Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemanfaatan FIy Ash Sebagai Substitusi Semen Dan Batu Gamping Sebagai Agregat Pada Beton Windi Desliono; Parung, Herman; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 2 (2021): PCEJ, Vol.3, No.2, June 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/k57ra405

Abstract

FIy Ash adaIah limbah hasiI pembakaran batubara dan salah satu mineral campuran pozzolan yang terdapat di Indonesia. Inovasi teknologi beton yang ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan semen dan batu kali, yaitu memanfaatkan FIy ash sebagai substitusi semen dan batu gamping sebagai agregat untuk campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik beton dan persentase optimum pemakain FIy ash pada campuran beton dengan batu gamping sebagai agregat kasar. Persentase FIy ash yang digunakan bervariasi, yaitu 0 %, 10 %, 15 %, dan 20 %. Uji kuatttekan diIaksanakan waktu beton berumur 7 dan 21 dan 28 hari dengan kuattrencana 25 MPa. Pada ujikuattIentur dan tarik beIah dillakukan pada waktu beton 28 harii. Penelitian ini menggunakan silinder berukuran 150 x 300 mm sebanyak 48 buah, balok berukuran 150 x 150 x 600 mm sebanyak 12 buah, diIaksanakan pada LaboratoriumStruktur Teknik SipiI, Universitas Kristen Indonesia PauIus Makassar. HasiI observasi menunjukkan bahwa adanya pengaruh penggunaan FIy ash sebagai substitusi semen dengan batu gamping sebagai agregat untuk beton, menghasiIkan beton dengan kuat tekan, kuat Ientur, dan kuat tarik beIah beton, yang maksimal berturut-turut adaIah27,56 MPa, 2,50 MPa, dan 4,68 MPa terhadap beton normal dengan persentase penggunaan FIy ash optimum 15%.
Karakteristik Beton Normal Substitusi Agregat Halus Bottom Ash Pada Perendaman Asam Sulfat Iksal Lagalung; Tanijaya, Jonie; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 1 (2021): PCEJ, Vol.3, No.1, March 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/nqep8q45

Abstract

Bottom ash (abu dasar) adalah sisa pembakaran batu bara di Indonesia di kategorikan sebagai limbah (B3). Kandungan logam berat dalam limbah B3 menyebabkan pencemaran lingkungan. Bottom ash melimpah dan kurang dimanfaakan. Oleh karena itu berbagai inovasi dilakukan peneliti agar penggunaan kontruksi beton layak digunakan terhadap pengaruh hujan asam serta pengelolaan bottom ash sebagai material konstruksi beton. Pada penelitian ini persentase substitusibottom ash agregat halus sebanyak 0%, 25%, 35% dapat digunakan untuk campuran beton dengan perendaman asam sulfat pH-4. Dengan benda uji yang digunakan berukuran 15 cm x 30 cm dan 60 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 45 sampel, menggunakan metode American Concrete Institute (ACI). Pengujian tersebut berupa pengujian kuat tekan. kuat tarik belahdan kuat lentur beton dengan mutu rencana sebesar 30 MPa. Pada umur 28 hari didapatkan nilai kuat tekan sebesar 32,727 Mpa, 33,859 Mpa, 36,782 Mpa. Beton dengan substitusi bottom ash sebagai agregat halus dengan variasi 0%, 25% dan 35% mengalami peningkatan kekuatan seiring bertambahnya persentase substitusi bottom ash dimana semakin tinggi persentase substitusi bottom ash maka kekuatan beton semakin tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa persentase substitusi bottom ash berbanding lurus dengan kekuatan beton.
Pemanfaatan Rice Husk Ash Dan Bottom AshSebagai Bahan Campuran Pada Beton Yusrianto; Tanijaya, Jonie; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 4 (2020): PCEJ, Vol.2, No.4, December 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/kggh8c43

