Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME : RADIKALISME TERORISME ANCAMAN STABILITAS NASIONAL DI INDONESIA Agus Rustamana; Rika Oktavia; Fajar Sucipto; Malki Al Mansur
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i12.1392

Abstract

Radikalisme dan terorisme merupakan ancaman serius bagi stabilitas dan keamanan nasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena radikalisme dan terorisme di Indonesia serta peranan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menangani masalah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengumpulkan dan menganalisis data sekunder dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radikalisme dan terorisme di Indonesia dipengaruhi oleh faktor ideologi, politik, sosial, ekonomi, dan budaya. BNPT memiliki peran strategis dalam melakukan pencegahan, penindakan, dan deradikalisasi terhadap kelompok radikal dan teroris. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa radikalisme dan terorisme di Indonesia memerlukan penanganan yang komprehensif dan kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk BNPT, dengan mengedepankan pendekatan soft power dan human security.
INOVASI LAYANAN PENCEGAHAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK MELALUI APLIKASI “CEK PUAN RIKA” OLEH DINAS P3AP2KB PROVINSI RIAUq Rika Oktavia; Mayang Gumala Sari; Gita Fara Agustina; Elly nielwaty
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 4 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v6i3.9490

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia masih menjadi permasalahan yang belum dapat terselesaikan hingga saat ini. Di Provinsi Riau sendiri kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terus meningkat tiap tahunnya. Meskipun kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2023 tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kasus tersebut masih terus terjadi sampai saat ini. Adapun penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil yang didapatkan adalah fungsi dari aplikasi “Cek Puan Rika” dan bagaimana tantangan dalam pelaksanaannya.
IMPACT OF TITANIUM DIOXIDE CONCENTRATION ON WHITECAST FORMATION IN DAY CREAM FORMULATION Sari, Indah Puspita; Rika Oktavia
Indonesian Journal of Cosmetics Vol. 3 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Cosmetics
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/ijcos.v3i1.2271

Abstract

Titanium dioxide (TiO₂) is widely used in day cream formulations as a physical UV filter due to its broad-spectrum protection and stabilizing properties. However, its tendency to produce a visible whitecast on the skin presents a major aesthetic drawback, particularly for consumers with medium to dark skin tones. This study aimed to formulate three variants of day cream containing different concentrations of TiO₂ (6%, 3.3%, and 2%) and evaluate their visual characteristics, pH compatibility, and consumer-perceived whitecast intensity to determine the optimal balance between UV protection and cosmetic elegance. All formulations were prepared following a standardized emulsification protocol using identical excipient compositions, with TiO₂ concentration as the only variable. Organoleptic and pH evaluations were conducted, followed by a sensory assessment involving 20 respondents who evaluated whitecast visibility and overall preference using structured questionnaires. All formulations demonstrated desirable visual and organoleptic characteristics, including homogeneous white color, soft mango fragrance, and smooth texture with a pH within the ideal physiological range (4.5–5.5). Sensory evaluation revealed that higher TiO₂ concentrations led to more pronounced whitecast. Formulation F3 (2% TiO₂) was most preferred by 75% of respondents for its minimal whitecast and natural finish. The results indicate a direct correlation between TiO₂ concentration and whitecast intensity. While higher TiO₂ concentrations improve opacity and UV protection, they compromise cosmetic acceptability. Formulation with 2% TiO₂ offers an optimal balance for daily cosmetic use, supporting the development of aesthetically pleasing and functionally protective skincare products.
AMBIGUITAS DAN KONFLIK PERAN : DAMPAKNYA TERHADAP PRESTASI KERJA MELALUI KEPUASAN KERJA PADA PEGAWAI BANK NAGARI CABANG SOLOK Rika Oktavia; Reni Yuliviona; Irwan Muslim
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 1 (2026): Edisi Januari - April 2026
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i1.7263

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena prestasi kerja pegawai Bank Nagari Cabang Solok yang masih berada pada kategori sedang. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor ambiguitas peran dan konflik peran yang dapat menurunkan kepuasan kerja serta berdampak pada prestasi kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ambiguitas peran dan konflik peran terhadap prestasi kerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik total sampling, melibatkan seluruh 133 pegawai Bank Nagari Cabang Solok sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis dengan teknik Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambiguitas peran tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja maupun prestasi kerja. Sebaliknya, konflik peran berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja dan prestasi kerja. Selain itu, kepuasan kerja terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi kerja. Analisis mediasi menemukan bahwa kepuasan kerja tidak memediasi hubungan ambiguitas peran dengan prestasi kerja, namun memediasi secara signifikan hubungan konflik peran terhadap prestasi kerja. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa konflik peran merupakan faktor dominan yang menurunkan kepuasan dan prestasi kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, sedangkan ambiguitas peran tidak memberikan kontribusi berarti terhadap pencapaian kinerja pegawai.