Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) BERBASIS QUIZIZZ MOBILE TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS XI SMK NEGERI 1 NGULING Kurniawan, Aldo; Sholah, Agus; Mindarta, Erwin Komara
Jurnal Teknik Otomotif : Kajian Keilmuan dan Pengajaran Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um074v7i12023p31-36

Abstract

Pendidikan tidak jauh dari peranan dan tugas seorang pendidik atau guru. Pendidik yang baik bisa meningkatkan kualitas generasi bangsa. Pada proses pembelajaran, pendidikan berpatokan pada kurikulum. Kurikulum yang diberlakukan yaitu kurikulum 2013 yang pengaplikasian model dan metode pembelajaran inovatif sangat ditujukan dalam pemahaman siswa. Seperti berinovasi dalam menggunakan model pembelajaran untuk proses belajar yang tidak membosankan untuk siswa. Salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran kontektual (Contextual Teaching and Learning) memanfaatkan aplikasi berbasis online yaitu quizizz mobile. Pertanyaan yang bersifat interaktif yang dihasilkan mempunyai sampai 4 kemungkinan penyelesaian yang meliputi jawaban benar dan dapat menambahkan gambar pada latar belakang setiap pertanyaan, sehingga kita dapat menggunakannya sebagai sarana belajar yang mana dapat mengajarkan siswa untuk menganalisis, dan siswa dapat mengembangkan jiwa kompetitif di dalam kelas. Dalam proses pengujian kelayakan quizizz digunakan desain one-group pretest – posttest yang dilakukan ke dalam kelas eksperimen dan kontrol. Berlandaskan hasil penelitian diketahui adanya pengaruh dari eksperimen model pembelajaran kontektual berbasis quizizz dengan melihat perubahan terkait hasil dari proses belajar yang signifikan dan perubahan tingkah laku siswa.
MY KID SPENDS MUCH TIME ON TIKTOK: EFEKTIVITAS MODIFIKASI PERILAKU DENGAN TOKEN EKONOMI DALAM KONTROL DURASI PENGGUNAAN TIKTOK Musalmah, Indria; Pabela, Tiara; Kurniawan, Aldo; Elvika, Rahmah R.; Taslim, Fauziah
Jurnal Psikologi Vol 17, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2024.v17i2.11761

Abstract

TikTok social media addiction is one of the phenomena that is increasing today and has a major impact on daily life. To reduce this addiction, this study uses a behavior modification technique, namely token economy. The token economy is a behavior modification system that utilizes the principle of reinforcement in the form of tokens to increase the desired behavior. The economic tokens used are star stickers that will be given during the intervention phase. The research method used is a single case experiment with an A-B research design which is divided into 2 phases, namely the baseline phase (A) and the Intervention phase (B). The subject is a 14-year-old teenager who uses TikTok social media a lot. The results showed that the application of the token economy succeeded in reducing the duration of playing TikTok social media from an average of 6 hours a day to 2 hours a day
Evaluation of the Implementation of Credit Sales System Procedures Yahumaira, Cut Saidati; Hazmi, Yusri; Alfaiza, Sabila; Kurniawan, Aldo
West Science Accounting and Finance Vol. 2 No. 02 (2024): West Science Accounting and Finance
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsaf.v2i02.1063

Abstract

Credit sales are a method used by many companies to increase sales volume by allowing customers to pay for products or services in stages. In an accounting context, credit sales systems require accurate recording and efficient management to ensure that receivables are collectible and the risk of loss is minimized. This article reviews the basic concepts of credit sales, including accounts receivable, provisions for bad debts, and recording credit sales journals. The benefits of credit sales in accounting include increased sales, better management of receivables, and preparation of accurate financial statements. The main challenges faced are bad debt risk, creditworthiness assessment, and receivables monitoring and collection. Implementation of technology such as ERP systems helps in automating record keeping, credit risk analysis, and more efficient reporting. With proper management and technology support, a credit sales system can be an effective tool in a company's financial strategy, minimizing risks and ensuring healthy cash flow.
EKSPLORASI SENI GITAR TUNGGAL DI KELURAHAN KOMERING AGUNG Kurniawan, Aldo; Ronalta, Ratna Rahayu; Sari, Mei Fatmila; Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin
Jurnal Punyimbang Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v5i2.808

