Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JKaKa

EFEKTIFITAS YOUTUBE SEBAGAI MEDIA DAKWAH (Studi Kasus Akun YouTube Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Karangdoro Tegalsari Banyuwangi) Abdi Fauji Hadiono; Fatma Izzatun Nafi'ah
JKaKa:Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam Vol. 2 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.567 KB) | DOI: 10.30739/jkaka.v2i1.1392

Abstract

This study discusses how the effectiveness of using YouTube as a medium of da'wah for Pondok Pesantren Darussalam Blokagung also discusses how da'wah content is in great demand by the audience and what obstacles are experienced during the process of preaching using YouTube media. The results of this study indicate that the use of YouTube as a Da'wah medium for PondokPesantren Darussalam Blokagung is considered effective because mad'u is able to receive da'wah material delivered through YouTube media, mad'u also causes changes in attitudes and actions after watching da'wah content on the channel. YouTube Darussalam Blokagung. In addition to the effectiveness felt by mad'u, da'wah content which is considered effective according to mad'u is da'wah in the form of live streaming recitations or light lectures. The obstacles in doing da'wah through YouTube are the lack of stable internet network connection, the lack of consistency of the editorial team in uploading content and the long distance between the editorial office and the domicile of the editorial team.
DAKWAH ISLAM PASCA WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW Maskur, maskur; Abdi Fauji Hadiono
JKaKa:Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam Vol. 3 No. 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jkaka.v3i2.2435

Abstract

Pasca Nabi Muhammad SAW wafat status sebagai Rasulullah tidak dapat diganti oleh siapapun, akan tetapi kedudukan Rasulullah SAW. Sebagai pemimpin kaum muslimin harus tergantikan. Peradaban Islam Periode Al-Khulafa’ Al-Rasyidin. Nabi Muhammad SAW wafat pada tanggal 12 Rabiulawal tahun 11 H atau tanggal 8 Juni 632 M. Sesaat setelah beliau wafat, situasi di kalangan umat Islam sempat kacau. Hal ini disebabkan Nabi Muhammad SAW tidak menunjuk calon penggantinya secara pasti. Dua kelompok yang merasa paling berhak untuk dicalonkan sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW adalah kaum Muhajirin dan Anshar. Terdapat perbedaan pendapat antara kaum Muhajirin dan Anshar karena kaum Muhajirin mengusulkan Abu Bakar as Shiddiq, sedangkan kaum Anshar mengusulkan Sa’ad bin Ubadah sebagai pengganti nabi Muhammad SAW. Perbedaan pendapat antara dua kelompok tersebut akhirnya dapat diselesaikan secara damai setelah Umar bin Khatab mengemukakan pendapatnya. Selanjutnya, Umar menegaskan bahwa yang paling berhak memegang pimpinan sepeninggal Rasulullah adalah orang-orang Quraisy. Alasan tersebut dapat diterima oleh kedua belah pihak.