Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search
Journal : Paulus Civil Engineering Journal

Sifat Mekanik Beton Mutu Tinggi Dengan Kombinasi Slag NikelDan Slag Baja Yoel Lian Tiranda; Parung, Herman; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 1 (2021): PCEJ, Vol.3, No.1, March 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/tq33ne77

Abstract

Guna meminimalisir terjadinya penumpukan, pemanfaatan limbah slag sangat diperlukan sebagai bahan subtitusi dalamcampuran beton. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui komposisi campuran beton, kekuatan beton serta perbandingan kekuatan beton dengan kombinasi slag nikel dan slag baja sebagai bahan subtitusi agregat halus dan agregat kasar. Prosentase penggunaan limbah slag nikel sebesar 50% sebagai bahan subtitusi agregat halus dan limbah slag baja bervariasi dari 0%, 15%, dan 30% sebagai bahan subtitusi agregat kasar pada campuran beton mutu tinggi (f’c = 42 MPa). Dalam penelitian ini mix design menggunakan metode SNI 03-2834-200. Benda uji yang dipakai berupa silinder dengan dimensi diameter 15 centimeter dengan tinggi 30 centimeter sejumlah 36 benda uji dan balok dengan ukuran 15x15x60 sebanyak 9 buah. Pengujian yang dibuat dalam variasi umur 7 hari, 21 hari, dan 28 hari. Berdasarkan sifat mekanik beton rata-rata menggunakan limbah slag baja sebagai subtisusi pada variasi 30% diperoleh hasil terbesar masing-masing 45,27 MPa, 4,91 MPa dan 5,09 MPa untuk nilai kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur beton.
Pengaruh Agregat Sungai Battang Terhadap Kekuatan Beton Dendi Nadaf Mantja; Sandy, Desi; Gunadi, Tjiang Arif
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 4 (2020): PCEJ, Vol.2, No.4, December 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/3gkyak21

Abstract

Material alam yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari sungai Battang kota Palopo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik agregat dan kekuatan beton. Jenis penelitian menggunakan metode American Concrete Institude dengan identifikasi benda uji silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, serta balok dengan panjang 60 cm, lebar 15 cm dan tebal 15 cm. Pengujian kuat tekan sebanyak 24 benda uji, pengujian kuat tarik belah sebanyak 6 benda uji dan kuat lentur sebanyak 6 benda uji dengan jumlah benda uji keseluruhan sebanyak 36 sampel untuk kuat tekan rencana 23 Mpa dan 30 Mpa. Hasil penelitian yang didapatkan dari penelitian ini yaitu untuk uji kuat tekan rencana 23 Mpa dengan nilaisebesar 23,861 Mpa dan kuat tekan rencana 30 Mpa nilai yang didapatkan sebesar 31,501 Mpa, uji kuat tarik belah dengan kuat tekan rencana 23 Mpa dengan nilai yang didapatkan 1,957 Mpa dan kuat tekan rencana 30 Mpa dengan nilai 2,769 Mpa, serta uji kuat lentur kuat tekan rencana 23 Mpa dengan nilai 3,022 Mpa dan untuk kuat tekan rencana 30 Mpadengan nilai 3,425 Mpa. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa karakteristik agregat sungai Battang memenuhi Standar Nasional Indonesia dan dapat mencapai nilai kuat tekan yang direncanakan
Pengaruh Suhu Waktu Pengecoran Terhadap Kuat Tekan dan Tarik Beton Nita Bonita Rombe; Mara, Junus; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 4 (2020): PCEJ, Vol.2, No.4, December 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/2bs44w49

Abstract

Penelitian ini membahas tentang berapa besar pengaruh suhu waktu pengecoran terhadap kuat tekan dan tarik beton. Beton banyak digunakan dalam dunia konstruksi karena harga yang murah dan pelaksanaan yang mudah. Namun, diperlukan pengetahuan yang cukup luas mengenai sifat bahan dasar beton, cara pembuatan dan waktu pelaksanaan pengecoran di lapangan agar dapat meningkatkan fungsi beton secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh suhu waktu pengecoran terhadap kuat tekan dan tarik belah beton yang optimal. Pada penelitian ini dibuat benda uji untuk campuran beton normal dengan kuat tekan rencana f’c = 30 Mpa, menggunakan silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 36 buah. Pengecoran benda uji dilakukan dengan variasi suhu waktu pada pagi, siang, sore dan malam hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan dan kuat tarik belah beton maksimum rata-rata sebesar 31,31 Mpa dan 2,64 Mpa pada suhu 23°C waktu pagi hari. Dari hasil penelitian secara umum, menunjukkan bahwa suhu waktu pengecoran tidak signifikan mempengaruhi kuat tekan dan tarik beton yang dihasilkan. 
Pengaruh Fly Ash Dan Bottom Ash Sebagai Bahan Substitusi Pada Beton Marlyana Antika Pagau; Tanijaya, Jonie; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 4 (2020): PCEJ, Vol.2, No.4, December 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/1vba5c16

