Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Implementasi Evidence Based Nursing Practice Latihan Autogenik untuk Mengurangi Kecemasan dan Meningkatkan Kualitas Tidur Prasestiyo, Hamudi; Nurachmah, Elly; Nuraini, Tuti
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v6i2.11723

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengimplementasikan evidence-based nursing practice berupa latihan autogenik untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pada pasien kanekr limfoma yang menjalani kemoterapi. Metode studi kasus dilakukan pada enam pasien kanker limfoma yang menjalani kemoterapi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan penilaian kecemasan Depression, Anxiety, And Stress Scales-42 (DASS-42) dan kualitas tidur diukur secara kualitatif sebelum dan sesudah intervensi. Hasil studi kasus dari penerapan Latihan Autogenik pada pasien Limfoma yang sedang menjalani program Kemoterapi menunjukan bahwa terjadi penurunan kecemasan dengan rerata skor dari 17,8 menjadi 6,5. Masalah gangguan tidur juga teratasi dari laporan pasien merasa lebih lebih baik tidurnya dari sebelum intervensi. Kesimpulan pada implementasi latihan autogenik sebagai evidence-based nursing practice efektif dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pada pasien kanker limfoma yang menjalani kemoterapi. Perawat onkologi dapat mempertimbangkan penggunaan teknik ini sebagai intervensi non-farmakologis. Penelitian lebih lanjut harus dilakukan dengan jumlah partisipan dengan skala yang lebih bersar serta metode penelitian lain dapat berupa RCT sebagai metode yang lebih tinggi. Kata Kunci: Gangguan Tidur, Kanker Limfoma, Kecemasan, Kemoterapi, Latihan Autogenik.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia dengan Gout Arthritis Asnindari, Lutfi Nurdian; Salmiyati, Suri; Prasestiyo, Hamudi
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v6i2.11872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia penderita Gout Arthritis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Instrumen kualitas hidup dalam penelitian ini adalah SF-36. Faktor demografi yang meliputi status pernikahan, pendidikan, status pekerjaan, pendapatan dan asuransi kesehatan diukur menggunakan kuesioner, BMI diukur menggunakan microtoise dan timbangan berat badan, variabel parameter klinis/penyakit adalah nyeri sendi diukur menggunakan Numeric Rating Scale. Korelasi variabel skala data rasio menggunakan product moment pearson dan korelasi variabel skala data ordinal/nominal menggunakan Spearman rank. Apabila p<0,05 maka dinyatakan terdapat hubungan yang signifikan. Hasil yang didapatkan bahwa terdapat hubungan antara nyeri dan kualitas hidup p<0,05, hubungan antara pekerjaan, status pekerjaan, pendidikan, nyeri, IMT dengan kualitas hidup p>0,05. Simpulan, terdapat hubungan nyeri dengan kualitas hidup lansia. Tidak ada hubungan antara pekerjaan, status pekerjaan, pendidikan, nyeri, IMT dengan kualitas hidup lansia dengan Gout Arthritis. Kata kunci: Arthritis Gout, Kualitas Hidup, Lanjut Usia
Progressive Muscle Relaxation: Alternatif Mengurangi Gejala pada Pasien Kemoterapi Hamudi Prasestiyo; Allenidekania Allenidekania; Riri Maria
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.614 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i2.3592

Abstract

This study aimed to analyze progressive muscle relaxation intervention as an alternative to reduce symptoms in patients with chemotherapy. The method used is a systematic literature review through the Science Direct, Proquest, and Scopus databases. The results of this study indicate that 6 scientific articles obtained show that progressive muscle relaxation can reduce physical symptoms such as pain and fatigue and reduce psychological symptoms such as depression, stress, anxiety, drowsiness, increase appetite, improve coping, self-efficacy, increase comfort and quality of life in chemotherapy-induced cancer patients. In conclusion, progressive muscle relaxation can reduce symptoms in cancer patients with chemotherapy physically and psychologically. Keywords: Chemotherapy, Cancer Patients, Progressive Muscle Relaxation
Hubungan Attachment dengan Anticipatory Grief pada Orang Tua Anak Terdiagnosis Kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Yogyakarta Ramadhani, Ria Annisa; Prasestiyo, Hamudi; Setiawati, Estriana Murni
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 5 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v5i2.1595

