Pembangunan infrastruktur jalan tol memerlukan perencanaan fondasi yang matang untuk menjamin stabilitas dan daya dukung tanah, khususnya pada struktur yang menopang beban berat dalam jangka panjang. Penelitian ini dilakukan pada proyek Jalan Tol ruas Kuala Tanjung-Indrapura di Provinsi Sumatera Utara, yang memiliki kondisi tanah bervariasi, mulai dari pasir berlanau hingga lempung berpasir halus. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan daya dukung fondasi tiang pancang berdasarkan data uji N-SPT dengan metode empiris Meyerhof dan hasil uji dinamik PDA Test yang dianalisis menggunakan metode CAPWAP. Hasil perhitungan dengan metode Meyerh off menunjukkan daya dukung izin tiang pancang berturut-turutsebesar 49,92 ton, 88,69 ton, dan 110,66 ton pada kedalaman 32 m, 36 m, dan 48 m. Sementaraitu, hasil uji PDA Test menunjukkandayadukungizinberturut-turutsebesar 168,70 ton, 150,24 ton, dan 149,92 ton pada kedalaman yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya dukung dari PDA Test cenderung lebih tinggi dibandingkan hasil perhitungan N-SPT. Hal ini mengindikasikan bahwa kapasitas actual tiang pancang lebih besar dari yang diperkirakan oleh metode empiris. Selain itu, ditemukan bahwa semakin dalam lapisan tanah, daya dukung dari N-SPT cenderung meningkat. Penelitian ini menegaskan pentingnya verifikasi daya dukung fondasi melalui pengujian dinamis untuk memastikan keandalan struktur fondasi pada proyek infrastruktur besar.