Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pemberian Edukasi Kesehatan Kepada Masyarakat Di Wilayah Kerja BLUD Puskesmas Pahandut Palangka Raya Putra S, Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna; Lestarisa, Trilianty; Widiarti, Astri; Rahmadina, Aprillia; Sarilolo, Renaldi Dupmar; Evita, Zalza Claudia; Claraniza, Kania; Wulandari, Intan Wahyu; Beatrice, Beatrice
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 3 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i3.219

Abstract

Pendahuluan: Upaya peningkatan status kesehatan pada kelompok masyarakat masih menjadi tujuan utama dari pemberian pelayanan kesehatan. Masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat tentunya beragam di mana dapat dipengaruhi oleh karakteristik seperti demografi, usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin serta budaya setempat. Pemberian edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan status kesehatan pada masyarakat dengan memberikan pengetahuan ataupun informasi mengenai masalah kesehatan yang terjadi agar masyarakat menjadi paham bagaimana menghindari faktor risiko dari suatu masalah kesehatan.Tujuan: Tujuan penyuluhan kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan serta informasi terkait dengan beberapa penyakit tertinggi yang ada pada wilayah kerja BLUD Puskesmas Pahandut Palangka Raya yaitu Hipertensi, Osteoarthitis, Scabies, Diabetes Melitus dan Masalah kesehatan reproduksi pada remaja.Metode: Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dibagi menjadi tiga kali, penyuluhan pertama menyampaikan mengenai hipertensi dan osteoarthritis, penyuluhan kedua mengenai scabies dan penyuluhan ketiga mengenai diabetes melitus dan masalah kesehatan reproduksi pada remaja. penyuluhan dilaksanakan di wilayah kerja BLUD Puskesmas Pahandut Palangka Raya yang mencakup posyandu lansia, puskesmas keliling serta sekolah.Hasil: Masyarakat memahami mengenai pengetahuan ataupun informasi yang diberikan selama kegiatan penyuluhan mengenai masalah kesehatan tersebut serta dapat menerapkan perilaku pencegahannya.Simpulan: Perlu dilakukan analisis situasi kondisi kesehatan pada masyarakat agar dapat memberikan penyuluhan yang tepat sasaran sesuai dengan karakteristik masyarakat itu sendiri guna masyarakat dapat menerapkan perilaku pencegahan yang tepat.
Penyuluhan Kesehatan Kepada Masyarakat Mengenai Hipertensi Dan Pentingnya Imunisasi Dasar Di Wilayah Kerja BLUD Puskesmas Pahandut Palangka Raya Putra S, Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna; Lestarisa, Trilianty; Widiarti, Astri; Rahmadina, Aprillia; Kahayansyah, Rizky; Melanie, Fransiska; Purba, Agnes Tiffany; Erwin, Nurul Hikmah
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.295

Abstract

Pendahuluan: Masih banyaknya masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat, menjadi suatu hal yang harus diperhatikan. Masih rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan menjadi perhatian. Perilaku masyarakat yang seperti itu akan berdampak pada status kesehatan mereka dan juga keluarga mereka. Kegiatan pencegahan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan. Salah satu kegiatan pencegahan dapat dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat berupa penyuluhan. Hal ini dilakukan agar pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam menghindari faktor risiko suatu masalah kesehatan dapat meningkat.Tujuan: Tujuan penyuluhan kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan serta informasi terkait dengan hipertensi dan pentingnya pemberian imunisasi dasar.Metode: Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dibagi menjadi 2 tahap kegiatan, penyuluhan pertama menyampaikan mengenai hipertensi dan penyuluhan kedua mengenai pentingnya pemberian imunisasi dasar. Semua tahap kegiatan penyuluhan dilakukan di wilayah kerja BLUD Puskesmas Pahandut Palangka Raya yang mencakup posyandu lansia dan posyandu balita.Hasil: Masyarakat memahami pengetahuan ataupun informasi yang diberikan selama kegiatan penyuluhan mengenai masalah kesehatan tersebut serta dapat menerapkan perilaku pencegahannya serta masyarakat memahami pentingnya mendapatkan imunisasi dasar.Simpulan: Pemberian penyuluhan ini dapat menjadi salah satu upaya dalam mencegah munculnya masalah kesehatan terkait dan meningkatkan taraf kesehatan dari masyarakat.
Pemberian Edukasi Kesehatan Kepada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya Putra S, Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna; Lestarisa, Trilianty; Widiarti, Astri; Rahmadina, Aprillia; Andreas S, Muhammad; Satriyo, Paulus Aji; Kasandra, Kasandra; Danuantari, Ni Putu Sri; Sambo, Nafisy Apritis; Sitorus, Elisabeth Prihana
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i2.389

