Made Pande Lilik Lestari, Made Pande Lilik
Sanglah General Central Hospital, Bali.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI PADA MASYARAKAT DI DESA CEPAKA KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN BALI: Stunting Prevention Through Education In The Community In Cepaka Village, Kediri District, Tabanan District, Bali Lestarini, Putu Ayu; Yuniarti, Lucia Ni Luh; Sudiarta, I Ketut; Lestari, Made Pande Lilik; Agustina, Komang Srititin
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i1.18

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu program yang menjadi target utama pada agenda kesehatan Indonesia. Tingginya kejadian stunting di Indonesia sehingga dilakukan upaya pencegahan terjadinya stunting menjadi prioritas untuk menjamin lahirnya generasi Indonesia Emas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan promosi kesehatan secara berkesinambungan pada ibu batita. Tujuan: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu batita dalam mencegah terjadinya stunting. Metode: Populasi sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah seluruh ibu batita yang berada di Desa Cepaka, Tabanan. Jumlah populasi adalah sebanyak 28 orang ibu batita. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah direct service learning melalui ceramah memberikan penyuluhan stunting. Evaluasi dilakukan secara kualitatif dengan memberikan pertanyaan tentang materi stunting. Hasil: Peserta penyuluhan kesehatan tentang stunting mampu memberikan jawaban dengan tepat dan sesuai materi yang telah diberikan dalam promosi kesehatan. Peserta memahami tanda gejala terjadinya stunting, faktor penyebab, cara mencegah, serta pengetahuan lainnya tentang kesehatan gizi ibu dan batita. Kesimpulan: Promosi kesehatan tentang stunting dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara pencegahan terjadinya stunting, sehingga perlu diberikan pembaharuan informasi kesehatan secara berkesinambungan.
PENYULUHAN TENTANG PEMBERIAN PERTOLONGAN PADA ANAK YANG TERSEDAK DI DESA BONTHIING KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG: Counseling Regarding Providing Help To Choking Children In Bonthiing Villlage, Kubutambahan District Buleleng Regency Ariantini, Ni Nyoman Sri; Lestari, Made Pande Lilik; Purnamasari, Ayu
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v2i2.26

Abstract

Latar Belakang: Kondisi kegawatdaruratan medis pada anak dapat terjadi kapan dan dimana saja. Salah satu kondisi kegawatdaruratan yang paling sering terjadi pada anak adalah tersedak akibat masuknya benda asing ke saluran respirasi. Keadaan tersebut memerlukan pertolongan yang baik dan benar serta harus segera ditangani sebelum pasien dibawa kerumah sakit untuk perawatan selanjutnya. Kondisi tersedak yang tidak dtangani dengan segara dapat mengakibatkan kematian. Hal ini terjadi karena ketidakmampuan orang dewasa memberikan pertolongan karena kurang pengetahuan serta ketidakmampuan dalam memberikan pertolongan pertama pada korban tersedak. Tujuan: Peningkatan pengetahuan ibu anak melalui penyuluhan tentang pemberianpertolongan pertama pada anak yang tersedak. Metode: Pengabdian menggunakan metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory Learning and Action yang dilakukan dengan tahapan pre-test, ceramah interaktif dan tanya jawab, video prosedur pelaksanaan dan demonstrasi, serta post test. Peserta berjumlah 20 orang yang dilakukan di Desa Bonthiing. Hasil: Berdasarkan hasil post test pada kuesioner yang diberikan oleh tim PKM setelah diberikan penyuluhan dan praktik demonstrasi pemberian pertolongan pertama pada anak yang tersedak, diperoleh hasil yaitu peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan menjadi sebasar 60%. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi yang berarti dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu dalam merespons keadaan darurat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesempatan bertahan hidup anak-anak dalam situasi darurat yang tidak terduga