Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknoinfo

SISTEM MONITORING DAN KONTROLING PROTOTYPE PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS) Alfonsius, Eric; Kalengkongan, Wisard Widsly; Ngangi, Stephano Caesar Wenston
Jurnal Teknoinfo Vol 18, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jti.v18i1.3612

Abstract

Air merupakan salah satu aspek vital yang menjadi sangat penting dalam keberlangungan hidup tanaman. Oleh karena kelembaban tanah yang ideal menjadi faktor kunci. Kelembaban tanah bergantung pada ketersediaan air dalam tanah sehingga tanaman dapat hidup dan berkembang dengan baik dan apabila kandungan air dalam tanah tidak mencukupi maka tanaman tersebut akan layu dan mati. Penyiraman tanaman secara berlebihan maupun berkekurangan dapat berdampak buruk bagi tanaman. Oleh karena itu, penyiraman tanaman merupakan suatu rutinitas yang harus dilakukan secara teratur. Sesuai dengan hasil yang ada menghasilkan beberapa desain alat dan sistem dan dapat terimplementasi ke media tanaman yang ada dengan pengukuruan sesuai modul sensor yang digunakan sehingga berdasarkan pengujian blackbox yang digunakan peneliti, dari ketiga pengujian: pengujian modul sensor, pengujian penggunaan network/jaringan yang terhubung ke perangkat yang ada dan juga pengujian sistem yang dihasilkan, maka sistem monitoring dan kontroling penyiraman tanaman otomatis berbasis Internet of Things, telah berhasil dengan baik dengan tingkat keberhasilan 100%..
Perbandingan Kualitas 3D Berdasarkan Titik Fotogrametri Jarak Dekat Pada Tugu Perang Dunia II Manado Sintaro, Sanriomi; Takaendengan, Mahardika Inra; Ngangi, Stephano Caesar Wenston; Surahman, Ade
Jurnal Teknoinfo Vol 18, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jti.v18i1.3408

Abstract

Tugu Perang Dunia II, yang dirancang oleh Ir. C.K. Uit den Bosch dan dibangun pada tahun 1946 sebagai penghormatan bagi para korban perang, telah lama menjadi peninggalan sejarah yang sangat berharga. Namun, sayangnya, bentuk asli dari tugu ini telah lenyap akibat proses renovasi dan perbaikan yang telah mengubahnya secara drastis. Kini, masyarakat sulit untuk membayangkan atau mengingat bagaimana tampilan asli dari bangunan ini, karena bukti berupa foto dan dokumen yang dapat mengungkapkannya sangat sulit untuk ditemukan. Dampak dari hilangnya identitas visual asli Tugu Perang Dunia II ini sangat signifikan, terutama dalam konteks pelestarian bangunan bersejarah di Kota Manado, yang juga kaya akan bangunan-bangunan berarsitektur kolonial yang unik. Untuk mengatasi tantangan ini, salah satu solusi yang dapat digunakan adalah pemanfaatan teknologi 3 dimensi (3D). Dengan bantuan teknologi ini, kita dapat mengembalikan bentuk asli dari tugu ini secara virtual, sehingga generasi masa kini dan masa depan dapat menghargai dan memahami sejarahnya dengan lebih baik. Penelitian ini berfokus pada perbandingan antara jumlah titik data yang dikumpulkan pada bagian bawah dan bagian atas tugu, yang memiliki tinggi mencapai 40 meter. Dengan batasan sebanyak 150 gambar, perbandingan ini menghasilkan temuan bahwa pengambilan gambar yang lebih banyak di bagian atas akan menghasilkan representasi objek 3D yang lebih akurat dan jelas jika dibandingkan dengan gambar yang lebih banyak di bagian bawah. Ini menjadi langkah penting dalam usaha melestarikan sejarah Tugu Perang Dunia II dan juga menjadi contoh bagaimana teknologi modern dapat digunakan untuk memelihara warisan bersejarah..