Studi ini mengeksplorasi penggunaan pendekatan holistik melalui Pendidikan Pastoral Klinis (PPK) sebagai strategi pemulihan dari kompleks minoritas di kalangan ibu tunggal di Indonesia kontemporer. Kompleks minoritas pada ibu tunggal dicirikan oleh stigma sosial, diskriminasi, harga diri rendah, dan krisis identitas yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan spiritual mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan analisis tematik literatur terkait PPK, psikologi sosial, dan isu-isu seputar ibu tunggal. Temuan menunjukkan bahwa PPK, dengan metode refleksi-tindakannya, secara efektif mengintegrasikan dimensi spiritual, psikologis, sosial, dan eksistensial dalam proses pemulihan. Mekanisme transformasi dalam PPK meliputi eksplorasi luka emosional, rekonstruksi identitas positif, penemuan makna hidup baru, dan pembangunan ketahanan psikologis-spiritual. Pendekatan ini tidak hanya mengatasi gejala psikologis tetapi juga memberdayakan ibu tunggal melalui pendampingan spiritual dan komunitas yang suportif. Implikasi studi ini menunjukkan bahwa model intervensi berbasis PPK dapat diterapkan oleh lembaga pastoral, konseling, dan sosial untuk mendukung pemberdayaan holistik ibu tunggal, sekaligus mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif.