Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Orang Tua dalam Pencegahan Kekurangan Vitamin A pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kayon Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S, Ravenalla; Lestarisa, Trilianty; Widiarti, Astri; Prihana Rotua Sitorus, Elisabeth; Andrean Syahridho, Muhammad; Aji Satriyo, Paulus; Kasandra; Apritis Sambo, Nafisy; Sri Danuantari, Ni Putu; Rahmadina, Aprillia
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 4 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Edukasi kesehatan menggunakan media leaflet sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam pencegahan kekurangan vitamin A pada anak. Kekurangan vitamin A dalam tubuh yang berlangsung lama dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berdampak pada meningkatnya resiko kesakitan dan kematian. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kayon, 53,3 % responden memiliki pengetahuan yang masih rendah mengenai pentingnya pemberian vitamin A. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua dalam pencegahan kekurangan vitamin A pada anak di wilayah kerja Puskesmas Kayon. Metode: Jenis penelitian menggunakan desain penelitian Pre Eksperimental Design dengan bentuk rancangan One Grup Pretes-Posttest Design melibatkan 30 responden. Data dianalisis dengan dengan Uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua dengan p-value = 0,000. Simpulan: Didapatkan ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua dalam upaya pencegahan kekurangan vitamin A pada anak, selanjutnya edukasi kesehatan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara terjadwal terutama di wilayah kerja Puskesmas Kayon.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Terhadap Perilaku Masyarakat Di Sibalaya Selatan Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura : The Influence of Health Education on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) on Community Behavior in South Sibalaya, Kamaipura Health Center Work Area Annisa Putri Ana Phalis; Seprius Lago; Tri Mayang; Hasni Manaba; Ervinayanti; Sy. Rugaiyah; Normin Panto; Abdul Kadir; Zuhriyatih Hudodo; Kasandra; Lutfiah N. Botutihe; Eko Saputra; Rifki Azad; Munawir H Usman; Herlina Yusuf; Indra Afrianto; Fitriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.7164

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menggalakkan program PHBS melalui berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Program ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dalam menjaga kesehatannya, salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. Peningkatan proporsi rumah tangga yang menerapkan PHBS dari tahun 2007 (11,2%) menjadi 2018 (39,1%) menunjukkan adanya perbaikan dalam penerapan PHBS di Indonesia. Namun, beberapa indikator masih memerlukan perhatian khusus, seperti pemberian ASI eksklusif, aktivitas fisik harian, dan konsumsi sayur dan buah, yang proporsinya masih rendah.Tujuan penelitian ini adalah untuk pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Huntap Sibalaya Selatan I Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura. Metode penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre- experimental. Rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini b masyarakat di Desa Sibalaya Selatan I Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura. Sampel berjumlah 30 responden, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji paired sample t-test (uji-t berpasangan). Hasil penelitian menunjukkan dari uji Paired Sample T-Test (uji-t berpasangan) diketahui nilai sinifikansi sebesar 0,129 > 0,05. dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Sibalaya Selatan I Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Kesimpulan H0 diterima dan Ha ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di Sibalaya Selatan I Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Saran Diharapkan bagi pihak Puskesmas Kamaipura, khususnya bagian Promosi Kesehatan Puskesmas Kamaipura untuk selalu mensosialisasikan program PHBS kepada masyarakat sehingga masyarakat mendapatkan informasi tentang penting dan manfaat PHBS.
HUBUNGAN POSISI DUDUK DAN DURASI DUDUK SAAT BELAJAR DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA : THE RELATIONSHIP BETWEEN SITTING POSITION AND SITTING DURATION WHILE STUDYING WITH COMPLAINTS OF LOW BACK PAIN AMONG MEDICAL STUDENTS AT PALANGKA RAYA UNIVERSITY Kasandra; Satriyo, Paulus Aji; Nugrahini, Shinta
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.762

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang bersumber dari tulang belakang bagian bawah yaitu pada daerah spinal, otot, saraf dan struktur lainnya di sekitar daerah tersebut. Mahasiswa kedokteran seringkali duduk dalam durasi yang lama dan posisi menetap sehingga menyebabkan otot bekerja terus-menerus dan otot mengalami ketegangan atau pemendekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan posisi duduk dan durasi duduk saat belajar dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta multivariat menggunakan uji regresi logistik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling terhadap 191 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan antara posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah dengan p value 0,015 dan ditemukan hubungan antara durasi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah dengan p value 0,001 serta dilakukan secara simultan analisis hubungan posisi dan durasi duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah memiliki hubungan yang signifikan p value 0,001.