Firma Andrian
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Profil Pelajar Pancasila Sebagai Implementasi Nilai Moral Peserta Didik Sekolah Dasar Wardani, Tensya; Indah Triliyani; Desi Masayu Putri; Firma Andrian; Satria Nugraha Adiwijaya
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2024): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/jga.v5i1.2054

Abstract

Inculcation of moral values at the earliest opportunity as an effort to increase the student moral. That effort can be a learning benchmark for the teacher by implementation of Pancasila student profiles. Therefore the objective of this research is to analyze the Pancasila student profiles as an implementation for moral values of elementary students. This research used descriptive qualitative method at SD N 03 Metro Barat 2023. The data collecting technique is a questionnaire with questionnaire assessment instrument, the indicator that based on Kemendikbud 2021. The guarantor of data validity used triangulation. Then, the data was used by Miles and Huberman model that are data reduction, data serving, and conclusion creating. The result of this research shows that the student moral value is decrease time by time. The researcher found that there was limited control from the school, so the teacher could not know whether the student continues do the implementation of Pancasila student profiles or not.
Strategi Guru Profesional di Era Digital dalam Pembelajaran Fitriani, Nur Azizah; Rusy Dina Firjanah; Erika Tia Larasati; Firma Andrian; Satria Nugraha Adiwijaya
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2024): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/jga.v5i1.2056

Abstract

Professional teacher educator who have ability too improve the quality of learning with he experience. in the digital era it also effect to educational institutions in indonesia because it is be challenge for the teacher to provide effective quality of learning and accordance with the development of the digital. thee purpose of this research to describe the strategy used by proffesional teacher to utilize tecnology in the digital era to learning. The metode were use in this research is literature study. we search the data of this reseach with article - article Publis Or Perish with keyword “proffesional teacher and elementry learning in the digital area”. From several articles, indentification, data selection, feasibility test and data analysis. so it has 5 articles according to the literature purpose. The result from the literature have a importent point specifically to proffesional teacher in the digital era consist of three competencies: se of digital devices, use of computer application programs, teacher skill to using of application computer program for learning. Learning in the digital era to accordance with the needs of elementry school which focus on fun and entertaining of learning. Keyword: Digital Era, Proffesional Teacher, Elementry School
PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL Diko Nasrul Fitama; Firma Andrian
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.26705

Abstract

The low critical thinking ability of students poses a challenge in solving everyday life problems. This issue should ideally be addressed, considering that critical thinking is a crucial part of 21st-century skills that students must possess. This research aims to determine the effect of the experimental method on critical thinking skills in IPAS (Science and Social Studies). The type of research used is quasi-experimental with a quantitative approach. The research design is a two-group pretest-posttest design. The population in this study consists of all fourth-grade students, totaling 49 students, while the sample is divided into two groups: 25 students in the experimental class and 24 students in the control class. The sampling technique used is simple random sampling. Data collection techniques include tests, observation, and documentation. The research instruments used are essay test sheets, observation sheets, and checklist sheets. The data analysis technique employed is inferential statistics using the independent sample t-test and normalized N-gain test. The findings based on the independent sample t test that has been carried out obtained a sig. (2-tailed) value of 0.034 < α = 0.05 then H1 is accepted and H0 is rejected, which means that the use of experimental methods affects the critical thinking skills of IPAS. Furthermore, the normalised N-gain test in the experimental class obtained a value of 0.39, which means that there was an increase in the critical thinking ability of IPAS with a moderate category, while the control class obtained a value of 0.18, which means that there was an increase in the critical thinking ability of IPAS with a low category.
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA SEKILAH DASAR Hidayanti, Desi; Juar Lidiya Sumadiono; Tri Wahyuni; Firma Andrian; Ahmad Madkur
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4323

