Zaniera, Zaniera
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG OBAT GENERIK, CEK KLIK DAN DAGUSIBU Yuliana, Anna; Aprila, Zessa; Hidayah, Nauval Aqil; Zaniera, Zaniera; Aziz, Haniifa Nur; Iskandar, Natasya Tastaftiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25428

Abstract

Abstrak: Obat Generik yaitu obat yang sudah habis masa patennya atau disebut off patent, maka dapat dibuat oleh berbagai perusahaan farmasi tanpa membayar royalti sehingga harga obatnya relatif lebih murah dibanding obat paten. Namun kepercayaan masyarakat terhadap efektivitas obat generik lebih rendah dibanding obat paten, karena menganggap bahwa harga mencerminkan kualitas obat. Maka dari itu, dilakukan penyuluhan yang betujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar tidak ragu lagi memilih obat generik yang aman serta murah. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan di Masjid Al-falah terhadap 46 orang masyarakat Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya oleh Mahasiswa tim 1 KKN Sindangasih Universitas Bakti Tunas Husada yang beranggotakan 5 orang yang dibantu oleh dosen pembimbing lapangan dan pengurus masjid. Sebelum dilakukan pemaparan materi, terlebih dahulu masyarakat diberi kuesioner berupa pre-test lalu dilanjutkan dengan penyuluhan tentang obat generik, cek KLIK dan DAGUSIBU, kemudian diberi kuesioner kembali yaitu post-test untuk menilai peningkatan pemahaman masyarakat mengenai obat generik, cek KLIK dan DAGUSIBU. Hasil dari analisis data statistik yang diolah menggunakan metode Paired Samples T Test memperlihatkan perbedaan yang signifikan, dengan nilai Sig.(2-tailed) pada hasil pengujian sebesar 0,000 (<0,05). Hal ini menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat meningkat sesudah materi disampaikan.Abstract: Generic drugs are drugs that have expired their patent or are called off patent, so they can be made by various pharmaceutical companies without paying royalties so that the price of the drug is relatively cheaper than patent drugs. However, public confidence in the effectiveness of generic drugs is lower than that of patented drugs, because they assume that the price reflects the quality of the drug. Therefore, counseling was conducted with the aim of increasing public understanding so that they no longer hesitate to choose generic drugs that are safe and cheap. This counseling activity was carried out at the Al-falah Mosque for 46 people of Sindangasih Village, Cikatomas District, Tasikmalaya Regency by Team 1 KKN Sindangasih students of Bakti Tunas Husada University, consisting of 5 members assisted by field supervisors and mosque administrators. Before the presentation of the material, the community was first given a questionnaire in the form of a pre-test and then continued with counseling on generic drugs, KLIK checks and DAGUSIBU, then given a questionnaire again, namely the post-test to assess the increase in community understanding of generic drugs, KLIK checks and DAGUSIBU. The results of the statistical data analysis processed using the Paired Samples T Test method showed a significant difference, with a Sig. (2-tailed) value in the test results of 0.000 (<0.05). This shows that community knowledge increased after the material was delivered.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENYIMPANAN DAN PEMBUANGAN OBAT KEDALUWARSA Shaleha, Resha Resmawati; Zaniera, Zaniera; Aliifah, Maitsa Wafaa; Dwiputri, Nadya; Dewi, Riska Nurmala; Tisnawati, Eva; Marliyani, Mila; Rachma, Diva
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31210

Abstract

Abstrak: Kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh perilaku individu dalam mengelola obat di rumah untuk keperluan swamedikasi. Penyimpanan dan pembuangan obat kedaluwarsa yang tidak memenuhi standar menimbulkan resiko serius, seperti penyalahgunaan, keracunan dan dampak negatif terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh limbah farmasi. Tujuan kegiatan ini yaitu menambah pemahaman masyarakat berupa penyimpanan dan pembuangan obat kedaluwarsa yang benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode berupa penyuluhan kesehatan dari tim mahasiswa dengan masyarakat kelurahan Setiaratu yang berjumlah 65 orang peserta 65 orang. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Evaluasi yang dilakukan pada kegiatan ini dilihat dari meningkatnya skor hasil post-test dibandingkan dengan pre-testyang terdiri dari 10 pertanyaan mencakup 5 soal dengan pilihan jawaban ganda dan 5 soal lainnya berupa pilihan jawaban “Ya” dan “Tidak”. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa sebelum kegiatan, sebagian besar peserta dengan persentase 96,92% memiliki skor rendah (3–4) pada pre-test, dan hanya 3,08% yang mencapai skor sedang (6–8). Setelah penyuluhan, seluruh peserta memperoleh peningkatan pengetahuan dengan persentase 100% pada saat post-test. Hasil uji Paired T-Test juga memperlihatkan kenaikan skor rata-rata dari 4.03 menjadi 10.00, menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Secara keseluruhan, penyuluhan tentang penyimpanan dan pembuangan obat kedaluwarsa berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat secara positif.Abstract: Public health is greatly influenced by individual behavior in managing drugs at home for self-medication purposes. Storage and disposal of expired drugs that do not meet standards pose serious risks, such as misuse, poisoning and negative impacts on the environment caused by pharmaceutical waste. This activity aims to increase public knowledge about the correct way to store and dispose of expired drugs. This community service activity uses a method in the form of health counseling from a student team with 65 participants. This activity was carried out in Setiaratu Sub-district, Cibeureum District, Tasikmalaya City. The evaluation carried out in this activity was seen from the increase in the post-test score compared to the pre-testwhich consisted of 10 questions including 5 questions with multiple choice answers and 5 other questions in the form of "Yes" and "No" answer choices. The results of the counseling showed that before the activity, most participants with a percentage of 96.92% had a low score (3-4) on the pre-test, and only 3.08% achieved a medium score (6-8). After counseling, all participants obtained an increase in knowledge with a percentage of 100% at the post-test. Paired T-Test also showed an increase in the mean score from 4.03 to 10.00, indicating a significant increase in knowledge. Overall, the counseling on the storage and disposal of expired medicines succeeded in positively improving the community's understanding.