Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BUDIDAYA TANAMAN SELEDRI DI PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI TANAMAN OBAT KELUARGA UNTUK MENGATASI HIPERTENSI Adityo, Adityo; Suryadi , Suryadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 3 No. 3 (2023): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jimakukerta.v3i3.6072

Abstract

Hipertensi atau biasa juga disebut tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang menyebabkan tekanan darah dalam arteri tubuh seseorang melampau batas normal. Hipertensi biasanya sangat sering terjadi di Indonesia bahkan di dunia dengan paling rentan terjadi pada orang-orang yang sudah berusia tua, gaya hidup yang tidak sehat, dan orang-orang dengan kondisi medis lainnya. Untuk mengatasi hipertensi tidak selalu harus dengan mengonsumsi obat modern atau obat dari bahan-bahan kimia, namun juga dapat mengonsumsi obat herbal yang bisa ditanam langsung di pekarangan rumah masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya dan pergi ke apotek untuk membeli obat hipertensi, pengonsumsian obat herbal ini juga aman untuk dikonsumsi seluruh masyarakat meskipun memiliki penyakit lain. Berdasarkan permasalahan tersebut maka solusi yang dilakukan penulis dalam kegiatan ini yaitu melakukan budidaya tanaman seledri di pekarangan rumah sebagai tanaman obat keluarga untuk mengatasi hipertensi. Kegiatan ini dilakukan di Desa Padang Lekat RT 14 RW 3 Kepahiang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu dibagikannya beberapa tanaman seledri kepada masyarakat serta masyarakat Desa Padang Lekat RT 14 RW 3 Kecamatan Kepahiang Provinsi Bengkulu memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk budidaya seledri.
Pengaruh Pola Anyaman terhadap Sifat Mekanik Serat Kulit Pohon Melinjo untuk Pengembangan Produk Tas Noken Ramandey , Johanis M; Suryadi , Suryadi; Liborang, Hans F; Dharsono, Wardhana Wahyu
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 2 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i2.40122

Abstract

This study aims to optimize the tensile strength of woven melinjo tree bark fibers in noken bag products as a superior regional product based on local wisdom. The research method used is an experimental approach with stages of literature study, material selection, determination of test parameters, creation of woven patterns, and tensile strength testing. Melinjo tree bark fibers were woven in three different patterns: 1-1, 1-2, and 2-2. The results showed that the weaving pattern significantly influences the mechanical properties of the fibers. The 2-2 weave pattern performed best in terms of tensile strength, with tensile stresses ranging from 24.8-25.2 N/mm². The 1-1 weave pattern had the highest elasticity and flexibility with 2.8% strain and 2.8% flexibility. The optimal weave pattern depends on the specific application and product requirements. These findings can serve as a basis for future development of melinjo tree bark fiber-based products, particularly noken bags as a superior regional product based on local wisdom.
INOVASI BIOPESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN DARI DAUN TALAS (COLOCASIA ESCULENTA) DAN PUNTUNG ROKOK Neti Kesumawati; Rita Hayati; Rita Feni; Suryadi , Suryadi; Edi Efrita; Risvan Anuar; Farida Aryani
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i5.3179

Abstract

Masyarakat di Desa Perbo Kecamatan Curup Utara Raya Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu pada umumnya memiliki mata pencaharian bertani. Masyarakat petani selalu berusaha untuk meningkatkan hasil usahatani mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan menggunakan pestisida. Pada umumnya petani menggunakan pestisida sintetik untuk memberantas hama dan penyakit tanaman mereka. Penggunaan pestisida sintetik memang sangat efektif dalam memberantas hama dan penyakit tanaman, namun disisi lain ada kekurangan dari pestisida sintetik ini. Adapun kekurangan dari pestisida sintetik ini, antara lain dapat meningkatkan imun dari hama dan penyakit itu sendiri sehingga lama kelamaan pestisida tersebut tidak lagi menimbulkan efek pada pemberantasan hama dan penyakit tanaman tersebut, selain itu pestisida sintetik juga menimbulkan pencemaran pada bagian tanaman maupun terhadap lingkungan sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia. Untuk mengatasi efek negatif dari penggunaan pestisida sintetik ini maka harus diupayakan mencari alternatif penggunaan pestisida yang aman. Pestisida yang aman digunakan untuk tanaman maupun terhadap lingkungan adalah pestisida alami atau biopestisida. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani, khususnya anggota kelompok wanita tani Mawar supaya mengalihkan pemakaian pestisida sintetik ke biopestisida, seperti biopestisida daun talas dan limbah puntung rokok. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan dan praktek lapangan tentang pembuatan biopestisida yang berbahan baku daun talas dan daun tembakau. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring selama 5 hari. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah terimplementasikannya hasil-hasil penelitian dan kajian Perguruan Tinggi pada petani, khususnya tentang pembuatan biopestisida daun talas dan limbah puntung rokok sehingga petani terbiasa menggunakan biopestisida sebagai pengganti dari pestisida sintetik.