Abstract

Latar Belakang: Anticipatory grief merupakan reaksi emosional seseorang menghadapi kehilangan dimasa yang akan datang. Reaksi tersebut dialami orang tua yang mengetahui anaknya terdiagnosis kanker. Attachment orang tua dengan anak mempengaruhi anticipatory grief karena orang tua menjadi figure utama kelekatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan attachment dengan anticipatory grief pada orang tua dari anak terdiagnosis kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan rumus slovin sebanyak 78 responden orang tua dari anak terdiagnosis kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Yogyakarta. Instrumen menggunakan kuesioner MM-CGI short form dan IPPA Parent version. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi Kendall Tau. Hasil: Hasil analisis menunjukkan attachment tinggi (43,6%) dan anticipatory grief tinggi (44,9%). Uji korelasi kendall tau menandakan adanya hubungan attachment dengan anticipatory grief dengan nilai p-value=0,000 dan koefisien korelasi 0,411. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara attachment dengan anticipatory grief di Yayasan Kasih Anak Kanker Yogyakarta.
The relationship between self-care and quality of life in heart failure patients: a correlational study Atmanasari , Hesti; Prasestiyo, Hamudi; Wantonoro, Wantonoro
International Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v7i2.4389

Abstract

Heart failure occurs when the heart is unable to pump blood effectively. As a consequence, the supply of oxygen and nutrients to the body decreases. This condition significantly impacts the patient's quality of life. Effective self-care can help improve the quality of life for patients with heart failure. This study aims to examine the relationship between self-care and quality of life among heart failure patients at the Cardiology Clinic of PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. This study employed quantitative, descriptive-correlational design with crosssectional approach. A total of 64 respondents were selected based on inclusion and exclusion criteria using purposive sampling. Data were collected using the Self Care of Heart Failure Index (SCHFI) and the Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire (MLHFQ). Data analysis was conducted using the Kendall Tau correlation test. Based on the result, the most of the respondents, 46 (71.9%) showed a moderate level of self-care, and 55 (85.9%) reported a good quality of life. The Kendall Tau test yielded a p-value of 0.002 with a correlation coefficient of 0.388, which indicated a positive and moderately strong relationship between self-care and quality of life. In conclusion, this study shows that there is a relationship between self-care and the quality of life of the heart failure patients. Good self-care improves disease control and patient adaptation, thus having a positive impact on quality of life.
Efektivitas terapi seft dan back massage terhadap kelelahan dan spiritualitas pada pasien non-hodgkin’s lymphoma diffuse large b-cell cavum nasi dextra: Studi kasus Wulandari, Sri; Prasestiyo, Hamudi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2073

Abstract

Background: Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL) is the most common and aggressive subtype of Non-Hodgkin's Lymphoma, with nasal cavity involvement being very rare. Non-pharmacological approaches such as Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) and back massage have been shown to reduce fatigue and improve spiritual well-being, but combination therapy has not been widely studied. Purpose: To determine the effectiveness of the combination of SEFT and back massage on fatigue and spirituality in patients with nasal DLBCL through a case study approach. Method: The research design used a quantitative descriptive pre-post case study. The subject was a 65-year-old male patient diagnosed with right nasal cavity DLBCL. The intervention was administered over three consecutive days, consisting of a combination of SEFT (15–20 minutes) and slow-stroke back massage (20–25 minutes). The instruments used were the Fatigue Assessment Scale (FAS) and the Spiritual Well-Being Scale (SWBS). Results: There was a decrease in the FAS score from 40 to 32 and an increase in the SWBS score from 69 to 98. Although both interventions were still in the severe and moderate categories, the decrease and increase in post-test scores showed a positive trend after three intervention sessions. Conclusion: The combination of SEFT and back massage effectively reduced fatigue and increased spirituality in patients with nasal cavity DLBCL. This intervention is safe, applicable, and supports a holistic nursing approach. Keywords: Back Massage; DLBCL; Fatigue; SEFT; Spirituality. Pendahuluan: Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL) merupakan subtipe paling umum dan agresif dari Limfoma Non-Hodgkin, dengan keterlibatan kavum nasi yang sangat jarang. Pendekatan non farmakologis seperti Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dan back massage telah terbukti dapat menurunkan kelelahan dan meningkatkan kesejahteraan spiritual, tetapi belum banyak diteliti dalam pemberian kombinasi. Tujuan: Mengetahui efektivitas kombinasi SEFT dan back massage terhadap kelelahan dan spiritualitas pada pasien DLBCL cavum nasi melalui pendekatan studi kasus. Metode: Desain penelitian studi kasus pre–post deskriptif kuantitatif. Subjek adalah pasien laki-laki, 65 tahun, dengan diagnosa DLBCL cavum nasi dextra. Intervensi diberikan selama tiga hari berturut-turut berupa kombinasi SEFT (15–20 menit) dan back massage slow-stroke (20–25 menit). Instrumen yang digunakan yaitu Fatigue Assessment Scale (FAS) dan Spiritual Well-Being Scale (SWBS). Hasil: Terjadi penurunan skor FAS dari 40 menjadi 32 dan peningkatan skor SWBS dari 69 menjadi 98. Meskipun kedua intervensi ini masih dalam kategori berat dan sedang tetapi penurunan dan peningkatan dalam skor post-test menunjukan arah yang positif setelah tiga sesi intervensi. Simpulan: Kombinasi SEFT dan back massage efektif dapat menurunkan kelelahan dan meningkatkan spiritualitas pada pasien DLBCL kavum nasi. Intervensi ini aman, aplikatif, dan mendukung pendekatan keperawatan yang holistik. Kata Kunci: Back Massage; DLBCL; Fatigue; SEFT; Spiritualitas.      
EFEKTIVITAS RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN CARCINOMA COLON DI RUANG BOUGENVILE 2 RSUP DR. SARDJITO Asri, Nyoman Ayu Widi; Prasestiyo, Hamudi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53088