Abstract

Pemahaman konsep IPA di sekolah dasar merupakan fondasi penting, namun pembelajaran yang bersifat konvensional sering kali menghambat pemahaman mendalam siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA pada siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas IV B SD N 1 Metro Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran materi magnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep IPA siswa. Secara kuantitatif, 13 dari 22 siswa (59%) mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai rata-rata kelas 70. Secara kualitatif, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, kemampuan menjelaskan konsep dengan bahasa sendiri, dan keterlibatan aktif selama pembelajaran. Model ini terbukti efektif dalam membantu siswa membangun pemahaman konsep secara mandiri melalui tahapan stimulasi, pengumpulan data, dan generalisasi. Kendala teknis menjadi tantangan, namun secara keseluruhan, Discovery Learning merupakan alternatif pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar.
ANALISIS GAYA KOMUNIKASI GURU TERHADAP PARTISIPASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 3 SD Sulistiyowati, Devi; Dwi Pebriana; Latifa Halya Andini; Firma Andrian; Ahmad Madkur
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya komunikasi guru terhadap partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas III Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui observasi, wawancara guru dan siswa, serta dokumentasi untuk memperoleh data secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan gaya komunikasi yang jelas, empatik, dan demokratis melalui komunikasi verbal dan nonverbal yang efektif. Gaya komunikasi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan partisipasi siswa, yang tercermin dari keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan, memberikan pendapat, bekerja sama, serta menunjukkan antusiasme selama pembelajaran. Meskipun partisipasi siswa secara umum berada pada kategori baik hingga sangat baik, sebagian siswa masih membutuhkan stimulus untuk lebih aktif bertanya dan terlibat dalam diskusi kelompok. Kesimpulannya, penerapan gaya komunikasi guru yang tepat berperan signifikan dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan mendorong keaktifan siswa. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya guru untuk terus mengembangkan strategi komunikasi yang inklusif dan memotivasi guna meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar.
PENGGUNAAN MEDIA KOMIK DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA KLS IV SD/MI Lubis, Anggi Jogi Marlinang; Deska Komala Al Finni’mah; Vivin Indah Sari; Firma Andrian
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Outdoor Learning dan membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan bereksplorasi serta hasil belajar mata pelajaran IPA siswa kelas III UPTD SDN 3 Kapringan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus (Siklus I, II, dan III), dengan subjek 31 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi untuk mengukur penerapan model dan kemampuan eksplorasi, serta tes tertulis untuk mengukur hasil belajar. Kriteria keberhasilan klasikal ditetapkan jika $\geq 80\%$ siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 70. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap siklus. Penerapan model Outdoor Learning oleh guru dan kemampuan bereksplorasi siswa meningkat secara bertahap dan mencapai kategori sangat baik pada Siklus III. Peningkatan hasil belajar terbukti dari kenaikan rata-rata kelas, dari 68,87 (Siklus I) menjadi 76,94 (Siklus III). Lebih lanjut, persentase ketuntasan klasikal meningkat tajam dari 51,61% (Siklus I) menjadi 90,32% (Siklus III), yang berarti kriteria keberhasilan telah tercapai. Dengan demikian, model pembelajaran Outdoor Learning terbukti efektif dan berhasil dalam meningkatkan kemampuan bereksplorasi dan hasil belajar IPA siswa kelas III.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Fadhila, Elsa Putri; Putri Ages Lavia; Septi Handayani; Firma Andrian
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar berdasarkan langkah-langkah Polya, mencakup memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan melakukan pengecekan kembali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas III SD Negeri 02 Teluk Dalem Ilir, dengan teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap enam soal pemecahan masalah yang menuntut konversi satuan dan operasi hitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah mampu menuliskan informasi diketahui dan ditanyakan pada tahap memahami masalah, namun menunjukkan variasi pada tahapan selanjutnya. Siswa berkemampuan tinggi mampu menerapkan seluruh langkah Polya secara runtut dan akurat, melakukan konversi satuan dengan benar, serta mengevaluasi jawabannya, meskipun masih terdapat ketidaktelitian kecil pada konversi akhir. Siswa berkemampuan sedang memahami informasi dasar tetapi tidak konsisten menuliskan langkah penyelesaian serta mengalami kesulitan dalam representasi dan konversi satuan, sehingga hanya sebagian indikator proses matematika terpenuhi. Siswa berkemampuan rendah memahami prosedur secara lisan tetapi sering melakukan kesalahan konversi dan tidak menuliskan langkah secara sistematis, menunjukkan lemahnya kemampuan komunikasi dan representasi matematis. Penelitian menyimpulkan bahwa ketelitian konversi satuan, kelengkapan representasi, dan kemampuan komunikasi matematis merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemecahan masalah, sehingga diperlukan pembiasaan penulisan langkah yang runtut serta pendampingan dalam penerapan strategi Polya secara menyeluruh.