Abstract

Pada umumnya limbah pabrik tidak dapat dibuang langsung karena dapat mencemari lingkungan. Di kota Makassar, Sulawesi Selatan tepatnya di PT. Makassar Tene menggunakan batu bara sebagai bahan bakar pabrik, dimana sisa pembakaran batu bara tersebut menghasilkan limbah fly ash dan bottom ash yang memerlukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur beton serta untuk mengetahui pengaruh persentase substitusi fly ash dan bottom ash pada campuran beton. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode American Concrete Institute (ACI) dengan mutu rencana sebesar 23 MPa. Dari hasil penelitian dengan substitusi fly ash sebagai semen sebesar 15% dan substitusi bottom ash sebagai agregat halus dengan persentase 0%, 5%, 10% dan 15%, diperoleh nilai kuat tekan beton umur 28 hari sebesar 26,031 MPa, 25,088 MPa, 24,239 MPa dan 23,107 MPa, nilai kuat tarik belah beton sebesar 2,146 MPa, 2,075 MPa, 2,028 MPa dan 1,981 MPa serta nilai kuat lentur beton sebesar 3,274 MPa, 3,173 MPa, 3,022 MPa dan 2,921 MPa. Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui bahwa campuran beton dengan substitusi fly ash dan bottom ash ini mengakibatkan beton mengalami penurunan kekuatan seiring bertambahnya persentase substitusi bottom ash
Pemanfaatan Bottom Ash Sebagai Bahan Substitusi Agregat Halus Terhadap Kekuatan Beton Agnes Claudia Posedung; Phengkarsa, Frans; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 3 (2020): PCEJ, Vol.2, No.3. September 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/qaf2ge31

Abstract

Bottom ash merupakan hasil sisa pembakaran batu bara yang dapat bermanfaat untuk pemanfaatan penyusun campuran beton. Pada penelitian ini bottom ash digunakan sebagai bahan substitusi agregat halus dalam pembuatan beton. Bottom ash memiliki ukuran butir lebih besar dan lebih berat dengan karakteristik berwarna abu-abu gelap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan beton yang menggunakan bottom ash sebagai bahan substitusi agregat halus. Persentase penggunaan bottom ash sebagai bahan substitusi agregat halus sebesar 0%, 25% dan 35%. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Bahan Universitas Kristen Indonesia Paulus Benda uji yang digunakan berupa silinder ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 36 buah. Pengujian yang dilakukan berupa pengujian kuat tekan, uji kuat tarik belah dan uji modulus elastisitas dengan mutu beton rencana 30 MPa. Dari hasil penelitian, untuk hasil uji kuat tekan diperoleh variasi bottom ash optimum pada penggunaan bottom ash 35% dengan kuat tekan sebesar 33,764 MPa pada umur 28 hari, pengujian kuat tarik belah diperoleh variasi bottom ash optimum pada penggunaan bottom ash 35% dengan kuat tarik belah sebesar 3,253 MPa pada umur 28 hari sedangkan nilai modulus elastisitas tertinggi diperoleh pada penambahan bottom ash 35% yaitu sebesar 27332.0255 Mpa. Dan diperoleh persentase hubungan kuat tarik belah untuk variasi bottom ash 0%, 25% dan 35% berturut-turut sebesar 8,007%, 8,983% dan 9,635% dari kuat tekan. Nilai tersebut memenuhi atau sesuai dengan yang ditentukan yaitu rata-rata berkisar antara 7% hingga 11% dari kuat tekannya dengan rata-rata berkisar 9 %. Dari variasi bottom ash yaitu 0%, 25% dan 35% pada benda uji silinder , yang mencapai f’c 30 Mpa adalah bottom ash dengan variasi 35% dan dapat digunakan sebagai bahan substitusi agregat halus
Karakteristik Beton Mutu Tinggi dengan Substitusi Slag Baja dan Slag Nikel Sebagai Agregat Kasar Komang Saka Suwindu; Parung, Herman; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 1 (2020): PCEJ, Vol.2, No.1, March 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/j1j6f785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan, tarik belah, dan kuat lentur pada beton mutu tinggi dengan variasi subtitusi slag baja dan slag nikel sebagai pengganti agregat kasar. Pengujian beton yang dilakukan adalah meliputi kuat tekan, tarik belah, dan kuat lentur. Proses penelitian dimulai dari pemeriksaaan karakteristik slag, dan agregat halus kemudian melakukan mix design dan membuat benda uji berupa silinder 150 mm x 300 mm sebanyak 36 buah dan balok 150 mmx 150 mm x 600 mm sebanyak 9 buah. Hasil penelitian menunjukkan subtitusi slag baja dan slag nikel terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur adalah semakin besar presentase slag nikel maka semakin besar kenaikan kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur. Nilai kuat tekan dengan subtitusi slag nikel 20% meningkat 3,347%; dan untuk subtitusi slag nikel 30% meningkat sebanyak 4,603%. Nilai kuat tarik belah dengan subtitusi slag nikel 20% meningkat 30,137%; dan untuk subtitusi slag nikel 30% meningkat sebanyak 46,585%. Nilai kuat lentur dengan subtitusi slag nikel 20% meningkat 31,674%; dan untuk subtitusi slagnikel 30% meningkat sebanyak 66,179%. Hubungan kuat tekan dengan kuat tarik belah rata-rata yang diperoleh pada beton mutu tinggi dengan subtitusi slag nikel 0%, 20%, 30% pada umur 28 hari adalah 9,3%. Hubungan kuat tekan dengan kuat lentur ratarata diperoleh pada beton mutu tinggi dengan subtitusi slag nikel 0%, 20%, 30% pada umur 28 hari adalah 0,621 .
Pengujian Batu Apung Sebagai Filler Pada Campuran HRS -WC Sri Yanti; Rosiana; Alpius; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 1 No. 2 (2019): PCEJ, Vol.1, No.2, December 2019
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/dmadj111