Abstract

Pendahuluan: Isu strategis mengenai kesehatan yang di hadapi Indonesia seperti penyakit menular dan penyakit tidak menular menjadi perhatian pemerintah, di mana dalam tiga dekade terakhir terjadi peralihan beban penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Masyarakat dalam perilakunya sehari-hari masih banyak yang belum menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya permasalahan kesehatan yang beragam di masyarakat. Perlu dilakukan pemberian edukasi kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan pada masyarakat. Tujuan: Tujuan penyuluhan kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan serta informasi terkait dengan penyakit serta permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian pada wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya yaitu hipertensi, diare, sindrom geriarti, demam berdarah dan pemberian vitamin A. Metode: Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dibagi menjadi 5 kegiatan, penyuluhan pertama menyampaikan mengenai hipertensi, penyuluhan kedua mengenai diare, penyuluhan ketiga mengenai sindrom geriarti penyuluhan keempat mengenai demam berdarah dan penyuluhan kelima mengenai pemberian vitamin A. penyuluhan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya yang mencakup puskemas dan posyandu. Hasil: Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya memahami mengenai informasi yang diberikan selama kegiatan penyuluhan mengenai masalah kesehatan tersebut serta dapat menerapkan perilaku pencegahannya. Simpulan: Agar masyarakat dapat menerapkan perilaku pencegahan yang tepat perlu diberikan penyuluhan yang tepat sasaran sesuai dengan karakteristik masyarakat tersebut selaku sasaran penyuluhan.
Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Orang Tua dalam Pencegahan Kekurangan Vitamin A pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kayon Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S, Ravenalla; Lestarisa, Trilianty; Widiarti, Astri; Prihana Rotua Sitorus, Elisabeth; Andrean Syahridho, Muhammad; Aji Satriyo, Paulus; Kasandra; Apritis Sambo, Nafisy; Sri Danuantari, Ni Putu; Rahmadina, Aprillia
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 4 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Edukasi kesehatan menggunakan media leaflet sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam pencegahan kekurangan vitamin A pada anak. Kekurangan vitamin A dalam tubuh yang berlangsung lama dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berdampak pada meningkatnya resiko kesakitan dan kematian. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kayon, 53,3 % responden memiliki pengetahuan yang masih rendah mengenai pentingnya pemberian vitamin A. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua dalam pencegahan kekurangan vitamin A pada anak di wilayah kerja Puskesmas Kayon. Metode: Jenis penelitian menggunakan desain penelitian Pre Eksperimental Design dengan bentuk rancangan One Grup Pretes-Posttest Design melibatkan 30 responden. Data dianalisis dengan dengan Uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua dengan p-value = 0,000. Simpulan: Didapatkan ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua dalam upaya pencegahan kekurangan vitamin A pada anak, selanjutnya edukasi kesehatan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara terjadwal terutama di wilayah kerja Puskesmas Kayon.
Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Orang Tua Terkait Pentingnya Pelayanan Posyandu Balita Dalam Rangka Peningkatan Mutu Kesehatan Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Menteng Abdurrahman, Ravenalla; Lestarisa, Trilianty; Widiarti, Astri; Rahmadina, Aprillia; Alghifari, Muhammad; Elizabeth, Veny; Prahastika, Tiyara; Handriani, Jeane Nadya
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 1 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Posyandu merupakan kegiatan rutin setiap bulan yang dirancang untuk melakukan pemantauan terhadap pertambahan berat badan balita dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Menteng, Data cakupan penimbangan balita di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Menteng yaitu terdapat 1355 jiwa bayi dan balita yang terdaftar di Poyandu dan rata-rata jumlah balita yang melakukan penimbangan di tahun tersebut sebanyak 388 (28,6%) balita, di mana target cakupan kunjungan Posyandu masih belum tercapai.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap terkait pentingnya membawa balita berkunjung ke Posyandu balita sebagai upaya meningkatkan mutu kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Menteng. Metode: Jenis penelitian menggunakan desain penelitian Pre Eksperimental Design dengan bentuk rancangan One Grup Pretes-Posttest Design melibatkan 30 responden. Data dianalisis dengan dengan uji paired sample t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua dengan p-value = 0,001. Simpulan: Didapatkan ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua terkait pentingnya membawa balita berkunjung ke Posyandu balita sebagai upaya meningkatkan mutu kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Menteng.
Pemberian Edukasi Kesehatan Kepada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Panarung Palangka Raya Abdurrahman, Ravenalla; Lestarisa, Trilianty; Widiarti, Astri; Rahmadina, Aprillia; Achmada, Bunga Fardah Nahdiyah; Jesika, Debora; Haryono, Diajeng Akbar; Aidit, Dipo Nusantara; Shavira, Shafa; Cakrawala, Parameswara Bentang
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 4 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i4.501

