Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Eustress Distress Dan Mekanisme Koping Perawat Dengan Kepatuhan Pengisian Surgical Safety Checklist Di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ngudi Waluyo Salsabila, Laily; Imam Subekti; Tri Anjaswarni; Ernawati, Naya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara eustress, distress, dan mekanisme koping perawat dengan kepatuhan pengisian Surgical Safety Checklist (SSC) di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ngudi Waluyo. Desain penelitian menggunakan kuantitatif cross-sectional dengan total sampling 34 perawat. Data dikumpulkan melalui Di-Eu-Stress State Scale (DESS), Ways of Coping Questionnaire (WCQ), dan lembar observasi SSC, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara distress dan kepatuhan SSC (r = 0,428; p = 0,012) serta mekanisme koping dan kepatuhan SSC (r = 0,388; p = 0,024), sedangkan eustress tidak berhubungan signifikan (r = 0,077; p = 0,665). Disarankan penelitian selanjutnya mengeksplorasi lebih lanjut peran eustress dan distress serta pengamatan kepatuhan SSC dalam jangka waktu lebih panjang.
Hubungan Burnout Syndrome Dengan Perilaku Caring Perawat Menurut Teori Watson Di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Wulandari, Tri Lestari; Ernawati, Naya; Yuswanto, Tri Johan Agus
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.23102

Abstract

ABSTRACT Nurses play a vital role in healthcare services, but the high workload makes them vulnerable to burnout, which can lead to a decline in caring behavior. According to Watson's theory, caring encompasses physical, emotional, and spiritual aspects; however, burnout can hinder its optimal implementation. This study aims to determine the relationship between burnout syndrome and caring behavior of nurses based on Watson's theory in operating room nurses and Dahlia ward inpatient nurses at Mardi Waluyo Regional General Hospital in Blitar City. This study used a cross-sectional design. The population included all operating room and inpatient nurses in the Dahlia ward at Mardi Waluyo Regional Public Hospital, Blitar City. A total of 52 respondents were selected using a total sampling technique. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The findings showed a significant relationship between burnout syndrome and caring behavior among operating room and Dahlia ward inpatient nurses at Mardi Waluyo Hospital, with a p-value of 0.000 < 0.05. Nearly half of the respondents (38.5%) experienced a low level of burnout syndrome, and almost half (28.8%) demonstrated good caring behavior. The correlation coefficient showed an r-value of 0.894, indicating a very strong correlation between burnout syndrome and nurses’ caring behavior. The positive correlation result suggests that the lower the level of burnout syndrome, the better the caring behavior demonstrated by the nurses. Hospital management is expected to pay greater attention to efforts in preventing burnout syndrome among nurses, as this condition has been proven to significantly affect nurses’ caring behavior. Considering that Watson’s theory emphasizes that true caring arises from the nurse’s full presence and emotional balance, strategies are needed to support nurses’ psychological stability, such as excellent service training and work rotation. Keywords: Burnout Syndrome, Caring Behavior, Nurse.     ABSTRAK Perawat berperan penting dalam pelayanan kesehatan, namun tingginya beban kerja membuat mereka rentan mengalami burnout, yang berdampak pada menurunnya perilaku caring. Menurut teori Watson, caring mencakup aspek fisik, emosional, dan spiritual, namun burnout dapat menghambat penerapannya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout syndrome dengan perilaku caring perawat berdasarkan teori Watson pada perawat kamar operasi dan rawat inap ruang Dahlia di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Metode penelitian yang digunakan cross sectional. Populasi penelitian yakni seluruh perawat kamar operasi dan rawat inap ruang Dahlia RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dengan jumlah sampel 52 orang menggunakan teknik total sampling. Analisis data penelitian menggunakan uji spearman rank correlation. Menunjukkan ada hubungan antara burnout syndrome dengan perilaku caring pada perawat kamar operasi dan rawat inap ruang Dahlia di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, nilai p=0,000<0,05 hampir setengah responden (385%) mengalami burnout syndrome rendah dan hampir setengah responden (28,8%) memiliki perilaku caring baik. Koefisien korelasi menunjukkan nilai r=0,894 bahwa ada hubungan antara burnout syndrome dengan perilaku caring perawat mendapatkan hasil korelasi sangat kuat. Hasil korelasi menunjukkan nilai positif semakin rendah burnout syndrome maka semakin baik perilaku caring yang dimiliki perawat.Diharapkan agar pihak manajemen rumah sakit lebih memperhatikan upaya pencegahan burnout syndrome pada perawat, karena kondisi ini terbukti berpengaruh signifikan terhadap perilaku caring perawat. Mengingat teori Watson menekankan bahwa caring sejati lahir dari kehadiran penuh dan keseimbangan emosional perawat, maka dibutuhkan strategi untuk mendukung stabilitas psikologis perawat, seperti pelatihan excellent service dan rotasi ruang kerja. Kata Kunci: Burnout Syndrome, Perilaku Caring, Perawat
TAPIS BAHAYA RISIKO STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENDAMPINGAN KELUARGA DI KELURAHAN MULYOREJO KOTA MALANG: TACKLING THE DANGERS OF STUNTING THROUGH COMMUNITY EMPOWERMENT AND FAMILY ASSISTANCE IN MULYOREJO SUB-DISTRICT MALANG CITY Dwipajati, Dwipajati; Astuti, Erlina; Tyas, Maria Ciptaning; Ernawati, Naya; Kurniasari, Fitriana; Pertami, Sumirah Budi; Jayadi, Lukky; Trisnanto, Puguh Yudho
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i3.2739