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk merancang komposisi dan menganalisis karakteristik marshall dan indeks kekuatan sisa campuran Lataston HRS-WC gradasi senjang dan semi senjang yang memanfaatkan batu apung dari Provinsi Maluku Utara, Pulau Ternate sebagai pengganti filler. Metodologi dalam penelitian ini adalah melakukan serangkaian pengujian karakteristik berupa agregat kasar, halus dan filler lalu merancang komposisi campuran kemudian pembuatan benda uji berupa campuran Lataston HRS-WC bergradasi senjang dan semi senjang serta pengujian Marshall untuk mendapatkan karakteristik campuran dan pengujian Marshall Immertion untuk mendapatkan Indeks Perendaman (IP) / Indeks Kekuatan Sisa (IKS) / Durabilitas campuran yang berkadar filler optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik abu batu apung memenuhi spesifikasi sebagai bahan pengganti filler pada campuran Lataston HRS-WC gradasi senjang dan semi senjang. Melalui uji Marshall diperoleh karakteristik campuran Lataston HRS-WC bergradasi senjang dan semi senjang dengan kadar aspal 6,75%. Hasil pengujian Marshall Immertion campuran Lataston HRS-WC bergradasi senjang dan semi senjang dengan kadar filleroptimum 100% mendapatkan Indeks Perendaman (IP) / Indeks Kekuatan Sisa (IKS) / Durabilitas campuran sebesar 95,73% dan 96,66% yang artinya campuran tersebut tahan terhadap suhu, lamanya terendam air.
Pengaruh Damdex Sebagai Bahan Tambah Pada Campuran Beton Normal Sandy, Desi; Sampebua, Trhesiani; Phengkarsa, Frans
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 2 (2024): PCEJ Vol.6, No.2, June 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/265y8c40