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia. PTM adalah penyakit yang tidak menular dari orang ke orang, berlangsung lama, dan biasanya berkembang lambat. Indonesia saat ini menghadapi beban ganda penyakit, yaitu penyakit menular dan Penyakit Tidak Menular. Perubahan pola penyakit tersebut sangat dipengaruhi antara lain oleh perubahan lingkungan, perilaku masyarakat, transisi demografi, teknologi, ekonomi dan sosial budaya. Masyarakat dalam perilakunya sehari-hari masih banyak yang belum menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya permasalahan kesehatan yang beragam di masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan pemberian edukasi kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan pada masyarakat. Tujuan: Tujuan penyuluhan kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan serta informasi terkait dengan penyakit serta permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian pada wilayah kerja Puskesmas Panarung Palangka Raya yaitu kesehatan ibu dan anak, parotitis, stroke, hipertensi, diabetes mellitus dan demam berdarah. Metode: Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dibagi menjadi enam kegiatan, penyuluhan pertama menyampaikan mengenai kesehatan ibu dan anak, penyuluhan kedua mengenai parotitis, penyuluhan ketiga mengenai stroke, penyuluhan keempat mengenai hipertensi, penyuluhan kelima mengenai diabetes mellitus dan penyuluhan keenam mengenai demam berdarah. Penyuluhan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Panarung Palangka Raya yang mencakup gedung puskemas dan posyandu. Hasil: Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Panarung Palangka Raya memahami mengenai informasi yang diberikan selama kegiatan penyuluhan mengenai masalah kesehatan tersebut serta dapat menerapkan perilaku pencegahannya. Simpulan: Perlu diberikan penyuluhan yang tepat sasaran sesuai dengan karakteristik masyarakat selaku sasaran penyuluhan agar masyarakat dapat menerapkan perilaku pencegahan yang tepat.
Pemberian Edukasi Kesehatan Kepada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalampangan Palangka Raya Putra S, Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna; Lestarisa, Trilianty; Widiarti, Astri; Rahmadina, Aprillia; Mutiasari, Dian; Pasaribu, Gilbert Adimarth Panorangi; Cahyati, Hari; Karunia, Henokh; Hizawati, Hizawati; Salsabila, Ivan; Ramadani, Kesya Kamila; Saloh, Rachel Sarita
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 2 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i2.690

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus, hipertensi, asam urat (gout), gastritis, serta kondisi kesehatan umum lainnya seperti anemia dalam kehamilan dan masalah ASI dan MPASI serta penyakit menular seperti campak pada anak masih menjadi perhatian di wilayah kerja Puskesmas Kalampangan Palangka Raya. Permasalahan ini diperparah oleh rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukasi sebagai upaya preventif berbasis komunitas. Tujuan: Memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai topik kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku hidup sehat di wilayah kerja Puskesmas Kalampangan. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan secara tatap muka pada masyarakat umum, ibu hamil, lansia, hingga ibu balita di berbagai posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan. Materi disampaikan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif menggunakan media leaflet. Hasil: Kegiatan edukasi berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap topik-topik kesehatan yang disampaikan. Peserta menunjukkan antusiasme dengan terlibat dalam sesi diskusi dan tanya jawab serta menyampaikan pengalaman pribadi terkait masalah kesehatan. Seluruh kegiatan terlaksana dengan baik dan sesuai tujuan. Simpulan: Edukasi kesehatan merupakan pendekatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit tidak menular dan masalah kesehatan umum lainnya. Penyuluhan yang berkelanjutan dan sesuai karakteristik sasaran sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang sadar dan mampu menerapkan perilaku hidup sehat.
Pengaruh Pemberian Intervensi Berbasis Edukasi Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Dalam Pencegahan Anemia Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kalampangan Putra S, Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna; Lestarisa, Trilianty; Widiarti, Astri; Mutiasari, Dian; Rahmadina, Aprillia; Pasaribu, Gilbert Adimart Panorangi; Cahyati, Hari; Karunia, Henokh; Hizawati; Salsabila, Ivah; Ramadani, Kesya Kamila; Saloh, Rachel Sarita
Sains Medisina Vol 3 No 5 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i5.769

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang dapat memberikan dampak kesehatan serius pada ibu dan beserta janin yang dikandung. Data di UPTD Puskesmas Kalampangan menunjukkan peningkatan kasus anemia dari 5 kasus pada Januari menjadi 9 kasus pada Februari 2025 yang mana meningkat sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi berbasis edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan anemia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kalampangan. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest. Responden sebanyak 15 ibu hamil dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Terdapat peningkatan signifikan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi kesehatan, dengan nilai p-value = 0,001. Edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait pencegahan anemia, dan disarankan untuk dilakukan secara berkala di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kalampangan.
COST UTILITY ANALYSIS PENGOBATAN HEMODIALISIS PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT PEMERINTAH DAN SWASTA DI KALIMANTAN SELATAN Maulidie Alfiannor Saputera, Mochammad; Ismail, Hasan; Rio Pambudi, Didik; Rahmadina, Aprillia; Muslim, Muhamad
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 9 No 2 (2025): Borneo Journal Of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v9i2.629