Abstract

Seni gitar tunggal Lampung di Komering Agung adalah manifestasi seni yang kaya dan beragam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan identitas masyarakat di wilayah ini. Abstrak ini membawa kita dalam perjalanan melalui eksplorasi musik gitar tunggal, mengungkapkan akar sejarahnya, karakteristik uniknya, serta peran pentingnya dalam kehidupan sehari-hari dan perayaan budaya. Musik gitar tunggal ini merupakan ekspresi artistik yang mendalam dan beragam, mencerminkan kekayaan kreativitas dan keberlanjutan tradisi dalam masyarakat Komering Agung. Dengan menggali lebih dalam ke dalam seni gitar tunggal Lampung, kita dapat memahami bagaimana seni ini berfungsi sebagai penghubung antara dua masa yakni masa kini dan masa lalu, serta sebagai medium pendukung warisan budaya yang tak ternilai dalam masyarakat ini. Lampung solo guitar art in Komering Agung is a rich and varied artistic manifestation that is an inseparable part of the culture and identity of the people of this region. This abstract takes us on a journey through an exploration of solo guitar music, revealing its historical roots, unique characteristics, and important role in everyday life and cultural celebrations. This solo guitar music is a deep and varied artistic expression, reflecting the rich creativity and continuity of tradition in the Komering Agung community. By digging deeper into Lampung solo guitar art, we can understand how this art functions as a link between two eras, namely the present and the past, as well as a medium to support the invaluable cultural heritage of this society.
EKSPLORASI SENI GITAR TUNGGAL DI KELURAHAN KOMERING AGUNG Kurniawan, Aldo; Ronalta, Ratna Rahayu; Prayogi, Rahmat; Betnawati, Betnawati
JURNAL SELAKSA MAKNA Vol. 1 No. 1 (2025): JURNAL SELAKSA MAKNA
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA LAMPUNG, FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/selaksamakna.v1i1.378

Abstract

Seni gitar tunggal Lampung di Komering Agung adalah manifestasi seni yang kaya dan beragam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan identitas masyarakat di wilayah ini. Abstrak ini membawa kita dalam perjalanan melalui eksplorasi musik gitar tunggal, mengungkapkan akar sejarahnya, karakteristik uniknya, serta peran pentingnya dalam kehidupan sehari-hari dan perayaan budaya. Musik gitar tunggal ini merupakan ekspresi artistik yang mendalam dan beragam, mencerminkan kekayaan kreativitas dan keberlanjutan tradisi dalam masyarakat Komering Agung. Dengan menggali lebih dalam ke dalam seni gitar tunggal Lampung, kita dapat memahami bagaimana seni ini berfungsi sebagai penghubung antara dua masa yakni masa kini dan masa lalu, serta sebagai medium pendukung warisan budaya yang tak ternilai dalam masyarakat ini. Lampung solo guitar art in Komering Agung is a rich and varied artistic manifestation that is an inseparable part of the culture and identity of the people of this region. This abstract takes us on a journey through an exploration of solo guitar music, revealing its historical roots, unique characteristics, and important role in everyday life and cultural celebrations. This solo guitar music is a deep and varied artistic expression, reflecting the rich creativity and continuity of tradition in the Komering Agung community. By digging deeper into Lampung solo guitar art, we can understand how this art functions as a link between two eras, namely the present and the past, as well as a medium to support the invaluable cultural heritage of this society.
Perlindungan konsuler warga negara ganda dalam konflik bersenjata fitra yamazaki, Muhammad Adrian; kurniawan, Aldo; Gudangga, Qyan Hari Simartla; Jovinka, Fadel
Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 3 (2026): April - Juni
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consular protection for dual nationals during armed conflict remains an inadequately addressed gap in international law. This study attempts to examine how the international legal framework regulates consular protection for dual nationals during armed conflict, while also mapping the various obstacles that arise in its implementation in the field. To address this issue, this study uses a normative legal research method by combining legislative, conceptual, and case studies, sourced from a literature review of primary, secondary, and tertiary legal materials. The results of the study found that the legal basis for consular protection is essentially based on the 1963 Vienna Convention on Consular Relations and the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations, but neither instrument specifically addresses the issue of dual nationality. Consequently, the determination of which country is entitled to provide protection is left to the principle of effective nationality, which in practice is often applied inconsistently. This complexity is further compounded during armed conflict, as access for consular officials is limited, diplomatic relations can be disrupted, and administrative procedures become cumbersome. The 1949 Geneva Conventions do provide minimum protection through international humanitarian law, but they cannot completely replace consular protection. The case of Aiden Aslin in 2022 illustrates how the ambiguity of dual citizenship can lead to the loss of effective access to consular protection in conflict zones.