Abstract

Penelitian ini menggunakan material dari limbah Rice Husk Ash (RHA) sebagai bahan susbtitusi semen dan Bottom Ash (BA) sebagai substitusi agregat halus pada campuran beton. Metodologi dalam penelitian ini melakukan pengujian karakteristik material dan pengujian sifat mekanik beton menggunakan variasi RHA 0%,10%,15% serta variasi BA 30% dengan kuat tekan rencana 25 MPa metode ACI 211.2-98 pada umur pengujian 7, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian menggunakan bahan substitusi RHA dan BA pada umur 28 hari diperoleh nilai kuat tekan rata-rata berturut-turut yaitu 26,125 MPa, 25,559 MPa, dan 25,276 MPa. Kuat tarik belah rata-rata berturut-turut diperoleh 2,451 MPa, 2,145 MPa, dan 1.909 MPa. Kuat lentur rata-rata berturut-turut adalah 3,878 MPa, 2,921 MPa, dan 2,871 MPa. Modulus elastisitas ratarata berturut-turut 17939,480 MPa, 11532,278 MPa, 9227,208 MPa. Penggunaan RHA dan BA sebagai bahan substitusi dapat mempengaruhi sifat mekanik beton berdasarkan besarnya variasi, semakin besar variasi yang digunakan sifat mekanik beton semakin menurun. 
Pengaruh Penggunaan Bottom Ash Sebagai Pengganti Semen Dengan Perendaman NaCl Terhadap Sifat Mekanik Beton Stefanny; Tanijaya, Jonie; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 4 (2020): PCEJ, Vol.2, No.4, December 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/rd6j3135

Abstract

Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 101 tahun 2014 bottom ash dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Oleh karena, itu penulis memanfaatkan limbah bottom ash sebagai substitusi alternatif material campuran beton untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Sebagian besar permukaan bumi merupakan wilayah laut, unsur garam yang paling dominan terkandung dalam air laut adalah NaCl yang diketahui bersifat agresif terhadap beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh persentase bottom ash pada campuran beton. Persentase penggunaan subtitusi bottom ash sebagai semen sebesar 5%, 10% dan 15%. Dalam pembuatan benda uji dengan ukuran 15 cm x 30 cm dan 60 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 45 sampel, menggunakan metode American Concrete Institute (ACI). Pengujian yang akan dilakukan yaitu pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur dan modulus elastisitas beton dengan kuat tekan rencana sebesar 23 MPa. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan 28 hariberturut-turut sebesar 26,031 MPa, 25,182 MPa, dan 23,201 MPa. Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui bahwa campuran beton dengan subtitusi bottom ash ini mengakibatkan beton mengalami penurunan kekuatan seiring bertambahnya persentase subtitusi bottom ash
Pengaruh Pecahan Batu Marmer dan Fly Ash Sebagai Bahan Substitusi Pada Campuran Beton Gabriel Maholi Nahampun; Tanijaya, Jonie; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 2 (2024): PCEJ Vol.6, No.2, June 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/sh0ntm95

Abstract

Beton yaitu material utama pada pembuatan suatu konstruksi. Untuk menciptakan produksi beton yang lebih ramah lingkungan adalah dengan penggunaan material alternatif, yaitu dengan memanfaatkan limbah pecahan marmer menjadi material substitusi agregat kasar pada pembuatan beton. Selain itu, material yang mempunyai karakteristik pozzolan dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan semen dalam produksi beton salah satunya yaitu fly ash. Penelitian berjalan selama kurang lebih 3 bulan serta diadakan pada Laboratorium Beton, Prodi Teknik Sipil, UKI Paulus. Studi ini merupakan pengujian eksperimental meliputi pemeriksaan karakteristik agregat kasar dan agregat halus, kekuatan tekanan, kekuatan tarik belah serta kekuatan lentur. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, pengaruh fly ash serta pecahan marmer menjadi material substitusi dalam pembuatan beton kepada nilai kekuatan tekan, tarik belah serta lentur beton diperoleh hasil maksimum Fly ash pada varian 10% yaitu 25,643 dengan persentase kenaikan 1,49%, pada varian 12,5% yaitu 25,549 dengan persentase kenaikan 1,12% dan mengalami penurunan kuat pada varian fly ash 15% yaitu 24,512 dengan persentase penurunan 2,98%. Jadi, makin tinggi persentase substitusi Abu terbang maka kuat beton juga menurun.
Pengaruh Serbuk Kaca Sebagai Substitusi Agregat Halus dan Penambahan Superplasticizer Pada Beton Normal Bramana Tangkelayuk; Tonapa, Suryanti Rapang; Febriani, Lisa
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 4 (2024): PCEJ Vol.6, No.4, Desember 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/jqy20021

