Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAN 1 Sawahlunto Wardah Qoniah Salsabila; Zahra Aksell Vahrezy
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 1 (2024): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen kurikulum merupakan salah satu faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAN 1 Sawahlunto. Dengan manajemen kurikulum yang dikelola dengan baik, sekolah dapat secara efektif merencanakan, melaksanakan, dan evaluasi proses belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran manajemen kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAN 1 Sawahlunto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terkait manajemen kurikulum dan kualitas pembelajaran di SMAN 1 Sawahlunto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum yang baik dapat memberikan kontribusi positif terhadap kualitas pembelajaran di SMAN 1 Sawahlunto. Dengan demikian, manajemen kurikulum yang baik di SMAN 1 Sawahlunto dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan kompetensi siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Oleh karena itu, penting bagi sekolah dan para pendidik untuk memperhatikan peran manajemen kurikulum dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAN 1 Sawahlunto.
PENGARUH PENILAIAN RISIKO TERHADAP EFEKTIVITAS MANAJEMEN SEKOLAH Wardah Qoniah Salsabila; Merika Setiawati; Irsyad
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/t8r1ec58

Abstract

Penilaian risiko merupakan salah satu komponen penting dalam manajemen modern yang berfungsi untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi, termasuk di lingkungan pendidikan. Dalam konteks sekolah, penilaian risiko membantu pihak manajemen dalam mengantisipasi berbagai permasalahan yang dapat menghambat pelaksanaan program pendidikan, seperti keterbatasan sumber daya, perubahan kebijakan, maupun gangguan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penilaian risiko terhadap efektivitas manajemen sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal, dan standar manajemen risiko internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan penilaian risiko secara sistematis mampu meningkatkan efektivitas manajemen sekolah, terutama dalam aspek perencanaan, pengambilan keputusan, pengawasan, dan evaluasi program. Sekolah yang menerapkan penilaian risiko memiliki kemampuan lebih baik dalam mengantisipasi potensi hambatan serta merespons perubahan lingkungan pendidikan secara adaptif. Dengan demikian, penilaian risiko berperan signifikan dalam menciptakan tata kelola sekolah yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
PERAN MOTIVASI SEBAGAI PENGGERAK UTAMA KINERJA DALAM ORGANISASI Salma Shafira; Zahra Aksell Vahrezy; Wardah Qoniah Salsabila
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/dqcx0077

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran motivasi sebagai penggerak utama kinerja dalam lingkungan organisasi. Penelitian ini menelaah bagaimana faktor-faktor motivasi internal dan eksternal memengaruhi perilaku karyawan, kualitas kerja, dan tingkat produktivitas secara keseluruhan. Motivasi dijelaskan sebagai kekuatan psikologis yang mendorong individu untuk memulai tindakan, mempertahankan usaha, dan mencapai tujuan organisasi. Analisis pada penelitian ini difokuskan pada elemen-elemen utama yang membentuk motivasi karyawan, termasuk praktik kepemimpinan, lingkungan kerja, sistem penghargaan, dan kesempatan pengembangan diri. Temuan menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki motivasi tinggi memperlihatkan produktivitas, kreativitas, dan komitmen yang lebih kuat dibandingkan mereka yang tidak termotivasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa organisasi yang menerapkan penghargaan yang adil, kepemimpinan suportif, serta lingkungan kerja positif memperoleh hasil kinerja yang lebih optimal. Selain itu, motivasi terbukti mengurangi absensi dan turnover dengan memperkuat keterikatan emosional terhadap pekerjaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas organisasi dan perlu dikelola secara strategis untuk mendukung peningkatan kinerja berkelanjutan.