Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Aspek Sosial dalam Naskah Drama RT Nol RW Nol Berdasarkan Sosiologi Sastra Ian Watt: Social Aspects in the Drama Manuscript RT Nol RW Nol Based on Ian Watt’s Literary Sociology Wachyudin, Wachyudin; Deliani, Alya Octa
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 7 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v7i2.20432

Abstract

Sosiologi dan sastra memiliki kaitan yang sangat erat. Pengaruh-pengaruh sosial dalam lingkungan penulis mampu mempengaruhi tulisan penulis tersebut. Sosiologi sastr adalah pengarang yang mempermasalahkan status sosial, ideolog sosial, dan lain-lain yang menyangkut pengarang sebagai penghasil sastra. penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatis menggunakan pendekatan sosiologi sastra menurut Ian Watt dalam naskha drama RT NOL RW NOL karya Iwan Simatupang. Menurut Ian Watt dalam Literature and Society (1964), sosiologi sastra dapat dibagi menjadi tigas, (1) konteks sosial pengarang, (2) sastra sebagai cermin masyarakat, (3) fungsi sosial sastra. dalam penelitain ini ditemukan bahwa teori sosiologi sastra menurut Ian Watt memiliki kaitan yang sangat erat dengan naskah drama RT NOL RW NOL karya Iwan Simatupang baik itu dalam konteks sosial pengarang, sastra sebagai cerminan masyarakat, serta fungus sosial sastranya dengan lingkungan sosial Iwan Simatupang.
Distribusi Fonem Vokal Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas 1 Sekolah Dasar Rakhmat, Muhammad; Alhariri, Sopia; Annursiah, Sena; Nurhasanah, Heti; Rahmatillah, Yulia; Wachyudin, Wachyudin
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2024): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v6i2.970

Abstract

This study contains research on the analysis of the distribution of vowel phonemes in the reading material of grade 1 elementary school textbooks. The research is based on the rampant language errors in the field of pronunciation. These errors are caused by ignorance of good and correct pronunciation. So this research aims to introduce the pronunciation through the distribution of vowel phonemes in a word in the smallest community environment, namely schools. The phoneme distribution analysis in this study uses the theory of phonetic transcription, vowel classification, and distribution of Indonesian phonemes. The method used is descriptive qualitative. The results of the analysis show that the reading material in the textbook contains ten phonological symbols in the form of [a, i, ?, u, U, e, ?, ?, o, ?]. The ten symbols are pronounced in different ways based on the sound organs they use. The vowel phoneme that always appears in the reading material is the sound [a] which dominates the appearance at the beginning of the word, the middle of the word, and the end of the word.AbstrakPenelitian ini berisikan analisis distribusi fonem vokal dalam bahan bacaan buku teks kelas 1 Sekolah Dasar. Penelitian ini didasari oleh maraknya kesalahan berbahasa dalam bidang pelafalan. Kesalahan tersebut disebabkan oleh ketidaktahuan mengenai cara pelafalan yang baik dan benar. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan cara pelafalan melalui pendistribusian fonem vokal dalam suatu kata di lingkungan masyarakat terkecil yaitu sekolah . Analisis distribusi fonem pada penelitian ini menggunakan teori transkripsi fonetik, klasifikasi vokal, dan distribusi fonem bahasa Indonesia. Metode yang digunakan berupa kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahan bacaan dalam buku teks tersebut terdapat sepuluh lambang fonologi berupa [a, i, ?, u, U, e, ?, ?, o, ?]. Dari sepuluh lambang tersebut dilafalkan dengan cara yang berbeda berdasarkan pada organ bunyi yang digunakannya. Fonem vokal yang selalu muncul dalam bahan bacaan tersebut ialah bunyi [a] yang mendominasi kemunculan pada awal kata, tengah kata, dan akhir kata.
SOCIAL VALUES IN THE NOVEL MAUT DAN CINTA BY MOCHTAR LUBIS AS A PROPOSED TEACHING MATERIAL FOR GRADE XII HIGH SCHOOL STUDENTS Wachyudin, Wachyudin
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.7.1.167.2025

