Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain essential indicators for assessing the quality of national health services. Despite various efforts, maternal deaths are still predominantly caused by hemorrhage, hypertensive disorders, infection, and postpartum complications. Meanwhile, infant mortality is frequently associated with low birth weight, asphyxia, congenital abnormalities, and infections. Continuity of Care (CoC) is a comprehensive midwifery care model that ensures integrated services from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, to family planning. CoC plays an important role in early risk detection, prevention of complications, and improvement of maternal and neonatal health outcomes..This descriptive case study was conducted on Mrs. N, 31 years old, G3P2A0, who received comprehensive midwifery care at Karanganyar Public Health Center, Pekalongan. The care included antenatal examination following the 10T standard, monitoring of fetal growth and maternal well-being, labor management according to APN procedures, postpartum care, essential newborn care, neonatal follow-up, breastfeeding support, and family planning counseling. Additional education was provided based on the mother’s needs, including nutrition counseling, danger signs, breast care, and lactation support. Pregnancy, labor, postpartum period, neonatal care, and family planning services all progressed physiologically without complications. The mother demonstrated good understanding of pregnancy danger signs, birth preparedness, postpartum self-care, and exclusive breastfeeding. The newborn showed normal adaptation, received complete essential newborn care, and experienced normal physiological development during follow-up. Postpartum involution was normal, and no signs of infection were found. At the end of the postpartum period, the mother successfully selected a suitable contraceptive method. The implementation of Continuity of Care (CoC) for Mrs. N proved effective in supporting early risk detection, strengthening maternal preparedness, and optimizing maternal and neonatal health outcomes. Comprehensive and continuous care increased the mother’s confidence throughout pregnancy, childbirth, and postpartum. CoC should be strengthened at the primary care level as a key strategy to reduce maternal and infant mortality rates. Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator utama dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan suatu negara. Meskipun berbagai program telah dilakukan, penyebab utama kematian ibu tetap didominasi oleh perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, dan komplikasi masa nifas. Sedangkan kematian bayi umumnya disebabkan oleh BBLR, asfiksia, kelainan bawaan, dan infeksi. Salah satu upaya yang dinilai efektif dalam menurunkan AKI dan AKB adalah penerapan asuhan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC), yang mencakup pelayanan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. CoC memungkinkan deteksi dini faktor risiko, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada Ny. N, usia 31 tahun, G3P2A0, yang mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif di Puskesmas Karanganyar Pekalongan. Asuhan dilakukan mulai dari pemeriksaan kehamilan menggunakan standar 10T, pemantauan tumbuh kembang janin, penatalaksanaan persalinan sesuai langkah APN, perawatan masa nifas, perawatan bayi baru lahir, pemantauan neonatus, serta konseling keluarga berencana. Edukasi tambahan dilakukan sesuai kebutuhan ibu, termasuk konseling nutrisi, tanda bahaya, perawatan payudara, serta dukungan menyusui. Kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan pelayanan KB pada Ny. N berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu menunjukkan pemahaman yang baik mengenai tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan diri masa nifas, dan pemberian ASI. Bayi lahir dengan kondisi baik, menunjukkan adaptasi fisiologis normal, serta mendapatkan perawatan esensial bayi baru lahir secara lengkap. Selama masa nifas, involusi uterus berjalan normal, lochea sesuai waktu, dan tidak ditemukan tanda infeksi. Pada akhir masa nifas, ibu memilih metode kontrasepsi yang sesuai kondisinya. Penerapan asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care) pada Ny. N terbukti efektif dalam mendukung deteksi dini risiko, meningkatkan kesiapan ibu menghadapi persalinan, serta mengoptimalkan kesehatan maternal dan neonatal. Perawatan yang komprehensif meningkatkan rasa percaya diri ibu dalam menjalani proses kehamilan hingga masa nifas. Penerapan CoC perlu terus diperkuat di layanan primer sebagai strategi untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.