Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan dan Komunikasi Pembelajaran Pendidikan Islam pada MAN Insan Cendekia Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan Surawardi, Surawardi; Ihsan, M. Adli Nurul
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 14, No. 2, Juli-Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i2.3503

Abstract

Jenis pendekatan dan komunikasi pembelajaran pendidikan Islam  yang dilakukan dalam kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler serta ekstrakurikuler di MAN Insan Cendekia Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan terdiri dari ; Pertama ; Keteladanan,  dilakukan hampir disemua sektor pembelajaran pendidikan Islam baik pada kegiatan intrakurikuler , kokurikuler  dan kegiatan kokurikuler. Kedua ;  Pengalaman, pendekatan ini dilakukan hampir disemua sektor pembelajaran pendidikan Islam . Ketiga ; pendekatan disiplin ; pada kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler  pionernya adalah para guru guru yang tepat waktu sesuai jadwal melakukan pembelajaran . Dan yang sangat menarik untuk pendekatan displin ini , lebih banyak melibatkan Osis  dalam menkoper kegiatan ekstrakurikuler . Keempat; . Rasional , pendekatan ini dilakukan hampir disemua sektor pembelajaran pendidikan Islam pada kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler. Kelima; terpadu ; pendekatan terpadu inilah menjadi ciri khas MAN Insan Cendekia Tanah laut dengan  di Asramakan dan belajar secara full Day School.  Pendekatan terpadu dalam pendidikan agama Islam baik dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler serta ekstra kurikuler pada MAN Insan Cendekia Tanah laut meliputi; keimanan, pengalaman ,pembiasaan , rasional , emosional, fungsional dan Keteladanan. Keenam; emosional ; pendekatan ini digunakan kepada siswa siswi MAN Insan Cendekia Tanah Laut beupa ; Nilai perasaan pada diri manusia pada dasarnya dapat menyesuaikan diri terhadap keadaan sekitarnya dalam kehidupan sehari hari.Ketujuh; fungsional; pendekatan ini diterapkan pada kegiatan intrakurikuler dan kokurekuler terhadap siswa siswi MAN Insan Cendekia Tanah Laut berupa ; usaha memberikan materi agama dengan menekankan kepada segi kemanfaatan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari hari  sesuai dengan tingkat perkembanganya. Kedelapan; kemandirian ; pendekatan kemandirian ini lebih ditekankan pada  kegiatan keasramaan melalui, kemandirian dalam menjaga kebersihan kamar dan Asarama, kemandirian mencuci dan melipat pakaian, kemadirian mengelola uang belanja dan sekolah, kemandirian untuk tidak berkomunikasi dengan orang tua kecuali dalam keadaan yang memang sudah di kondisikan seperti hari sabtu atau hari minggu. Jenis  komunikasi  yang digunakan dalam proses pembelajaran pendidikan Islam di MAN Insan Cendekia Tanah Laut Propinsi Kalimanatan Selatan  terdiri dari: Pertama : Komunikasi satu arah ;Penerapan komunikasi ini pada siswa siswi MAN Insan Cendekia Tanah Laut baik dalam kegiatan intrakurekuler dan kokurekuler bahkan ekstrakurikuler dimana  dalam komunikasi ini guru dan tenaga kependidikan pada MAN Insan Cendekia Tala lainya berperan sebagai pemberi aksi dan peserta didik sebagai penerima aksi. Guru aktif dan peserta didik pasif. Kedua :Bentuk Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah; komunikasi ini antara guru /tenaga kependidikan lainya serta peserta didik  pada MAN Insan Cendekia Tanah laut memiliki peranan yang sama yakni pemberi aksi dan penerima aksi  dengan arti keduanya dapat saling memberi dan menerima aksi. Ketiga ; komunikasi sebagai transaksi atau komunikasi banyak arah; komunikasi ini tidak hanya melibatkan interaksi yang dinamis antara guru dan tenaga kependidikan lainya serta peserta didik yang terdapat di MAN Insan Cendeia Tanah Laut  tetapi juga melibatkan interaksi dinamis antara siswa dan siswa lainya. Bentuk komunikasi ini nanpak sekali terlihat  pada kegiatan Osis yang terdapat di MAN Insan Cendekia Tala. Faktor Pendukung ; Sistem Asrama/Full Day School , sistem Pengasramaan bagi Guru guru, sistem Rekrutmen Siswa Siswi yang ketat, sistem Rekrutmen Guru -guru yang juga ketat, faktor sarana dan Prasarana yang memadai, sistem Manajemen sekolah yang baik.. Faktor Penghambat  terdiri dari :latar belakang kebiasaan siswa, belum maksimalnya Akses Sumber Belajar Melaui IT, faktor kejenuhan, faktor Pembiasaan bahasa asing(Arab dan Inggris) yang belum terkoordinir, disiplin yang masih longgar.
PENDEKATAN DALAM PENGELOLAAN KELAS Ihsan, M. Adli Nurul
DARRIS: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 6, No 2 (2023): OCTOBER
Publisher : Program Studi PGMI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/darris.v6i2.311