Abstract

 AbstrakNovel Maut Dan Cinta telah menyajikan nilai-nilai sosial dan kekayaan budaya beberapa masyarakat lengkap dengan ciri-ciri karakter, simbol, dan ungkapan yang diambil dari kehidupan mereka. Pembaca dapat mengambil hikmah dari nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terdapat dalam novel Maut Dan Cinta karya Mochtar Lubis. Analisis nilai-nilai sosial akan diteliti dengan menggunakan teori Zubaedi yang mengemukakan nilai-nilai sosial yang terdiri dari kasih sayang, tanggung jawab, dan keharmonisan hidup. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mana akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Sumber data berasal dari novel Maut Dan Cinta karya Mochtar Lubis. Data yang diambil berupa kata-kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf yang mengacu pada nilai-nilai sosial. Teknik yang digunakan menggunakan teknik simak yang dilanjutkan dengan teknik catat. Apabila semua data telah terkumpul, maka proses selanjutnya adalah analisis data yang dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan kemudian melakukan verifikasi atau penarikan simpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ditemukannya 85 data nilai sosial dalam novel Kematian dan Cinta yaitu mengenai nilai bakti, kekeluargaan, tolong menolong, kepedulian, kesetiaan, rasa memiliki, empati, disiplin, keadilan, kerjasama, toleransi dan demokrasi. Penelitian ini berimplikasi pada pembelajaran novel di kelas XII SMA. Banyak nilai-nilai sosial yang dapat dipelajari oleh siswa dan nilai-nilai baik tersebut selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah maupun di masyarakat.Kata Kunci: Kematian dan Cinta, sosiologi sastra, nilai-nilai sosial, bahan ajar.
Analisis Psikologis Tokoh Utama dalam Novel Ancika Karya Pidi Baiq sebagai Alternatif Bahan Ajar Novel Wachyudin, Wachyudin; Rakhmat, Moh.; Permana, Nineu Maharani; Juariah, Juariah
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i2.1542

Abstract

This study examines the psychological aspects of the main character in Pidi Baiq's novel Ancika using a descriptive qualitative approach. The analysis focuses on Sigmund Freud's psychoanalytic theory, which divides personality structure into three entities: id, ego, and superego. The research data consists of novel excerpts that show the psychological dynamics of Ancika, and are supported by literature related to psychological theory and the development of teaching materials. The results show that Ancika is a strong, idealistic, and independent figure, but also experiences inner conflict due to the interaction of the id, ego, and superego in facing daily problems, social relationships, and the search for identity. These findings indicate that Ancika's novel not only has cultural and social value but is also relevant as a literary teaching material to improve empathy, psychological understanding, and critical thinking skills of students. Thus, the integration of psychological analysis of characters in literary learning is expected to broaden students' horizons while supporting contextual and flexible educational programs. AbstrakPenelitian ini mengkaji aspek psikologis tokoh utama dalam novel Ancika karya Pidi Baiq dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis difokuskan pada teori psikoanalisis Sigmund Freud yang membagi struktur kepribadian menjadi tiga entitas: id, ego, dan superego. Data penelitian berupa kutipan novel yang menunjukkan dinamika psikologis tokoh Ancika, serta diperkuat dengan literatur terkait teori psikologi dan pengembangan bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ancika merupakan sosok yang kuat, idealis, dan mandiri, namun juga mengalami konflik batin akibat interaksi id, ego, dan superego dalam menghadapi persoalan sehari-hari, hubungan sosial, dan pencarian jati diri. Temuan ini mengindikasikan bahwa novel Ancika tidak hanya memiliki nilai budaya dan sosial, tetapi juga relevan sebagai bahan ajar sastra untuk meningkatkan empati, pemahaman psikologis, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Dengan demikian, integrasi analisis psikologis tokoh dalam pembelajaran sastra diharapkan mampu memperluas wawasan peserta didik sekaligus mendukung program pendidikan yang kontekstual dan fleksibel.
FT PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP IMPLEMENTASI PENDIDIKAN DI SMP Yoseptry, Ricky; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Renata, Liza Putri; Fatmawati, Fatmawati; Wachyudin, Wachyudin
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/pkwu.v13i2.2134