Abstract

Kanker Kolon atau carcinoma colon adalah penyakit yang ditandai dengan perkembangan sel yang tidak terkendali di lapisan epitel pada usus besar. Kemoterapi adalah pengobatan yang sangat efektif dan ampuh untuk melawan kanker, Pendekatan nonfarmakologis relaksasi otot progresif terbukti bisa meningkatkan kualitas tidur pasien yang sedang kemoterapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas relaksasi otot progresif dalam upaya meningkatkan kualitas tidur pasien carcinoma colon yang sedang menjalani kemoterapi. Desain penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang diambil yaitu seorang pasien perempuan berusia 44 tahun dengan diagnosis carcinoma colon, asuhan keperawatan dilakuakn dengan format pengkajian paliatif. Terjadi peningkatan kualitas tidur pasien, intervensi dilakukan selama 3 hari dengan keluhan awal sulit tidur dan sering terbangun menjadi lebih rileks, nyaman, otot-otot tidak tegang dan tidur lebih nyenyak meskipun terbangun untuk BAK dapat tidur kembali. Relaksasi otot progresif adalah intervensi keperawatan komplementer yang potensial, aman, dan memberdayakan pasien untuk memperbaiki kualitas tidur, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Introducing ecoprint batik at Rt 19 Dukuh Kembang: creativity inspired by nature Prasestiyo, Hamudi; Hanifah, Halim Fathan Nurlaila; Pradana, Akhmad Danu Shafar; Alifia, Dita Nur; Palevi, Pramada Lian; Yuliano, Nandito Raka
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.4564

Abstract

The introduction of ecoprint batik techniques to children and adolescents in Dukuh Kembang represents an educational effort aimed at fostering creativity, ecological awareness, and local cultural preservation from an early age. Ecoprint utilizes natural materials such as leaves, flowers, and twigs as dyes and patterns on fabric, making it environmentally friendly and easy to implement with resources available in the local community. Participants were involved in all stages of the process, ranging from material collection and motif arrangement to dyeing and color fixation. The results demonstrated that participants were able to produce artistic works with aesthetic value and economic potential. This program also served as a means of optimizing local resources while strengthening the harmonious relationship between humans and nature. Furthermore, it provides a foundation for building ecological awareness and creative economic empowerment among the village’s younger generation.
Hubungan tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi Sulastriningsih, Inda; Prasestiyo, Hamudi; Sriyati, Sriyati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2690