Abstract

Perkembangan teknologi beton pada industri konstruksi di Indonesia terus meningkat. Kemajuan teknologi beton tersebut dimanfaatkan unuk menciptakan inovasi-inovasi baru guna meningkatkan kualitas beton. Beberapa inovasi bahan tambah seperti Betonmix, Superplasticizer dan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Damdex. Damdex ialah bahan kimia cair yang berfungsi menjadi  bahan aditif pada kombinasi mortar atau semen Portland. Ketika damdex dicampur dengan mortar atau semen, kombinasi tersebut akan membeku lebih cepat, menaikkan mutu dan kuat tekan beton, serta membantu campuran mortar atau semen menjadi kedap air dan tahan terhadap sinar ultraviolet. Penelitian ini menggunakan variasi damdex 0%, 1,5%, dan 3%. Pengujian dalam penelitian ini meliputi pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, dan pengujian modulus elastisitas beton. Perhitungan perencanaan campuran beton dengan mutu rencana 25 MPa menggunakan SNI 03-2834-2000. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kuat tekan rata-rata beton  adalah 25,461 MPa, 25,810 MPa, dan 23,461 MPa pada umur 28 hari. Nilai pengujian kuat tarik belah rata- rata beton pada umur 28 hari adalah 2,734 MPa, 2,192 MPa, dan 2,003 MPa. Hasil rata–rata pengujian kuat lentur beton pada umur 28 diperoleh 2,871 MPa, 2,115 Mpa, dan 1,864 MPa. Nilai rata-rata pengujian modulus elastisitas adalah 25259,959 MPa, 32802,913 MPa, dan 19831,596 MPa.
Pemanfaatan Limbah Porselen Sebagai Agregat Kasar Dalam Campuran Beton Desianto Pabebang; Tanijaya, Jonie; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 2 (2024): PCEJ Vol.6, No.2, June 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/578eag68

Abstract

Limbah porselen merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari proses produksi porselen. Limbah Porselen ialah bahan furniture yang tidak bisa lagi di daur ulang, oleh karena itu porselen yang sudah tidak dapat digunakan atau cacat dalam proses pembuatan dan pemasaran menjadikan porselen tidak dapat digunakan lagi dan harus dibuang. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah porselen sebagai substitusi aggregat kasar terhadap sifat mekanis beton pada substitusi agregat kasar dengan limbah porselen 2%, 4%, dan 6% dalam campuran beton. Dengan mengganti agregat kasar menjadi limbah porselen sebanyak 2% menghasilkan kuat tekan 20,760 MPa, 4% menghasilkan kuat tekan 19,439 MPa, dan 6% menghasilkan kuat tekan 18,684 MPa di umur 28 hari. Yang mana dengan campuran limbah porselen membuat kuat tekannya menurun dari beton normal yang kuat tekan 25,266 kg/cm2 di umur 28 hari. Untuk kuat tarik belah pada umur 28 hari didapatkan nilai rata-rata kuat tarik belah beton (ft) pada variasi subsitusi limbah porselen sebanyak 2%, 4%, dan 6% adalah 2,734 MPa, 2,498 MPa dan 2,310 MPa. Untuk hasil pengujian kuat lentur beton di dapatkan nilai kuat lentur beton rata-rata pada variasi subsitusi limbah porselen sebanyak 2%, 4%, dan 6% adalah 3,487 MPa, 3,312 MPa, dan 3,080 MPa. Sementar untuk hasil pengujian modulus elastisitas beton (E) didapatkan nilai rata-rata dengan variasi subsitusi limbah porselen dengan variasi sebanyak 2%, 4%, 6% adalah 20509,544 Mpa, 20393,35  Mpa, dan 20296,172 Mpa
Pengaruh Limbah Cangkang Kerang Sebagai Bahan Tambah Semen Terhadap Beton Normal Yosep Loli Saputra Nani; Phengkarsa, Frans; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 3 (2024): PCEJ Vol.6, No.3, September 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/v7kx2150

Abstract

Kerang anadara grandis memiliki cangkang yang kuat sehingga dapat dihancurkan menjadi serbuk dan digunakan sebagai pengganti semen dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak penggunaan berbagai persentase cangkang kerang, yang dicampurkan ke dalam semen. Dalam perencanaan campuran beton, metode yang digunakan adalah Mix Design Metode SNI 03-2834-2000. Adapun kuat tekan rencana yaitu 24 MPa. Pengujian kuat tekan beton yang efektif dilakukan pada berbagai rentang umur benda uji beton, yakni 7 hari, 21 hari, dan 28 hari, melalui penggunaan Compression Testing Machine. Beton memiliki nilai kuat tekan maksimum sebesar 25,654 MPa dengan variasi sebesar 10%. Nilai maksimum kuat tarik belah beton yang diperoleh dari pengujian adalah 4,007 MPa dengan variasi sebesar 10%. Dan untuk uji kuat lentur beton dengan variasi 15% mengalami penurunan dari variasi 10%.