Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HIBAH DAN HAK WARIS: STUDI PERBANDINGAN UNDANG-UNDANG DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) widya, widhy andrian pratama; Juli, Djulya Eka Pusvita; Adis, Adis Nevi Yuliani; Endang , Halimah Endang Widyaningsih
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 7 No. 2 (2024): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/almaqashidi.v7i2.3458

Abstract

Hibah yang bertujuan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan dalam kehidupan sehari-hari sering kali justru menimbulkan konflik di antara anggota keluarga. Sebagai pemilik harta, ahli waris memiliki hak untuk mengelola harta mereka secara bebas, tetapi sering kali mereka melanggar peraturan yang mengatur hibah di Indonesia, yang dapat memicu perselisihan di dalam keluarga. Faktor lain yang mempengaruhi adalah ketika ahli waris tidak terlibat dalam pembagian harta atau tidak menerima bagian yang pantas, baik karena ingin mendapatkan lebih dari yang diwariskan atau tidak mendapatkan bagian sama sekali. Artikel ini menggunakan metode penelitian normatif, dengan memanfaatkan literatur dan buku untuk menganalisis doktrin dari perspektif normatif yuridis. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh pemahaman dan gambaran yang lebih mendalam mengenai topik yang diteliti. Dapat disimpulkan bahwa pemberi hibah memiliki hak untuk memberikan hibah kepada siapa pun. Meskipun undang-undang mengizinkan pengelolaan harta milik secara bebas, KUH Perdata menetapkan bahwa hibah, baik yang berupa hibah maupun wasiat, tidak boleh merugikan hak-hak ahli waris yang bersifat tidak terbatas. Pemberian hibah dapat dilakukan baik secara lisan maupun tertulis, sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Pasal 1666 sampai 1693dan Surat Al-Quran Al-Baqarah ayat:177 , yang menjadi landasan kesepakatan dalam Islam dan dapat diterapkan pada pemberian berikutnya. Pemberian bisa disampaikan secara lisan atau dengan dokumen asli, yang tidak menghilangkan keabsahan akta hibah tersebut. Hibah yang diberikan kepada salah satu ahli waris tanpa persetujuan dari ahli waris lainnya dapat dibatalkan akibat tidak adanya persetujuan tersebut   Kata Kunci: Hibah, Kewarisan, UU Perdata dan Kompilasi Hukum Islam.
URGENSI PERJANJIAN PRA NIKAH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Widhy, Widhy Andrian Pratama; adis, Adis Nevi Yuliani; Endang, Halimah Endang Widyaningsih
MAQASHID Vol. 7 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Malang Prodi. Ahwal Al-Syakhsiyyah, IAI Al-Qolam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/maqashid.v7i1.1528

Abstract

اتفاقية ما قبل الزواج هي عقد موقع من قبل العروس والعريس قبل الزواج بحيث يكونان زوجًا وزوجة من الناحية القانونية. باعتبارها عقدًا، فإن هذه الاتفاقية ملزمة للطرفين وقد تتضمن أحكامًا تتعلق بتقسيم الأصول أو إدارة الأصول الشخصية، بحيث يمكن فصل كل منهما في حالة حدوث الانفصال في المستقبل. وعلى الرغم من أن هذا الاتفاق قد يبدو وكأنه علامة على الانفصال، إلا أنه ليس هناك ما يضمن أن الزواج القائم على الحب سيكون خاليًا من الصراع في المستقبل. من خلال اتفاقية ما قبل الزواج، سيتم حماية الأصول الشخصية للزوج والزوجة، كما لو أن الزواج مستمر ويقوم كل منهما ببناء أسرة. في إندونيسيا، يتم الاعتراف باتفاقيات ما قبل الزواج بموجب القانون. تنص الفقرة (1) من المادة 29 من القانون رقم 1 لسنة 1974 بشأن الزواج على أنه يجب على الطرفين إعداد اتفاق مكتوب، بموافقة متبادلة، عند الزواج أو قبله. محتويات هذه الاتفاقية ملزمة أيضًا للأطراف الثالثة المعنية. في الأساس، البحث المعياري هو البحث الذي يبحث ويحلل المعايير التي وضعتها المؤسسات المعترف بها. تستخدم هذه المقالة أساليب البحث المعياري، وذلك باستخدام الأدبيات والكتب لتحليل العقيدة من منظور معياري. يتيح هذا النهج للباحثين الحصول على فهم أعمق وصورة للموضوع قيد الدراسة. لا يركز عقد الزواج على الجوانب المالية فحسب، بل يشمل أيضًا العديد من العناصر المهمة التي تدعم الزواج السلس وتكوين أسرة سعيدة. تصور "عائلة سكينة" الزواج على أنه اتحاد بين قلبين متكاملين، قائم على الحب (المودة) والمودة (الرحمة). في سياق الشريعة الإسلامية، الاتفاق هو سند أو عقد يعكس نية الشخص في تنفيذ أو عدم القيام بأعمال معينة، دون الاعتماد على رغبات الطرف الآخر. وهذا يتماشى مع الشرح الوارد في المادة 76 ق.س. علي عمران، الذي ذكر أن الطرف الذي عقد الاتفاق فقط هو الذي يلتزم بالوعد. تتمثل وظيفة اتفاقية ما قبل الزواج في الحصول على الحقوق القانونية في الأصول الموروثة من الزوجين، أي الأصول المملوكة للزوج والزوجة المستقبليين. وفقا للقانون رقم 1 لسنة 1974، تنقسم الأصول الزوجية إلى فئتين: الأصول المشتركة والأصول الموروثة.
HUKUMAN MATI BAGI BANDAR NARKOTIKA DALAM PERSFEKTIF HUKUM DAN HAM Pratama, Widhy Andrian; Adis, Adis Nevi Yuliani
Realism: Law Review Vol. 2 No. 3 (2024): Realism: Law Review
Publisher : Sabtida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71250/rlr.v2i3.46

Abstract

Artikel ini menggunakan metode Penelitian Normatif, artinya meneliti secara doktrinal dengan literatur dan buku-buku dari segi perspektif normatif hukum, yang berguna memberikan pengetahuan tambahan tentang informasi, dan gambaran umum mengenai apa yang diteliti dalam penelitian ini. Dari penelitian ini dapat kita simpulkan bahwa hukuman mati bagi bandar narkotika merupakan suatu langkah yang terbaik dari penegakan hukum, disebabkan tanpa adanya suatu pengendalian dan pengawasan yang extra ketat, maka penyalahgunaan peredaran narkotika yang dilakukan oleh bandar-bandar akan merugikan dan menimbulkan bahaya yang sangat besar bagi kehidupan berbangsa, dan bernegara. Dan hendaknya pemerintah melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika dengan melakukan sosialisasi tentang narkotika ke masyarakat, karena potensi penyalahgunaan dan peredaran narkotika merupakan ancaman nyata yang perlu segera di berantas.