Abstract

The changes brought about by digital technology have had a significant impact on the process of identity formation among adolescents, particularly junior high school students who are in a transitional phase toward adulthood. In the environment of SMPN 2 Babakan Cikao Purwakarta, the use of social media and intense digital interaction has given rise to various issues, such as a tendency toward self-comparison, a decline in the authenticity of expression, anxiety over social judgment, and experiences of alienation from the real environment. This situation indicates the need for an educational approach that is able to address the personal dimension and the meaning of students’ lives. This study examines the relevance of existentialist thought, particularly the ideas of Sartre, Kierkegaard, and Frankl, as a foundation for guiding adolescents to understand themselves more holistically amid the flow of digitalization. The study is conducted using a descriptive qualitative research method based on a literature review, examining various relevant academic sources. The results show that adolescents face challenges such as undirected freedom, pressure to conform, the need for digital recognition, and a sense of meaninglessness. Through education grounded in existential values, teachers can act as facilitators who help students develop responsibility, moral courage, reflective thinking, healthy human relationships, and deeper ethical awareness. The findings of this study emphasize the importance of integrating an existential perspective into the learning process so that students are able to build a more mature identity and discover an authentic direction in life.
TRANSFORMASI NOVEL SABTU BERSAMA BAPAK KARYA ADHITYA MULYA KE DALAM SERIAL FILM : KAJIAN EKRANISASI Wachyudin, Wachyudin; Rahmatillah, Yulia; Malik, Miftahul
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1379

Abstract

AbstrakTransformasi karya sastra dari novel menjadi serial merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan karya sastra dalam berbagai bentuk. Penelitian ini akan menganalisis transformasi karya sastra novel menjadi serial film melalui kajian ekranisasi. Kajian ekranisasi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak pergeseran media ini terhadap interpretasi dan penerimaan khalayak terhadap cerita yang sebelumnya hanya terdapat dalam bentuk tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ekranisasi dari novel ke serial film memengaruhi karakter, alur, dan latar novel dan serial Sabtu Bersama Bapak. Analisis ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Eneste yang mencakup tiga perubahan. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan penyusutan, penambahan, dan variasi. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak katat yang kemudian diklasifikasikan dan dianalisis untuk kemudian diambil kesimpulan terhadap hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi proses penyusutan karakter sebanyak 4 tokoh, 29 alur, dan 2 penyusutan latar. Proses penambahan tersebut menghasilkan 14 tokoh, 55 alur/peristiwa. Sedangkan proses perubahannya bervariasi sehingga menghasilkan 2 tokoh, 13 alur, di 6 tempat dan 4 perubahan yang bervariasi dalam latar waktu. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekranisasi ke dalam bentuk film seri dapat memberikan dimensi baru pada cerita, memperkaya karakter dan alur cerita.Kata Kunci : Transformasi Sastra, Kajian Ekranisasi, Novel, Film Seri AbstrakTransformasi karya sastra dari bentuk novel ke seri menjadi salah satu jalan untuk memperkenalkan karya sastra dalam bentuk yang berbeda. Penelitian ini akan menganalisis transformasi karya sastra novel ke dalam film serial melalui kajian ekranisasi. Kajian ekranisasi ini bertujuan untuk mendalami dampak pergeseran media ini terhadap interpretasi dan penerimaan penonton terhadap cerita-cerita yang sebelumnya hanya ditemui dalam bentuk tertulis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ekranisasi dari novel ke film serial mempengaruhi tokoh, alur, dan latar dari Novel dan Serial Sabtu Bersama Bapak. Analisis ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Eneste yang mencakup tiga perubahan. Perubahan tersebut dapat berupa pensil, penambahan dan perubahan yang bervariasi. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif.Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak katat yang kemudian diklasifikasi dan dianalisis untuk kemudian ditarik kesimpulan atas hasil analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, telah terjadi proses penciutan tokoh sebanyak 4 tokoh, 29 alur, dan 2 penciutan pada latar tempat. Untuk proses penambahan 14 orang, 55 alur/peristiwa. Sedangkan proses perubahan bervariasi menghasilkan 2 karakter, 13 alur, pada 6 latar tempat dan 4 perubahan bervariasi pada latar waktu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekranisasi ke dalam bentuk film serial dapat memberikan dimensi baru pada cerita, memperkaya karakter, dan membangun dunia cerita secara visual.Kata kunci : Transformasi Sastra, Kajian Ekranisasi, Novel, Film Serial