Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Menciptakan Equilibrium: Harmonisasi Kekuasaan Konstruktif Vs Otoritarianisme Politik dalam Etika Kristen Tambun, Roy Haries Ifraldo
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 17 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v17i2.173

Abstract

Kekuasaan Konstruktif dan otoritarianisme politik di Indonesia memiliki hubungan yang erat dan signifikan, menciptakan fenomena yang meresahkan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab dan dampak penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi dalam konteks politik Indonesia. Melalui metodologi penelitian kualitatif, berbagai sumber literatur dianalisis untuk memahami dampak negatif dari kekuasaan yang tidak terkendali, termasuk munculnya praktik korupsi, kolusi, serta lemahnya penegakan hukum. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi kuat antara penyalahgunaan kekuasaan dengan ketidakadilan sosial dan erosi kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformulasi kebijakan yang lebih efektif dan penerapan etika Kristen dalam praktik politik. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip etika, diharapkan kekuasaan dapat digunakan untuk melayani masyarakat secara adil, menciptakan lingkungan kondusif bagi pembangunan berkelanjutan, serta memberikan wawasan baru bagi pembuat kebijakan dalam menangani masalah otoritarianisme dan penyalahgunaan kekuasaan di Indonesia.
The Holistic Clinical Pastoral Education (CPE) Approach as a Strategy for Addressing Minority Complex Among Single Mothers Tambun, Roy Haries Ifraldo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengeksplorasi penggunaan pendekatan holistik melalui Pendidikan Pastoral Klinis (PPK) sebagai strategi pemulihan dari kompleks minoritas di kalangan ibu tunggal di Indonesia kontemporer. Kompleks minoritas pada ibu tunggal dicirikan oleh stigma sosial, diskriminasi, harga diri rendah, dan krisis identitas yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan spiritual mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan analisis tematik literatur terkait PPK, psikologi sosial, dan isu-isu seputar ibu tunggal. Temuan menunjukkan bahwa PPK, dengan metode refleksi-tindakannya, secara efektif mengintegrasikan dimensi spiritual, psikologis, sosial, dan eksistensial dalam proses pemulihan. Mekanisme transformasi dalam PPK meliputi eksplorasi luka emosional, rekonstruksi identitas positif, penemuan makna hidup baru, dan pembangunan ketahanan psikologis-spiritual. Pendekatan ini tidak hanya mengatasi gejala psikologis tetapi juga memberdayakan ibu tunggal melalui pendampingan spiritual dan komunitas yang suportif. Implikasi studi ini menunjukkan bahwa model intervensi berbasis PPK dapat diterapkan oleh lembaga pastoral, konseling, dan sosial untuk mendukung pemberdayaan holistik ibu tunggal, sekaligus mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif.
Holistic Recovery: Integration of Emotional, Social, and Spiritual Support Extended Family for Parentless Children at HKBP Pardamean Tambun, Roy Haries Ifraldo
Jurnal Koinonia: Fakultas Filsafat Universitas Advent Indonesia Vol 17 No 2 (2025): July-December
Publisher : Fakultas Filsafat Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/an38re83

Abstract

Parentless is a condition of parental absence that significantly impacts children's emotional, social, and spiritual development. Data shows 20.9% of children in Indonesia live without father presence, with 408,347 divorce cases in 2024. This study aims to describe the impact of parentless conditions and explore the role of extended family as a holistic recovery strategy for parentless children at HKBP Pardamean. A qualitative method with descriptive approach was employed through literature study and interviews with 6 parentless children. Research findings indicate that parentless conditions cause prolonged trauma, emotional regulation difficulties, excessive anxiety, social interaction problems, societal stigma, and spiritual identity crisis. Extended family proved to provide support in four dimensions: emotional-psychological, parental figure substitution, financial-material, and social status recovery. All respondents confirmed receiving comprehensive support from their extended family. Extended family plays a vital role as an effective alternative support system addressing parentless impacts. This integration model successfully helps children recover from trauma and remain connected to social-spiritual values, providing practical contributions to alternative parenting strategies within Indonesian cultural context.
Dibenarkan oleh Iman, Bukan Perbuatan: Refleksi Pembenaran Menurut Roma 3:21-31 Tambun, Roy Haries Ifraldo
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 8 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/7mj5e053

Abstract

In theological studies of Christianity, the doctrine of justification is a fundamental topic that requires comprehensive discussion. Thoroughly, Romans 3:21-31 explains that justification originates from the righteousness of God, not from human works. In the contemporary era, issues regarding truth claims have become increasingly prevalent, leading to attitudes of superiority between individuals. Therefore, this study aims to analyze Romans 3:21-31 to explain that human justification is derived from the righteousness of God, not from human deeds, thus eliminating any basis for humans to elevate their own sense of superiority. The method used in this research is biblical exegesis, involving an in-depth analysis of both the textual and historical contexts of Romans 3:21-31. The study’s findings show that justification is an act of God who justifies humans through faith in Jesus Christ, not through works of the law. Faith is understood as both an existential response and a gift from God that enables humans to receive justification. In conclusion, salvation is solely the initiative and work of God, received with humility through faith as His gift.     Dalam kajian teologis kekristenan, doktrin pembenaran menjadi sebuah bagian yang fundamental untuk dibahas secara komprehensif. Secara komprehensif, Roma 3:21-31  menjelaskan pembenaran bersumber dari kebenaran Allah bukan perbuatan manusia. Dalam era kontemporer isu truth claim semakin banyak terjadi yang menimbulkan paham superior antara dirinya dengan orang lain. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Roma 3:21-31 untuk menjelaskan bahwa pembenaran manusia bersumber dari kebenaran Allah, bukan dari perbuatan manusia sehingga tidak ada alasan untuk manusia dapat meninggikan superioritas dirinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tafsir Biblis dengan menganalisis konteks teks maupun konteks historis Roma 3:21-31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembenaran adalah tindakan Allah yang membenarkan manusia melalui iman dalam Yesus Kristus, bukan melalui perbuatan hukum Taurat. Iman dipahami sebagai respons eksistensial dan anugerah Allah, yang memampukan manusia untuk menerima pembenaran. Kesimpulannya, keselamatan adalah inisiatif dan karya Allah semata, yang diterima dengan kerendahan hati melalui iman sebagai anugerah-Nya.