Abstract

Background: Cancer is a chronic disease that affects not only physical health but also patients’ psychological well-being, including anxiety. Cancer patients undergoing chemotherapy frequently experience anxiety due to treatment side effects, uncertainty regarding prognosis, and concerns about disease recurrence, which may ultimately reduce their quality of life. Purpose: To determine the relationship between anxiety levels and quality of life among cancer patients undergoing chemotherapy. Method: This study employed a quantitative approach with a descriptive correlational design using a cross-sectional method. The sample consisted of 47 cancer patients undergoing chemotherapy, selected through purposive sampling. Anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), while quality of life was assessed using the European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire (EORTC QLQ-C30). Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. Results: The findings indicated that 34.0% of patients experienced moderate anxiety, and 57.4% had a moderate level of quality of life. The Spearman Rank correlation test showed a significant relationship between anxiety level and quality of life among cancer patients undergoing chemotherapy (p-value = 0.000 [< 0.05]) with a correlation coefficient of −0.792. Conclusion: There is a statistically significant and strong negative correlation between anxiety level and quality of life among cancer patients undergoing chemotherapy.   Keywords: Anxiety; Cancer; Chemotherapy; EORTC QLQ-C30; Quality Of Life.   Pendahuluan: Kanker merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis pasien, salah satunya kecemasan. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi sering mengalami kecemasan akibat efek samping terapi, ketidakpastian prognosis, serta kekhawatiran terhadap kekambuhan penyakit, yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 47 pasien kanker yang menjalani kemoterapi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire (EORTC QLQ-C30). Teknik analisa data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Menunjukkan tingkat kecemasan sedang (34%) dan kualitas hidup sedang (57.4%). Uji korelasi spearman rank menandakan adanya hubungan antara tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dengan p-value = 0.000 < 0.05 dan koefisien korelasi -0.792. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.   Kata Kunci: EORTC QLQ-30; Kanker; Kecemasan; Kemoterapi; Kualitas Hidup.
Jenis kanker dengan kualitas hidup pada pasien kanker Aisah, Mugni; Prasestiyo, Hamudi; Widiastuti, Widiastuti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2716

Abstract

Background: Cancer is a chronic disease that not only affects physical conditions but also influences patients’ psychological, social, and environmental aspects. Differences in cancer types may lead to variations in symptoms, treatment processes, and patients’ responses to the disease, which potentially affect quality of life. Purpose: To determine the relationship between cancer type and quality of life among cancer patients. Method: This study is a quantitative research with a descriptive-analytic design and a cross-sectional approach. The study population consisted of 173 cancer patients, with a total sample of 70 respondents selected based on inclusion and exclusion criteria using a purposive sampling technique. The type of cancer was measured using respondents’ characteristic data, while quality of life was assessed using the European Organisation for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire (EORTC QLQ-C30). Data were analyzed using Kendall’s Tau correlation test. Results: Most respondents had breast cancer (85.7%) and good quality of life (92.9%). Kendall’s Tau correlation test showed no significant relationship between cancer type and quality of life, with a p-value of 0.056 >0.05 and a correlation coefficient of -0.185. Conclusion: There was no significant relationship between cancer type and quality of life among cancer patients. The strength of the relationship between the two variables was categorized as very weak with a negative direction, indicating an inverse or non-proportional relationship.   Keywords: Cancer; Cancer Type; Quality Of Life.   Pendahuluan: Kanker merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis, sosial, dan lingkungan pasien. Perbedaan jenis kanker dapat menyebabkan variasi gejala, proses pengobatan, serta respons pasien terhadap penyakit, yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara jenis kanker dengan kualitas hidup pasien kanker. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analtik dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 173 pasien kanker dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden yang dipilih dengan kriteria inklusi dan ekslusi menggunakan teknik purposive sampling. Jenis kanker diukur menggunakan data karakteristik responden, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire (EORTC QLQ-C30). Teknik Analisa data menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau. Hasil: Sebagaian besar responden memiliki jenis kanker payudara (85,7%) dan kualitas hidup baik (92,9%). Uji korelasi Kendall’s Tau menunjukan tidak ada hubungan antara jenis kanker dengan kualitas hidup pada pasien kanker dengan nilai p-value = 0.056 < 0.05 dan koefisien korelasi -0.185. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kanker dengan kualitas hidup pada pasien kanker dan tingkat keeratan hubungan kedua variabel ini di kategorikan sangat rendah dengan arah hubungan negatif yang memiliki makna hubungan berlawanan atau tidak berbanding lurus.   Kata Kunci: Jenis Kanker; Kanker; Kualitas Hidup.