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mental pada lansia dengan penyakit kronis. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis berdasarkan kerangka SPIDER melalui pencarian pada empat basis data utama: PubMed, ProQuest, Sage, dan Science Direct, dengan 13 artikel terpilih sesuai kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa program pemberdayaan berbasis digital, interaksi sosial komunitas, kampanye kesehatan mental, dan pelatihan swakelola dapat meningkatkan kesadaran, memperkuat dukungan sosial, serta mengurangi isolasi dan stigma. Namun, hambatan seperti literasi digital rendah dan keterbatasan akses teknologi masih menjadi tantangan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan teknologi dengan dukungan komunitas dan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia secara menyeluruh.