Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS SOCIO SCIENTIFIC ISSUE TERHADAP BERPIKIR KRITIS DAN EKOLITERASI PESERTA DIDIK KELAS X Handayani, Indah Wardana; Maulana, Andi; S, Syamsul; Syahriani, Syahriani
Jurnal Binomial Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Binomial
Publisher : FKIP, Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/bn.v7i2.2438

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berpikir kritis dan ekoliterasi peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Socio Scientific Issue , mengetahui kemampuan berpikir kritis dan ekoliterasi peserta didik yang diajar dengan model konvensional, mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning Berbasis Socio Scientific Issue terhadap kemampuan kritis berpikir peserta didik kelas X, dan mengetahui pengaruh model Problem Based Learning Berbasis Socio Scientific Issue terhadap ekoliterasi peserta didik kelas X. Jenis penelitian ini merupakan quasy eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X sebanyak 81 orang. Sampel diambil secara purposive, dengan kelas eksperimen (X1) dan kelas kontrol (X2) masing-masing berjumlah 25 peserta didik. Instrumen penelitian terdiri dari 8 soal esai dan 20 angket. Teknik analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan uji statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan ekoliterasi peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan peserta didik pada kelas kontrol. Hasil tersebut menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dari model Problem Based Learning Berbasis Socio Scientific Issue terhadap kemampuan berpikir kritis dan ekoliterasi. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dan koliterasi siswa yang diajar dengan menggunakan model Problem Based Learning berbasis Socio Scientific Issue, untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dan koliterasi siswa yang diajar dengan menggunakan model konvensional, untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning berbasis Socio Scientific Issue terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas X. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 81 siswa. Sampel diambil secara purposive, dengan kelas eksperimen (X1) dan kelas kontrol (X2) yang masing-masing berjumlah 25 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari 8 soal essay dan 20 angket. Teknik analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan uji statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis dan ekoliterasi siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada siswa kelas kontrol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model Problem Based Learning berbasis Socio Scientific Issue terhadap keterampilan berpikir kritis dan ekoliterasi . Kata kunci : : berpikir kritis,ekoliterasi, pembelajaran berbasis masalah , isu sosiosains
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS SOCIO SCIENTIFIC ISSUE TERHADAP BERPIKIR KRITIS DAN EKOLITERASI PESERTA DIDIK KELAS X Handayani, Indah Wardana; Maulana, Andi; S, Syamsul; Syahriani, Syahriani
Jurnal Binomial Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Binomial
Publisher : FKIP, Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/bn.v7i2.2438

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berpikir kritis dan ekoliterasi peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Socio Scientific Issue , mengetahui kemampuan berpikir kritis dan ekoliterasi peserta didik yang diajar dengan model konvensional, mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning Berbasis Socio Scientific Issue terhadap kemampuan kritis berpikir peserta didik kelas X, dan mengetahui pengaruh model Problem Based Learning Berbasis Socio Scientific Issue terhadap ekoliterasi peserta didik kelas X. Jenis penelitian ini merupakan quasy eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X sebanyak 81 orang. Sampel diambil secara purposive, dengan kelas eksperimen (X1) dan kelas kontrol (X2) masing-masing berjumlah 25 peserta didik. Instrumen penelitian terdiri dari 8 soal esai dan 20 angket. Teknik analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan uji statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan ekoliterasi peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan peserta didik pada kelas kontrol. Hasil tersebut menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dari model Problem Based Learning Berbasis Socio Scientific Issue terhadap kemampuan berpikir kritis dan ekoliterasi. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dan koliterasi siswa yang diajar dengan menggunakan model Problem Based Learning berbasis Socio Scientific Issue, untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dan koliterasi siswa yang diajar dengan menggunakan model konvensional, untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning berbasis Socio Scientific Issue terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas X. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 81 siswa. Sampel diambil secara purposive, dengan kelas eksperimen (X1) dan kelas kontrol (X2) yang masing-masing berjumlah 25 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari 8 soal essay dan 20 angket. Teknik analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan uji statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis dan ekoliterasi siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada siswa kelas kontrol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model Problem Based Learning berbasis Socio Scientific Issue terhadap keterampilan berpikir kritis dan ekoliterasi . Kata kunci : : berpikir kritis,ekoliterasi, pembelajaran berbasis masalah , isu sosiosains
Islam dan Muamalah: Memahami Hakikat, Prinsip, dan Ruang Lingkupnya dalam Kehidupan Sosial-Ekonomi Nawir, Muhammad; S, Syamsul; Saripuddin; Abdullah, Jufri; Nur, Muh.
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/n63vge49

Abstract

Sebagai agama yang sempurna, Islam tidak hanya mengaturhubungan manusia dengan Tuhannya (hablum minallah), tetapijuga hubungan antar manusia (hablum minannas), yang dikenaldengan istilah muamalah. Pemahaman yang komprehensif tentangmuamalah sangat penting agar umat Islam dapat menjalanikehidupan sosial-ekonomi yang selaras dengan prinsip-prinsipsyariat. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengkaji secaramendalam hakikat, prinsip-prinsip dasar, dan ruang lingkupmuamalah dalam Islam. Metode yang digunakan adalah studikepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan menelaahsumber-sumber primer seperti Al-Qur'an dan Hadis, serta sumbersekunder berupa buku, jurnal, dan pedoman Al-Islam Kemuhammadiyahan. Teknik Analisis Data yang diterapkanadalah analisis isi (content analysis) untuk menyaring dan mensintesis informasi yang relevan. Hasil kajian menunjukkanbahwa hakikat muamalah adalah segala aturan Allah yang mengatur interaksi manusia dalam urusan duniawi, yang terbagimenjadi pengertian luas (seluruh hukum pergaulan sosial) dan sempit (akad-akad pertukaran manfaat). Ruang lingkupnya sangat luas, mencakup aspek adabiyah (tata cara) dan madiyah (objek), serta meliputi hukum keluarga, perdata, pidana, hinggakenegaraan. Prinsip utamanya berlandaskan pada kebolehan (al-ibahah ashliyyah), kemaslahatan, keseimbangan (tawazun), dan keadilan, dengan larangan khusus terhadap riba, gharar, dan objekharam. Pembahasan menggarisbawahi bahwa penerapanmuamalah harus dilandasi oleh akhlak mulia seperti kejujuran, amanah, dan kerelaan, yang pada akhirnya bertujuan untukmewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Kesimpulan dari makalah ini menegaskan bahwamuamalah merupakan pilar integral dalam Islam yang memberikan kerangka etis dan legal bagi seluruh aktivitas sosial-ekonomi umat, sehingga pemahaman dan pengamalannya yang benar merupakan sebuah keniscayaan.