Abstract

Health care costs have continued to increase over time in patient treatment. Cost-utility analysis, a branch of pharmacoeconomic evaluation, assesses patient utility in relation to incurred costs. Chronic kidney disease (CKD) is among the most prevalent diseases in South Kalimantan; therefore, this study aimed to analyze the cost-utility of CKD patients undergoing hemodialysis. This research employed a cross-sectional design conducted in two hospitals as comparison sites, with a total of 43 participants (16 from a private hospital and 27 from a public hospital). Data were collected prospectively using the validated and reliable EQ-5D-5L questionnaire and Visual Analog Scale (VAS) to assess patient health status, along with observation sheets for cost data. The results showed that the Cost Utility Ratio (CUR) in the private hospital was Rp 78,928.88, while in the public hospital it was Rp 159,868.76, yielding an Incremental Cost Utility Ratio (ICUR) of Rp 8,626.80 per QALY. In conclusion, the private hospital demonstrated better cost-utility compared to the public hospital in providing hemodialysis treatment for CKD patients, as indicated by the ICUR value.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sungai Batang Kecamatan Martapura Barat melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Ikan Sepat Rawa Fitriyanti, Fitriyanti; Rizaldi, Gusti; Rahmadina, Aprillia; Pasaribu, Cindy; Sauqi, Muhammad; Azzahra, Tania Nasyawa; Khairunnisa, Gustii
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13359

Abstract

ABSTRAK Ikan merupakan sumber daya yang bernilai ekonomis, selain itu juga memiliki nutrisi yang dibutuhkan dalam kesehatan. Di Provinsi Kalimantan terdapat komoditi ikan, salah satunya ikan sepat rawa (Trichopodus trichopterus) yang merupakan ikan lokal potensial dan digemari Masyarakat yang memiliki manfaat mencegah penyakit Diabetes Mellitus. Pengolahan diversifikasi produk olahan berbasis ikan sepat rawa. Meliputi proses permohonan izin pelaksanaan, persiapan bahan-alat, sosialisasi dan penjelasan terkait diversifikasi produk olahan berbasis ikan sepat rawa, pengolahan produk, dan evaluasi kegiatan. Pelaku usaha dan tim kader sangat setuju produk-produk yang telah didemokan untuk diolah mandiri (95), alat yang digunakan mudah (85%), kemasan yang didiskusikan dianggap menarik (85%) dan pemanfaatan sosial media dalam pemasaran dapat dilakukan mandiri (95%). Dari hasil evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat ini menghasilkan data peserta sangat setuju dengan materi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan (85%), pengabdian ini dilaksanakan sesuai harapan (95%), dan tim pelaksana telah memberikan pelayanan dan kesempatan yang baik (100%), kepuasaan mitra memiliki persentase 95%, serta harapan kegiatan kedepannya dapat dilaksanakan terus menerus (100%). Produk yang dihasilkan pelaku usaha Desa Sungai Batang berupa serbuk ikan sepat dan stik ikan sepat dapat digunakan sebagai alternatif makanan yang  tidak hanya praktis , namun juga sehat dan cocok untuk makanan pendamping pasien diabetes mellitus. Diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adanya peningkatan pengetahuan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Desa Sungai Batang, Diversifikasi Produk Olahan, Ikan Sepat Rawa  ABSTRACT Fish is a resource that has economic value, besides that it also has the nutrients needed for health. In Kalimantan Province there are fish commodities, one of which is the swamp sepat fish (Trichopodus trichopterus) which is a potential local fish and is popular with the community and has the benefit of preventing diabetes mellitus. Diversified processing of processed products based on swamp sepat fish. Includes the process of applying for an implementation permit, preparing materials and equipment, socializing and explaining the diversification of processed products based on swamp sepat fish, product processing, packaging planning and activity evaluation. Results: Business actors and the cadre team strongly agree that the products demonstrated can be processed independently (95), the tools used are easy (85%), the packaging discussed is considered attractive (85%) and the use of social media in marketing can be done independently ( 95%). The results of the activity evaluation showed that the majority of participants strongly agreed that the activity material met their needs (85%), the activities carried out met expectations (95%), the lecturer team provided good service (100%), partners were satisfied with the activities (95%) and Activities are expected to be carried out sustainably (100%). The products produced by Sungai Batang Village business in the form of sepat fish powder and sepat fish sticks can be used as alternative food which is not only practical, but also healthy and suitable as a complementary food for diabetes mellitus patients. Keywords: Sungai Batang Village, Diversification of Processed Products, Swamp Sepat Fish