Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Qur'anic Values in the Luberan Tradition: Strengthening Religious Moderation Based on Local Wisdom Albab, Ulul; Riandita, Lilik; Mutammam, Mutammam; Fanany, Rebecca; Ana, Nurlaila; Ta'rifin, Ahmad
Dialogia Vol. 21 No. 1 (2023): DIALOGIA : JURNAL STUDI ISLAM DAN SOSIAL
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/dialogia.v21i1.5963

Abstract

This study examines the harmony of the "Luberan" tradition in implementing the Qur'anic moderation religious values. This study uses a qualitative method of the field research approach. This analysis shows that; 1) The Luberan tradition applies the four parameters of religious moderation compiled by the Director General of Islamic Education, Kemang, Republic of Indonesia. First, the Luberan tradition plays a role in strengthening nationalism, which is illustrated through the poem Sekar Gendhing Asmaradana as a Javanese song with the theme of love for the motherland, cultural preservation, and activities to protect the environment as a form of implementing its contents. QS. Al Qashash: 85 and QS. An-Nisa': 66. Second, tolerance education in Luberan culture can be seen through the interaction between Muslim and non-Muslim residents in organizing events, the habit of exchanging food, and giving each other. Third, a study on the theme of peaceful Islam shows the integration of QS al-mumtahinah verse 8 as an anti-radicalism and anti-violence educational model. 2) Cultural practices in strengthening the value of religious moderation are taught from generation to generation through religious rituals and mysticism in Luberan culture. This research contributes to finding the concept of strengthening the values of culture-based religious moderation. In addition, this research can also be used as a basis for the Ministry of Religion to integrate cultural practices as a vehicle for moderation in religion.
Qur'anic Values in the Luberan Tradition: Strengthening Religious Moderation Based on Local Wisdom Albab, Ulul; Riandita, Lilik; Mutammam, Mutammam; Fanany, Rebecca; Ana, Nurlaila; Ta'rifin, Ahmad
Dialogia Vol. 21 No. 1 (2023): DIALOGIA : JURNAL STUDI ISLAM DAN SOSIAL
Publisher : Ushuluddin, Adab, and Dakwah Faculty of State Islamic University Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/dialogia.v21i1.5963

Abstract

This study examines the harmony of the "Luberan" tradition in implementing the Qur'anic moderation religious values. This study uses a qualitative method of the field research approach. This analysis shows that; 1) The Luberan tradition applies the four parameters of religious moderation compiled by the Director General of Islamic Education, Kemang, Republic of Indonesia. First, the Luberan tradition plays a role in strengthening nationalism, which is illustrated through the poem Sekar Gendhing Asmaradana as a Javanese song with the theme of love for the motherland, cultural preservation, and activities to protect the environment as a form of implementing its contents. QS. Al Qashash: 85 and QS. An-Nisa': 66. Second, tolerance education in Luberan culture can be seen through the interaction between Muslim and non-Muslim residents in organizing events, the habit of exchanging food, and giving each other. Third, a study on the theme of peaceful Islam shows the integration of QS al-mumtahinah verse 8 as an anti-radicalism and anti-violence educational model. 2) Cultural practices in strengthening the value of religious moderation are taught from generation to generation through religious rituals and mysticism in Luberan culture. This research contributes to finding the concept of strengthening the values of culture-based religious moderation. In addition, this research can also be used as a basis for the Ministry of Religion to integrate cultural practices as a vehicle for moderation in religion.
Edukasi 1000 HPK dan ASI Eksklusif Melalui Program Gensa Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Pucung Tirto Istiana, Puji; Astrivanisa, Ika Wahyu; Ana, Nurlaila; Illiyah, Afifatul; Muiz, Millah Aulia Rahma; Kamila, Anisa
Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (PADIMAS) Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Multi Data Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/padimas.v5i2.13459

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di Indonesia yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu faktor kunci dalam pencegahan stunting adalah menyediakan gizi optimal pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta pemberian ASI eksklusif. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 62 UIN Gus Dur kelompok 61 melalui kegiatan GENSA (Generasi Sehat Sejak Awal) dilaksanakan pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Desa Pucung Tirto dengan target ibu hamil. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya 1000 HPK dan ASI eksklusif dalam mencegah stunting. Metode pelaksanaannya berupa ceramah interaktif, diskusi, serta tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep 1000 HPK, pentingnya gizi ibu hamil, dan manfaat ASI eksklusif. Antusiasme ibu hamil terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan komitmen untuk menerapkan informasi yang diperoleh. Program GENSA terbukti menjadi salah satu bentuk edukasi sederhana namun efektif dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa.
PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN WANPRESTASI DI ANGSURAN RUMAH SECARA IN HOUSE PERSPEKTIF HUKUM PERDATA Ana, Nurlaila; ., Arpangi
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaturan hukum perdata di Indonesia mengatur tentang perjanjian jual beli rumah secara in house antara pengembang dan konsumen dan untuk mengetahui upaya penyelesaian sengketa antara pengembang dan konsumen akibat wanprestasi dalam perjanjian angsuran rumah secara in house menurut mekanisme hukum perdata. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis kualitatif berbasis studi kepustakaan. Data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif untuk memahami perlindungan hukum bagi konsumen yang wanprestasi dalam angsuran rumah in house. Penelitian bersifat deskriptif dan bertujuan menggambarkan penerapan norma hukum perdata melalui analisis sistematis terhadap peraturan, literatur, dan putusan terkait. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pengaturan hukum perdata di Indonesia mengatur tentang perjanjian jual beli rumah secara in house antara pengembang dan konsumen, Pengaturan hukum perdata Indonesia menempatkan perjanjian jual beli rumah secara in house sebagai perjanjian di bawah tangan yang tunduk pada ketentuan KUHPerdata. Pasal 1320 mengatur syarat sah perjanjian, yaitu kesepakatan, kecakapan, objek tertentu, dan sebab yang halal. Pasal 1338 menetapkan asas kebebasan berkontrak yang membuat perjanjian in house mengikat seperti undang-undang bagi para pihak. Ketentuan jual beli dalam Pasal 1457–1540 menegaskan bahwa penjual wajib menyerahkan barang dan pembeli wajib membayar harga. Meskipun sah dan mengikat, perjanjian in house belum memindahkan hak karena peralihan membutuhkan akta otentik sebagai bukti sempurna. Dan upaya penyelesaian sengketa antara pengembang dan konsumen akibat wanprestasi dalam perjanjian angsuran rumah secara in house menurut mekanisme hukum perdata, mengikuti prinsip hukum perdata yang menekankan musyawarah dan itikad baik. Proses dimulai dengan komunikasi dan klarifikasi untuk memastikan duduk perkara, lalu dilanjutkan dengan somasi sebagaimana diatur Pasal 1238 KUHPerdata sebagai syarat menyatakan wanprestasi. Jika somasi tidak menghasilkan penyelesaian, para pihak dapat berunding untuk menyesuaikan kewajiban atau memberikan kompensasi. Apabila negosiasi tidak berhasil, mediasi dengan pihak ketiga yang netral dapat dilakukan. Kesepakatan harus dituangkan dalam Akta Perdamaian agar memiliki kekuatan hukum mengikat.  Kata Kunci; Angsuran Rumah, Hukum Perdata, Konsumen, Wanprestasi.