Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN APLIKASI PERHITUNGAN BAHAN BAKAR UNTUK OPERASIONAL KAPAL BERBASIS ANDROID Retno Gunarti, Monika; Dwi Suharso, Didik; Purnomo, Hendra; Zainudin, Muhamad; Esayadi, Alvin
Jurnal 7 Samudra Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v6i2.83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis android untuk menghitung jumlah bahan bakar disesuaikan dengan jarak tempuh dan kecepatan kapal berdasarkan lintasan yang dilalui (way point). Perhitungan jarak dalam pengembangan aplikasi menggunakan metode sperichal triangle yang digunakan dalam navigasi pelayaran. Pengembangan aplikasi ini mengadopsi model waterfall dengan tahapan Requirement Engineering (Analisis kebutuhan), design and implementation (desain dan implementasi), Testing (Pengujian dan integrasi), Release (hasil akhir dan pelepasan produk) dan Maintenance (perawatan). Review produk pengembangan melibatkan ahli perangkat lunak untuk memberikan kritik dan saran. Pengembangan ini diuji dengan perhitungan manual dan dibandingkan dengan ECDIS (electronic Chart Display Information System). Hasil pengujian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil perhitungan menggunakan aplikasi dengan perhitungan manual maupun ECDIS, karena perhitungan jarak dan bahan bakar memiliki selisih yang sangat kecil.
ANALISIS PENYEBAB MENURUNNYA KINERJA INTERCOOLER PADA MESIN INDUK CATERPILLAR TYPE 3516C DI KAPAL AHTS LOGINDO STATURE Marianto, Sigit; Retno Gunarti, Monika; Nugroho, Azis; Dai Robbi, Shofa
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.305-316

Abstract

 Intercooler berfungsi untuk mendinginkan udara yang akan masuk ke ruang bakar mesin, udara dari turbocharger di dinginkan sebelum masuk ke ruang bakar. Mesin induk sering mengalami kenaikan suhu ketika penulis melakukan penelitian pada saat kapal melakukan anchore job di Laut natuna. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis metode RCA (Root Cause Analisis). Tujuan dari penelitian kualitatif adalah untuk menjelaskan fenomena dengan seakurat mungkin melalui teknik pengumpulan data metode RCA (Root Cause Analisis), dengan data uji yang dilakukan dapat diketahui penyebab, dampak yang ditimbulkan, serta mengetahui upaya yang dapat dilakukan ketika mengalami troubleshooting. Penelitian ini menunjukkan menurunnya kinerja intercooler disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kisi-kisi intercoller yang tersumbat dan pendinginan air tawar yang tidak maksimal yang disebabkan oleh L.T exchanger bermasalah. Dampak yang ditimbulkan adalah kenaikan suhu gas buang dan munculnya alarm pada indikator. Perawatan dan perbaikan yang dilakukan untuk mengatasi penyebab menurunnya kinerja intercooler yaitu melakukan Cleaning pada kisi-kisi intercooler dan pipa air tawar serta melakukan perawatan rutin pada intercooler.
Analisis Menurunnya Kinerja Main Air Compressor Tipe J.P Sauer & Sohn WP 81l-100 Dikapal MV. Tangguh Sago Adiwidya Rosyidah, Anata; Retno Gunarti, Monika; Prawoto, Agus; Edy Kristiyono, Antonius
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 12 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i12.31870

Abstract

Latar Belakang: Penurunan kinerja main air compressor tipe J.P Sauer & SOHN WP 81L-100 di kapal MV. Tangguh Sago menjadi masalah serius yang dapat menghambat operasional kapal secara keseluruhan. Compressor ini memiliki peran penting sebagai sumber utama udara bertekanan yang digunakan untuk berbagai kebutuhan vital, termasuk sistem pneumatik kapal dan pengoperasian mesin utama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab penurunan kinerja compressor dan merumuskan solusi perawatan yang efektif. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fishbone (diagram tulang ikan) untuk mengidentifikasi akar masalah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan awak kapal, serta dokumentasi terkait perawatan dan performa compressor Hasil: Hasil analisis fishbone menunjukkan bahwa penurunan kinerja compressor disebabkan oleh beberapa faktor utama, yaitu keausan komponen, kurangnya perawatan preventif, penumpukan kotoran pada bagian internal, dan rendahnya pemahaman awak kapal mengenai prosedur perawatan yang benar. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya perawatan yang lebih terstruktur serta peningkatan pemahaman teknis bagi awak kapal guna memulihkan kinerja optimal kompresor. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kesadaran awak kapal tentang pentingnya menjaga kinerja kompresor udara, disertai dengan penambahan frekuensi pengecekan rutin untuk mencegah terjadinya penurunan kinerja di masa mendatang
PROTOTYPE ALAT PENDETEKSI GAS BERBAHAYA DI KAMAR MESIN UNTUK MENJAGA KESELAMATAN ABK BERBASIS WEMOS D1 DI KAPAL MT PLAJU Purnama Dewi, Nanda; Nasri, Nasri; Purwanto, Sigit; Retno Gunarti, Monika; Dai Robbi, Shofa
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i1.4194

Abstract

Enclosed spaces in ship engine rooms pose significant risks due to toxic gas accumulation like carbon monoxide and carbon dioxide, contributing to maritime fatalities. This research aimed to develop a Wemos D1-based prototype for real-time hazardous gas detection to enhance crew safety on MT Plaju tanker. Experimental prototype development employed ADDIE model with static and dynamic testing on MQ-135 sensor, buzzer, LED, and WiFi web monitoring. Population comprised four main holes (A-D) in engine room enclosed spaces, sampled through 20 measurements during 12-month sea practice. Instruments included Arduino IDE for programming and Excel for regression linear analysis with <5% calibration error. Results showed average CO detection at 5.4 ppm and CO2 at 406 ppm, with alarm response under 6 seconds exceeding 30% threshold, achieving 95% accuracy in high humidity and vibration conditions. The prototype demonstrated superior WiFi connectivity over previous ATMega328P systems, reducing hazard zones by 40%. In conclusion, this cost-effective IoT solution validates hardware reliability for Indonesian maritime operations, recommending multi-gas sensor integration for industrial scaling.
RANCANG BANGUN SISTEM PENDETEKSI PENGGUNAAN SAFETY HELMET PADA ENGINE ROOM BERBASIS ARDUINO Eka Putri, Anggraeini; Syahputra Simatupang, Rama; Sianturi, Intan; Retno Gunarti, Monika; Dai Robbi, Shofa
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i2.4361

Abstract

Maritime safety demands innovative solutions amid rising engine room accidents from non-compliance with personal protective equipment like safety helmets, contributing 15-20% of global incidents. This study aimed to design and build an Arduino Pro Micro-based helmet detection system using micro switches and buzzers for real-time alerts in harsh ship environments. Employing a Research and Development (R&D) approach with ADDIE model, the prototype was tested on 10 engine crew (ABK) aboard KMP JAMBO IX via purposive sampling. Instruments included Arduino IDE for programming, serial monitors for data logging, and SPSS 26 for t-test analysis (p<0.05). Results showed 100% micro switch accuracy, 15-second buzzer response, and 7-hour battery life across four tests, reducing SOP violations from observed pre-implementation lapses. In conclusion, the system enhances crew discipline and supervision efficiency, bridging gaps in affordable maritime IoT safety tools, with potential to cut head injuries by 20-30%.