Hendrik Pandu Paksi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Humanistic Literacy Diagnosis in the Implementation of Javanese Local Wisdom-Based Learning Models for Elementary School Students Ari Metalin Ika Puspita; Hendrik Pandu Paksi; Vicky Dwi Wicaksono; Mulyani
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v11i3.64533

Abstract

One of the problems of dehumanization that occurs in elementary school students is the decline in the values of noble character, fairness, honesty, empathy, respect, love of the country, humility, simplicity and forgiveness. The aim of the research is to diagnose the humanistic literacy of elementary school students by applying a learning model based on local Javanese wisdom. The research method used in this research is quasi experimental design. The research design chosen was pre-experimental with a one-shot case study model design. The research population is elementary school students. The number of test subjects for the instrument was 35 fifth grade elementary school students. The research sample was five elementary schools. The sampling technique in this research is purposive sampling. The number of research subjects was 165 fifth grade elementary school students. The data collection method is non-test. Data collection instrument with questionnaires. The data analysis technique for this research is the T Test (One Sample T-Test). The results show that the integrative learning model based on local Javanese wisdom has an influence on the humanist literacy of elementary school students. The implication of this research is that the learning model based on local Javanese wisdom has an influence on the increase in dehumanism that occurs in elementary school students after the Covid 19 pandemic. This condition can be seen from the increase in humanistic literacy indicators in students including collaboration, communication, critical thinking and creativity. It was concluded that the application of an integrative learning model based on local Javanese wisdom had a significant impact on the humanist literacy of elementary school students.
Pelatihan Menjadi Guru bagi Orang Tua dalam Mendampingi Anak Belajar Dari Rumah Rachmadyanti, Putri; Hendrik Pandu Paksi; Vicky Dwi Wicaksono; Ganes Gunansyah; Suprayitno
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i1.7918

Abstract

Background: Kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) saat pandemic covid-19 ini memberikan dampak terhadap peran orang tua dalam mendampingi anak belajar. Orang tua menggantikan peran guru di kelas untuk dihadirkan dari rumah menjadi tantangan tersendiri. Masalah ini juga dihadapi oleh para orang tua di lingkungan Perumahan Citra Gading Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo. Masalah yang dihadapi para orang tua adalah sulitnya membagi waktu antara bekerja dan mendampingi anak belajar, serta kurangnya pengetahuan tentang cara mendampingi anak belajar dengan efektif. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan mengajar bagi para orang tua. Target yang diharapkan adalah 65% dari mitra merasa sangat puas dan memahami ketrampilan dalam membimbing belajar anak selama BDR. Data dideskripsikan melalui survey kepuasan dan proses pendampingan bagi orang tua selama megikuti pelatihan. Metode: Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi pemberian pemahaman konseptual tentang psikologi perkembangan anak usia Sekolah Dasar, strategi mendampingi anak belajar, dan strategi menata ruang belajar anak. Pelatihan dilanjutkan dengan praktik langsung mendampingi anak belajar dari rumah. Pelatihan ini dilakukan secara luring dengan memperhatikan protokol kesehatan. Hasil: Pada akhir kegatan, berdasarkan hasil survey dan pemantauan selama mengikuti pelatihan, terdapat 83% sasaran mitra yang mampu menujukkan peningkatan ketrampilan dalam mendampingi anak belajar. Selain itu, mitra juga menunjukkan ketrampilan dalam menata ruang belajar bagi anak. Kesimpulan: Pelatihan bagi Orang Tua ini mendapat respon yang baik dari masyarakat serta dapat meningkatkan motivasi untuk mendampingi anak belajar di rumah dengan efektif dan efisien.