Abstract

Beton merupakan bahan campuran yang terdiri dari kombinasi agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), air dan semen sebagai pengikat. Di era perkembangan pembangunan yang pesat dan semakin maju, tidak selalu diimbangi dengan penanganan limbah yang dihasilkan oleh industri rumahan maupun industri skala besar. Limbah merupakan sisa buangan dari suatu usaha atau kegiatan manusia yang tidak terpakai yang berdampak negatif terhadap manusia jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu limbah yang banyak ditemukan adalah limbah kaca. Superplasticer merupakan material yang berwujud cairan yang bersifat meningkatkan kekuatan beton dengan memungkinkan pengurangan jumlah air yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat  workability yang sama. Serbuk kaca yang digunakan adalah limbah pembuatan akuarium berasal dari Toddopuli, Kec. Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Mix Design menggunakan metode Standar Nasional Indonesia (SNI)  7656-2012 dengan mutu beton yang direncanakan (f’c) 28 Mpa. Pengujian kuat tekan diperoleh nilai tertinggi pada  beton umur 28 hari pada variasi sebuk kaca 15% adalah 27,917 Mpa. Untuk nilai kuat tarik belah beton tertinggi pada Variasi superplasticizer 1% dan serbuk kaca 15% adalah 2,593 MPa. Dari hasil pengujian didapatkan nilai kuat lentur beton tertinggi pada variasi superplasticizer 1% dan serbuk kaca 15% yaitu 2,896 Mpa dari beton normal, Dan hasil pengujian didapat nilai modulus elastisitas maksimum pada variasi superplasticizer 1% dan sebuk kaca 15% adalah 24479,61 Mpa setelah beton normal.  
Uji Mekanis Beton Menggunakan Agregat Sungai Plasma Kabupaten Luwu Utara Asni Tandiara; Jujun Sanggaria, Olan; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 1 (2025): PCEJ Vol.7, No.1, Maret 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/dmec0j29

Abstract

Aggregate from the Plasma River in North Luwu Regency has been widely used by the local community for construction, but there has been no research assessing the quality of aggregate in the construction sector. The research was carried out to determine the mechanical properties of compressive strength, split tensile strength, flexural strength and modulus of elasticity. This research took place in the structure and materials laboratory, Civil Engineering study program, Paulus Indonesian Christian University using the SNI 7656 – 2012 method, test objects in the form of cylinders (Ø 15 cm × height 30 cm), and blocks (60 cm × 15 cm × 15 cm). The compressive strength of the concrete was tested at the ages of 3, 7, 21 and 28 days and the split tensile strength, flexural strength of the concrete and modulus of elasticity were tested at the age of 28 days. From the research results, with a design quality of 25 MPa and 32 MPa, Plasma River aggregate is suitable for use in concrete mixtures.
Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Kijing Sebagai Bahan Campuran Beton Putri Aisya Irwan; Febriani, Lisa; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N2 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/0xr2b268

Abstract

The use of natural materials and waste as an alternative to building materials is increasingly popular in the field of civil engineering because it can reduce environmental impact, save costs, and increase creativity in building design. As for the use of kijing shell waste as an additional material in concrete mixtures, it can be an environmentally friendly and innovative alternative. This study examines the use of kijing clam shell waste as an additive to cement in normal concrete to determine its effect on the properties of fresh concrete and mechanical properties for. The slump value varies by 0%, 3%, 6%, 9% respectively by 55mm, 56mm, 58mm, 60mm and the fill weight is 372.2576 kg/m3, 2390.961 kg/m3, 2380.5405 kg/m3 and 2398.4692 kg/m3, For hard concrete in the form of compressive strength, each variation has decreased by 20.81%, 40.06% and 56.521% against 0%, tensile strength decreased by 13.18%, 26.29% and 43.244% respectively against 0%, Flexural strength 16.072 %,26.78% and 35.71 % to 0 %, elastic modulus of 2.838 %, 10.561%, 23.140 % to 0 %. The increasing percentage of kijing shell waste can provide a small strength value of hard concrete.