Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kandungan Nitrat Phospat dan Amonia di Kawasan Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi Kabupaten Purworejo Permatasari, Mahardika Nur; Kurniawati, Any; Irawan, Hery
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47324

Abstract

Kawasan Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi di Kabupaten Purworejo adalah ekosistem mangrove yang penting secara ekologis dan pendidikan. Penelitian dilakukan dengan tujuan menganalisis kandungan nitrat, fosfat, dan amonia dalam kawasan ini. Sampel air diambil secara acak dari beberapa titik di kawasan mangrove, dengan tiga kali perulangan di setiap lokasi. Data hasil analisis diolah menggunakan perangkat lunak statistik Orange Data Mining dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis akan digunakan untuk memahami kualitas air di kawasan mangrove ini dan dampak potensialnya terhadap ekosistem. Metode analisis mengikuti standar APHA (2005) dengan menggunakan spektrofotometer UV mini-1240. Selain itu, analisis PCA digunakan untuk memahami hubungan antar parameter perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan amonia umumnya berada dalam batas aman untuk biota laut, meskipun beberapa pengukuran melebihi ambang batas. Kandungan nitrat melebihi batas baku mutu air laut, yang dapat berdampak negatif pada ekosistem laut. Demikian pula, kandungan fosfat juga telah melebihi batas baku mutu yang ditetapkan. Kesimpulannya, kualitas air di Kawasan Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi memerlukan pemantauan dan tindakan pengelolaan yang lebih ketat untuk menjaga keberlanjutan ekosistem ini. Diperlukan kerjasama antara pemangku kepentingan dan komunitas setempat untuk menjaga kelestarian kawasan ini dan mendukung program edukasi lingkungan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Ekosistem mangrove, kualitas air, nitrat, fosfat, amonia
Identification Identifikasi Konflik Antara Nelayan, Pengusaha Ikan dan Pemerintah dalam Kegiatan Perikanan Tangkap di TPI PPS Cilacap, Jawa Tengah: Identifikasi Konflik Antara Nelayan, Pengusaha Ikan dan Pemerintah dalam Kegiatan Perikanan Tangkap Vidianto, Alvian Dwi; Putri, Naya Distal Awalia; Wiranti, Dinda Devina Putri; Harsoleh, Syifa Auliya; Nabila, Cantika Zalsa; Arifiana, Sabrina Putri; Cahyani, Rizka Indah; Widyastuti, Eva; Hendrawan, Alya Sabita Puteri; Syawalandita, Tegar Hilmi; Nugraha, Fauzi Surya; Kusumo, Jati Suryo; Suryanti, Ani; Pertiwi, Rika Prihati Cahyaning; Sari, Lilik Kartika; Muslih; Permatasari, Mahardika Nur; Attaqi, Ahmad Naufal
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v5i1.24127

Abstract

The capture fisheries sector plays a strategic role in the national economy, including at the Cilacap Ocean Fishing Port (PPS Cilacap), the center of marine product fishing and distribution. This study aims to identify the forms, causes, and impacts of conflicts between fishermen, fish entrepreneurs, and the government in managing capture fisheries at the Cilacap PPS. Data collection was conducted on November 10, 2025, through questionnaire-based interviews with fishermen, entrepreneurs, and port managers, covering operational aspects, economics, regulatory perceptions, and potential conflicts. The results indicate that conflicts are triggered by differences in interests in access to port facilities, catch distribution, understanding of fishing zone regulations, and inequality in asset ownership and capital sources. Visual analysis of the data shows that fishing activities are dominated by medium-scale vessels measuring 5–30 GT, the use of fishing rods as the primary gear, and a high reliance on diesel fuel for operations. Although most fishermen have joined groups, access to government assistance and insurance remains unequal. These findings underscore the need for institutional strengthening, increased regulatory dissemination, and the implementation of collaborative zone-based fisheries management to reduce the potential for conflict and support the sustainability of capture fisheries in the Cilacap Fishing Port (PPS)