Abstract

Abstract: Classroom management is a key aspect in a successful learning process. Teachers must have a solid understanding of how to manage their classroom in order to create an effective learning environment. Ten main approaches can be used in managing a classroom, namely authoritarian, intimidation, permissive, cookbook, instructional, group process, socio-emotional, behavior change, electives and pluralistic analytic approaches. Each approach has different characteristics and objectives, and the selection of an appropriate approach may vary depending on the classroom context and learning objectives. In this article, we will explore each of these ten approaches, discussing their characteristics, advantages and disadvantages, and how they can be applied in effective classroom management.Key Word : Approach, Management and Class Abstrak: Pengelolaan kelas adalah aspek kunci dalam proses pembelajaran yang sukses. Guru harus memiliki pemahaman yang kuat tentang bagaimana mengelola kelas mereka agar menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Sepuluh pendekatan utama yang dapat digunakan dalam mengelola kelas, yaitu pendekatan otoriter, intimidasi, permisif ,buku masak, intruksional, proses kelompok, sosio emosional, perubahan perilaku, elektik dan analitik pluralistik. Setiap pendekatan memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda, dan pemilihan pendekatan yang tepat dapat bervariasi tergantung pada konteks kelas dan tujuan pembelajaran. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi masing-masing dari sepuluh pendekatan ini, membahas karakteristik, kelebihan, dan kelemahannya, serta bagaimana mereka dapat diterapkan dalam pengelolaan kelas yang efektif.Kata kunci: Pendekatan, Pengelolaan dan Kelas
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MAN KOTA BANJARMASIN Muhdi, Muhdi; Suraijiah, Suraijiah; Ihsan, M. Adli Nurul; Emroni, Emroni
DARRIS: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 7, No 2 (2024): OCTOBER
Publisher : Program Studi PGMI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/darris.v7i2.561

Abstract

Abstract: In the PAI learning process, the implementation of the independent curriculum is seen in the educational approach that provides flexibility for students to be more active in managing the learning process according to their interests, talents, and needs. With this process, students are led to gain more life skill-based experiences within a framework of independence. The implementation of the independent curriculum in PAI learning at MAN Kota Banjarmasin has provided many very valuable experiences for the future of students as pious people who function as khalifatullah on the surface of the earth. This is due to the implementation of the independent curriculum in accordance with its implementation procedures, namely: The implementation process is preceded by a diagnostic assessment carried out on cognitive and non-cognitive, the non-cognitive is carried out at the beginning of the semester by the BK team to become the basis of their knowledge. While the cognitive teacher carries it out at the beginning of learning such as the formative assessment pretest, for the summative it has been implemented, there is a mid-semester summative, this semester's final summative for assessment. In terms of learning, it has been differentiated both in differentiating content by providing a variety of variations of learning materials, differentiating products after the assessment. This is what then led to the successful implementation of P 5 at the end of the activity. Keyword: Implementation, Independent Curriculum, Islamic Religious Education. Abstrak: Dalam proses pembelajaran PAI, implementasi kurikulum merdeka terlihat pada pendekatan pendidikan yang memberikan fleksibilitas kepada siswa untuk lebih aktif turut mengatur proses pembelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan mereka. Dengan proses seperti ini siswa digiring untuk lebih banyak menimba pengalaman berbasis life skill dalam bingkai kemandirian. Implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran PAI di MAN Kota Banjarmasin telah memberikan banyak pengalaman yang sangat berharga untuk masa depan siswa sebagai insan yang bertaqwa yang berfungsi sebagai khalifatullah di permukaan bumi. Hal ini disebabkan oleh implimentasi Kurikulum merdeka yang sesuai dengan prosedur pelaksanaannya, yakni: Proses implementasi didahului oleh adanya assesment diagnostik dilakukan pada kognitif dan non kognitif, yang non kognitif dilakukan di awal semester oleh tim BK untuk menjadi dasar pengetahuannya. Sedangkan yang kognitif guru melaksanakannya di awal pembelajaran seperti Pretest asessment formatifnya, untuk sumatif sudah dilaksanakan ada sumatif tengah semester, sumatif akhir semester ini untuk penilaian. Dalam hal pembelajaran sudah berdiferensiasi baik pada berdiferensiasi konten dengan menyediakan berbagai macam variasi materi pembelajaran, berdiferensiasi prodak pada setelalah penilaian. Inilah yang kemudian menghantarkan suksesnya pelaksanaan P 5 di akhir kegiatan. Kata Kunci: Implementasi, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam.