Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

POTENSI DESA WISATA BONJERUK SEBAGAI DESTINASI WELLNESS TOURISM Ulya, Baiq Nikmatul; Minanda, Hasnia; Budiatiningsih, Mahmudah; Kurniansah, Rizal
Warta Pariwisata Vol 22 No 1 (2024):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2024.22.1.04

Abstract

The general objective of this research was to analyze the potential of Bonjeruk Tourism Village as a wellness tourism destination based on tourism destination components and wellness tourism criteria. This study is a qualitative descriptive research. Data collection was done through literature review, observation and interviews. The results showed that Bonjeruk Tourism Village has tourism destination components in the form of attractions, amenities, accessibility, and ancillary services that are complete and in good condition. Bonjeruk Tourism Village also fulfills the criteria of wellness tourism, where tourists visiting Bonjeruk Tourism Village gain physical, mental, environmental and spiritual experiences. However, Bonjeruk's tourism potential is still in need of more focused development.
PENINGKATAN KAPASITAS PENGELOLA DESA WISATA TETEBATU MELALUI PELATIHAN COPYWRITING SARANA PROMOSI Rojabi, Siti Hamdiah; Hulfa, Ihyana; Budiatiningsih, Mahmudah; Minanda, Hasnia; Sagita, Muhammad Akbar Dio
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Sangkabira, Desember 2025
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v6i1.2510

Abstract

Desa Wisata Tetebatu memiliki potensi alam yang sangat besar untuk pengembangan pariwisata, terbukti dengan beberapa kali terpilih sebagai perwakilan dalam kompetisi desa wisata baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun demikian, pengelolaan pemasaran pariwisata di Tetebatu masih belum optimal. Salah satu kendala utama adalah kesulitan dalam melakukan promosi yang efektif kepada wisatawan, yang disebabkan oleh keterbatasan media promosi yang menarik dan informatif. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas pengelola desa dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif, khususnya melalui pembuatan konten promosi berbasis copywriting untuk media sosial serta penyediaan media promosi cetak. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan keterampilan copywriting kepada pengelola Desa Wisata Tetebatu guna mendukung produksi konten promosi di media sosial dan pengembangan leaflet promosi yang informatif, menarik, dan profesional. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian teori mengenai konsep dasar copywriting, teknik penulisan promosi, serta prinsip komunikasi visual. Kegiatan ini dilakukan di aula kegiatan wisata yang diikuti oleh pengelola usaha wisata, kepala Desa Tetebatu, Kepala Desa Jeruk Manis dan pemandu lokal dengan total 15 orang. Setelah itu, peserta dilibatkan dalam sesi praktik langsung, mulai dari penyusunan konten, proses pengeditan, hingga pendampingan dalam perancangan desain leaflet atau majalah yang disesuaikan dengan identitas Desa Wisata Tetebatu. Hasil kegiatan ini adalah terbentuknya media promosi berupa leaflet yang disebar ke beberapa titik di kawasan wisata Tetebatu dan sekitarnya.
PENINGKATAN KAPASITAS PEMANDU WISATA LOKAL DESA WISATA TETEBATU MELALUI PEMBUATAN GUIDING BOOK Budiatiningsih, Mahmudah; Mahmudah; Ulya, Baiq Nikmatul; Rojabi, Siti Hamdiah; Ferdiansyah, Lalu Ferdi; Isban
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.8887

Abstract

Desa Wisata Tetebatu memiliki potensi wisata yang besar, namun pemandu lokal masih belum maksimal dalam memberikan pelayanan pemanduan terutama terkait standar informasi. Padahal, kualitas pelayanan pemanduan berpengaruh terhadap kepuasan wisatawan. Oleh karenanya, dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas pemandu wisata lokal Desa Wisata Tetebatu melalui pembuatan guiding book. Guiding book ini dapat dimanfaatkan sebagai buku saku yang menjadi pedoman bagi pemandu lokal dalam melakukan tugas pemanduan, sehingga kegiatan pemanduan menjadi lebih berkualitas. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu pemilihan sasaran, identifikasi masalah, penyampaian tawaran solusi kepada mitra, pendampingan penyusunan materi pemanduan, dan penyusunan guiding book. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan penuh dari mitra, yaitu Pokdarwis Desa Wisata Tetebatu, Perangkat Desa Tetebatu, pemandu lokal Desa Wisata Tetebatu, dan masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian diawali dengan koordinasi tim dengan mitra, survei jalur pemanduan dan identifikasi setiap daya tarik wisata, pelatihan dan FGD penyusunan materi pemanduan, dan penyusunan guiding book. Guiding book yang sudah di-review oleh mitra selanjutnya difinalisasi, dicetak, dan didistribusikan kepada para pemandu wisata lokal. Guiding book ini berperan sebagai buku saku para pemandu wisata. Kegiatan pemanduan ini berhasil menyelesaikan permasalahan mitra. Selain produk utama, kegiatan ini juga memberikan peningkatan keterampilan pemandu dalam penyampaian informasi dan memperkuat jejaring kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat lokal.
Profile of The Visitors' Knowledge Related to Disasters at Kuta Mandalika Beach, Central Lombok Regency Budiatiningsih, Mahmudah; Hulfa, Ihyana; Rojabi, Siti Hamdiah; Putri, Cindy Aulia; Jumiarti, Sahya
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 8, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v8i1.76238

Abstract

AbstractKuta Mandalika Beach in West Nusa Tenggara Province, as one of the tourist destinations vulnerable to disasters, requires a good level of disaster preparedness among its visitors. This study aims to determine the disaster knowledge of visitors to Kuta Mandalika Beach. The data collection technique was conducted through a survey using an instrument in the form of a questionnaire. The population of this study is an infinite population. The sampling technique was carried out by convenience with a total of 487 respondents. Respondents in this study were aged between 17 and 55 years who had visited Kuta Mandalika Beach in the last five years. The research instrument was a questionnaire consisting of 46 questions based on a Guttman dichotomous scale, which measured general knowledge about disasters, recognition of disaster signs, and appropriate emergency response actions. The results showed that most visitors had a high level of disaster knowledge, especially regarding types of disasters and identification of natural warning signs. Nonetheless, some respondents showed moderate to low awareness, especially in determining appropriate actions in the event of a disaster. The study also revealed that education level and age were found to correlate with visitors' disaster knowledge.AbstrakPantai Kuta Mandalika di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai salah satu destinasi wisata yang rentan terhadap bencana, memerlukan tingkat kesiapsiagaan bencana yang baik di kalangan pengunjungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan kebencanaan para pengunjung Pantai Kuta Mandalika. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan menggunakan instrumen berupa angket. Populasi penelitian ini adalah populasi infinite. Teknik penentuan sampel dilakukan secara convenience dengan total responden sebanyak 487. Responden dalam penelitian ini berusia antara 17 hingga 55 tahun yang pernah berkunjung ke Pantai Kuta Mandalika dalam lima tahun terakhir. Instrumen penelitian berupa angket yang terdiri dari 46 pertanyaan berdasarkan skala dikotomi Guttman, yang mengukur pengetahuan umum tentang bencana, pengenalan tanda-tanda bencana, dan tindakan tanggap darurat yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung memiliki tingkat pengetahuan bencana yang tinggi, terutama mengenai jenis-jenis bencana dan identifikasi tanda-tanda peringatan alam. Meskipun demikian, sebagian responden menunjukkan kesadaran yang sedang hingga rendah, terutama dalam menentukan tindakan yang tepat saat terjadi bencana. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa tingkat pendidikan dan usia ternyata berkorelasi dengan pengetahuan kebencanaan pengunjung.