Abstract

Masalah makan pada balita seringkali menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya balita stunting. Ibu balita menjadi penentu keberhasilan praktek pemberian makan balita. Sedangkan kader posyandu merupakan penggerak masyarakat yang turut ambil bagian dalam mentransfer informasi terkait gizi dan kesehatan dalam mendukung tumbuh kembang balita. Sehingga pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam mendeteksi gangguan tumbuh kembang pada balita yang mengarah pada kondisi stunting dan juga peningkatan kemampuan ibu balita dalam menyiapkan makanan balita stunting sehingga berdampak pada pertambahan tinggi dan berat badan. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader posyandu yang masuk kategori baik dalam mendeteksi gangguan tumbuh kembang baik dari segi antropometri atau penggunaan form skrining (KPSP). Selain itu terjadi peningkatan peningkatan keterampilan Ibu balita dalam menyiapkan makan sehingga nafsu makan anak membaik. Nafsu makan yang membaik menyebabkan peningkatan berat badan dan tinggi badan balita dengan rerata peningkatan berat badan selama 1 bulan sebesar 420 gram dan pertambahan tinggi badan sebesar 1,88 cm. Program  pengabdian masyarakat pendampingan pada keluarga balita stunting yaitu menjadi salah satu terobosan baru  dalam  penentuan strategi  yang  efektif  dan  terintegrasi,  berbasis  masyarakat  untuk menurunkan  resiko  stunting.
Self-Efficacy as a Predictor of Interdialytic Weight Gain (IDWG) in End Stage Renal Disease Patients Sari, Noviantika; Mugianti , Sri; Ernawati, Naya; Supono, Supono
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 1 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss1.1882

Abstract

Excessive interdialytic weight gain in End Stage Renal Disease (ESRD) patients may reduce their quality of life well-being. High self-efficacy (belief in one's own ability) can increase the patient's readiness to live a better quality of life. The purpose of this study is to ascertain how interdialytic weight gain (IDWG) and self-efficacy relate to each other in patients with end-stage renal disease. This study uses a correlational quantitative design type with a cross-sectional method approach. The sampling method used purposive sampling with a total of 107 respondents. Univariate data analysis test to determine the characteristics of respondents. The Spearman Rank correlation test is used in bivariate analysis to determine the relationship between two variables, while the cross sectional design is to analyze the relationship between variables that have been collected at one time simultaneously. The results of this study were 69 patients (64.5%) had low self-efficacy and a moderate IDWG category of 56 patients (52.3%). The Rank-Spearman test results obtained a p-value of 0.000 and a positive Spearman correlation value (r) of 0.565. The conclusion that can be drawn is that there is a strong and significant relationship between self-efficacy and IDWG in patients with end stage renal disease. The suggestion from this study is that hospital managers consider making policies related to the service and care of ESRD patients by providing regular education related to fluid restriction compliance by applying media in the form of educational videos or leaflets or posters in the waiting room.