Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of the Relationship Between Entrepreneurship Strengthening and Regional Resilience in North Labuhanbatu Regency Yusri, Mohd.
Economic: Journal Economic and Business Vol. 4 No. 1 (2025): ECONOMIC: Journal Economic and Business
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar (LARISMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/ejeb.v4i1.1019

Abstract

This study aims to examine the relationship between strengthening entrepreneurship and regional resilience in North Labuhanbatu Regency. Entrepreneurship is considered a key element in strengthening regional resilience, both in terms of economy, social, and sustainable development. The research approach used is quantitative, with data collection carried out by distributing questionnaires to micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and related institutions. The collected data were analyzed using correlational statistical techniques to measure the level of relationship between the variables studied. The results of the analysis show a positive and significant relationship between strengthening entrepreneurship and regional resilience. Increasing entrepreneurial capacity, easy access to capital, innovation in business, and support from local government policies are identified as the main factors in strengthening regional socio-economic resilience. These findings confirm that developing local entrepreneurship can be an effective strategy in building regions that are more resilient in facing various global and national challenges. This study also recommends the importance of collaboration between local governments, the private sector, and the community in strengthening the entrepreneurial ecosystem.
IMPLEMENTASI PENGOLAHAN SUSU ETAWA MENJADI MASKER DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK TERNAK DI KECAMATAN SUNGGAL Dewi, Irma; Nurzanah, Wiwin; Yusri, Mohd.; Pane, Yunita; Mulia, Mulia; Gultom, Togar Timoteus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21815

Abstract

Abstrak: Desa Paya geli terletak di kecamatan medan sunggal kabupaten Deli Serdang dan termasuk populasi ternak yang paling tinggi yaitu 260 kambing. Implementasi pengolahan susu etawa menjadi masker di Desa Paya Geli bertujuan untuk meningkatkan pendapatan kelompok ternak. Kegiatan dilakukan melalui praktek pembuatan masker, pelatihan cara pemerasan susu yang higienis, dan diskusi tentang manajemen keuangan. Delapan orang mitra terlibat dalam kegiatan ini, dengan metode evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan Mitra untuk mendapatkan umpan balik, serta pemantauan terhadap perkembangan dan hasil kerja Mitra setelah pelatihan dilakukan. Dengan kombinasi metode pre-test dan post-test, observasi, wawancara, dan evaluasi skill, tim pengabdian dapat secara komprehensif mengevaluasi efektivitas kegiatan pelatihan dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan Mitra Peternak Kambing.Terjadi peningkatan skill mitra sebesar 30% setelah kegiatan berlangsung. Mitra yang terlibat dalam kegiatan implementasi pengolahan susu etawa menjadi masker di Desa Paya Geli berjumlah 8 orang.Abstract: Paya Geli Village is located in Medan Sunggal sub-district, Deli Serdang district and has the highest livestock population, namely 260 goats. The implementation of processing etawa milk into masks in Paya Geli Village aims to increase the income of livestock groups. Activities were carried out through the practice of making masks, training on how to express milk hygienically, and discussions on financial management. Eight partners were involved in this activity, with the evaluation method carried out through observation and interviews with Partners to obtain feedback, as well as monitoring the progress and results of Partners' work after the training was carried out. With a combination of pre-test and post-test methods, observation, interviews and skill evaluation, the service team can comprehensively evaluate the effectiveness of training activities and their impact on increasing the knowledge and skills of Goat Farming Partners. There was an increase in partner skills of 30% after the activity took place. Eight partners were involved in the implementation of etawa milk processing into masks in Paya Geli Village.
INOVASI KERANG SIMPING MENJADI KERUPUK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN NELAYAN KECAMATAN BELAWAN Yusri, Mohd.; Pane, Yunita; Zurkiyah, Zurkiyah; A., Arfis; Indrayani, Indrayani; Suhelmi, Suhelmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22032

Abstract

Abstrak: Kampung Nelayan adalah pemukiman di Kecamatan Medan Belawan Provinsi Sumatera Utara. Permasalahan yang didapat dari Mitra adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan masyarakat Kampung Nelayan dalam mengolah kerang simping menjadi produk bernilai tambah seperti kerupuk, serta kekurangan pengetahuan dalam hal branding, kemasan, dan teknik pemasaran produk. Solusi dalam pengabdian ini mencakup pelatihan dalam pembuatan kerupuk, pengembangan kemasan produk, strategi promosi melalui media sosial, serta penerapan sistem manajemen produksi dan keuangan yang efisien. Solusi ini bertujuan untuk memberdayakan mitra dalam aspek hardskill terkait usaha makanan dan manajemen, sehingga dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat Kampung Nelayan. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, terdapat peningkatan pengetahuan mitra sebesar 40% setelah mengikuti program ini. Dengan peningkatan pengetahuan ini, diharapkan mitra dapat lebih siap dan mampu mengembangkan usaha kerupuk simping mereka dengan lebih baik dan berkelanjutan. Program ini melibatkan sebanyak 25 orang peserta untuk acara sosialisasi, yang merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pendapatan tambahan masyarakat Kampung Nelayan, terutama kelompok nelayan.Abstract: Fishermen's Village is a settlement in Medan Belawan District, North Sumatra Province. The problems encountered by Mitra are the lack of understanding and skills of the Fishermen's Village community in processing simping shellfish into value-added products such as crackers, as well as a lack of knowledge in terms of branding, packaging and product marketing techniques. The solutions in this service include training in making crackers, developing product packaging, promotional strategies via social media, as well as implementing efficient production and financial management systems. This solution aims to empower partners in hard skill aspects related to food business and management, so that they can create sustainable added value for the Nelayan Village community. Based on the evaluation carried out, there was an increase in partner knowledge by 40% after participating in this program. With this increase in knowledge, it is hoped that partners will be better prepared and able to develop their simping cracker business better and more sustainably. This program involved as many as 25 participants for an outreach event, which was part of an effort to increase additional income for the Fishermen's Village community, especially fishermen groups.