Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Community Diagnosis in Banguntapan Village Bantul Regency, Yogyakarta Rokhmayanti , Rokhmayanti; Wulandari, Ira Pebri; Fitriani, Dewi; Arfiiani, Ezra Sabrina; Pratiwi, Aulia Rahmadina; Puteri, Amelia Nurhaliza; Quratulain, Fitha Nurizza; Martini, Titim; Hastuti, Siti Kurnia Widi; Dwi Astuti, Fardhiasih
Epidemiology and Society Health Review (ESHR) Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/eshr.v6i1.9691

Abstract

Background: Community diagnosis is an activity to identify problems by collecting data in the community that can locate broad issues and cover various aspects of society. The emergence of health problems is not only caused by individual negligence but can also be caused by community ignorance due to a lack of correct information about a disease. The purpose of this study is to obtain an overview of the health problems in Tegaltandan hamlet, Banguntapan sub-district to determine problem priorities and obtain appropriate alternative solutions to overcome the priority problems that have been resolved. Method: This study used descriptive quantitative analysis by conducting interviews using a community diagnosis questionnaire. The analysis was used to prioritize health problems using the USG method and village community meetings. The sampling technique was purposive sampling with 132 samples obtained. Results: Ten major health problems in the research area that need attention are no organic trash collection center covered in homes, using spray-repellent, not used to wearing a helmet during riding, not sprinkling larvacide powder on the washed water dump as dengue prevention, not applying repellents as dengue prevention not using gloves while chopping ingredients with a knife for cooking, no props when moving heavy objects, not taking care of fish larvae eaters, hypertension and diabetes mellitus. After prioritizing using USG and village community meetings, they all agreed to decide diabetes mellitus as the main health problem in this area. Conclusion: Diabetes mellitus was considered a major problem at the study site that requires further intervention.
Edukasi ecobrick sebagai solusi pengurangan dan pemanfaatan sampah anorganik Anhar, Ziyad Muzakki Dwi; Febriana, Rinawati; Wulandari, Ira Pebri; Amegia, Marissa Winimetha; Gibran, Haidar; Parera, Jihan; Suciati, Rhisyani; Anjani, Nuryan Ristita; Al-Fitri, Qurrota A’yun Nisa; Adiyanto, Okka
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i4.21349

Abstract

Sampah plastik merupakan salah satu aspek penyebab kerusakan lingkungan yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Kurangnya kesadaran masyarakat terkait pengolahan sampah mengakibatkan banyaknya sampah plastik yang tidak dimanfaatkan. Sampah plastik yang tidak dimanfaatkan dapat mengakibatkan dampak buruk terjadinya bencana alam seperti banjir, penyakit dan bau tidak sedap menyebar luas yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat terkait sampah plastik. Tujuan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan khususnya sampah plastik. Metode dalam sosialisasi ini yaitu Community Based Participatory Research (CBPR). Sosialisasi ini dilaksanakan dengan melibatkan warga RW 11 Kranon, Nitikan, Yogyakarta. Sosialisasi ini yaitu dengan cara melakukan pembuatan ecobrick. Ecobrick merupakan salah satu cara pemanfaatan sampah daur ulang sampah plastik untuk menjadi barang serbaguna seperti meja, kursi, dan sebagainya. Sedangkan pengolahannya adalah dengan menekan kumpulan cacahan sampah plastik yang sudah dibersihkan menggunakan batang kayu atau besi sehingga memadat agar dapat membentuk sebuah benda yang diinginkan dengan terjadinya perubahan volume akibat perubahan tekanan pada suhu konstan. Hasil dari sosialisasi ini dapat dilihat bahwa 70% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan ecobrick.
EDUKASI PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS DUSUN TEGALTANDAN KAPANEWON BANGUNTAPAN Rokhmayanti, Rokhmayanti; Aini, Fitha NurIzza Qurratul; Fitriani, Dewi; Arifiani, Ezra Sabrina; Pratiwi, Aulia Rahmadina; Wulandari, Ira Pebri; Puteri, Amelia Nurhaliza; Martini, Titim; Hastuti, Siti Kurnia Widi; Astuti, Fardhiasih Dwi
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v7i1.1920

Abstract

Diabetes militus merupakan penyakit yang kasusnya terjadi peningkatan tiap tahun. Perevalensi dibetes militus pada penduduk usia produktif di Indonesia mencapai 4,6%. Peningkatan pengetahuan masyarakat dinilai berpengaruh dalam upaya pencegahan diabetes mellitus. Penyuluhan tentang diabetes mellitus di Tegaltandan dengan metode ceramah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga masyarakat memiliki pola hidup yang sehat.peningkata pengetahuan masyarakat tentang Diabtes militus dinilai dengan melakukan pengisian questioner sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit diabetes mellitus, baik dari segi pencegahan maupun dari akibat yang ditimbulkan. Pengetahuan yang baik tentang penyakit diabetes mellitus diperlukan untuk membentuk perilaku hidup sehat sehingga dapat menekan prevalensi penyakit diabetes mellitus.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGELOLA DESA WISATA SRIKEMINUT TERKAIT PENERAPAN CHSE Firman, Firman; Rifai, Muchamad; Maulana, Reza Achmad; Suryani, Dyah; Wulandari, Ira Pebri; Saffanah, Amadini Maisun; Zafirah, Kamilah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32213

Abstract

Dalam upaya menjaga dan mengembangkan potensi pariwisata di desa wisata, penting untuk memiliki manajemen wisata yang efisien dan berkelanjutan, perlu adanya upaya untuk mengembangkan manajemen wisata Srikeminut yang berbasis pada prinsip-prinsip Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE) untuk memastikan keberlanjutan industri pariwisata dan perlindungan terhadap pengunjung wisata dan warga lokal. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan langkah-langkah yang diperlukan untuk menciptakan kawasan wisata yang aman, sehat dan lestari (CHSE) di Srikeminut. Sehingga dapat menarik wisatawan dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Solusi permasalahan yang ditawarkan adalah penguatan manajemen/tata kelola wisata berbasis CHSE kepada pengelola/paguyuban Srikeminut. Tata Kelola yang dimaksud mencakup kebijakan/SOP, ketersediaan informasi, sarana prasarana kebersihan, kesehatan, dan keselamatan. Metode yang digunakan berupa pendampingan kepada kelompok sasaran seperti edukasi dan pelatihan tentang CHSE, manajemen standar kesehatan dan keselamatan wisata, dan pemenuhan sarana wisata berupa safety sign dan kotak P3K berbasis partisipatif. Hasil pelaksanaan kegiatan yakni meningkatnya pengetahuan (70%), tata kelola (75%) dan praktik pengelolaan/manajemen organisasi terkait standar penerapan CHSE (75%). Dengan adanya kegiatan pendampingan CHSE dapat terimplementasi dengan baik dan benar mencakup aspek tata kelola, kebersihan, kesehatan, dan lingkungan.