Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

STUDI POPULASI Macaca fascicularis DI TAMAN WISATA HUTAN KERA TIRTOSARI KOTA BANDAR LAMPUNG Derry Chandra Wijaya; Sugeng P. Harianto; Gunardi D. Winarno
Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 6 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v6i3.5982

Abstract

Macaques Forest Tourism Park is a green open space area that in 2007 was prepared as a resort where there are macaques there. TWHK was a habitat for macaques which lied in the middle of Bandar Lampung city. This research was conducted to determine the number of indivudual population of macaques, sex ratio and age range as well as the factors that impact the populations. This research used concentration count and interview method towards people around the research location during July 2017, from 7 o’clock in the morning till the evening. The research used habituation. The concentration count method was conducted in 3 locations where macaques often seen. There were 53 individuals of macaques. The macaques sex ration and age range for old male macaques were 8 individuals, old female macaques were 16 individuals, teens/ young macaques were 24 individuals, and baby macaques were 5 individuals. The comparison of sex ratio between adult males and females is 1: 2 individualsTaman Wisata Hutan Kera (TWHK) merupakan suatu kawasan ruang terbuka hijau yang pada tahun 2007 di persiapkan sebagai kawasan objek wisata dalam hal ini satwa M. fascicularis. TWHK merupakan habitat bagi M. fascicularis yang ada di tengah kota bandar lampung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah populasi, sex ratio dan struktur umur serta faktor yang berpengaruh terhadap populasi M. fascicularis. Digunakan metode terkonsentrasi dan wawancara kepada masyarakat sekitar pada penelitian M. fascicularis selama bulan Juli 2017, pada pagi hari pukul 07.00 hingga sore hari. Penelitian dilakukan dengan melakukan habituasi. Metode concentration count dilakukan di tiga lokasi pengamatan yang paling sering dijumpai M. fascicularis. Populasi M. fascicularis di TWHK Tirtosari adalah 53 individu yang diperoleh dari data terbanyak dilapangan. Sex ratio dan struktur umur M. fascicularis untuk jantan dewasa 8 individu, betina dewasa 16 individu, remaja/anak-anak 24 ekor, dan bayi 5 individu. Perbandingan antara jantan dewasa dan betina dewasa adalah 1 : 2 individu. 
336 PERILAKU HARIAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) PADA OBJEK WISATA: STUDY KASUS DI TAMAN WISATA HUTAN KERA BANDAR LAMPUNG, PROVISI LAMPUNG Albert Zeksen; Sugeng P. Harianto; Yulia Rahma Fitriana; Gunardi Djoko Winarno
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v9i2.11283

Abstract

A monkey forest tourism park is a tourist attraction whose function is to preserve the long tailed monkey’s (Macaca fascicularis) population and to benefit it as a tourist attraction. The research was taking place at the Monkey Forest Tourism Park/Taman Wisata Hutan Kera (TWHK) Bandar Lampung in Bandar Lampung City, Lampung Province, in November 2018. This study objective was to understand he interaction between monkeys and tourists influence the daily activities of long-tailed monkeys, by etermining the behavior of eating, resting, and moving. The dialy tourist presence was observed in order to analyse this impact to anaimal behavior. Observations in this research were carried out using the scan sampling method by observing and recording continuously the daily behavior over a certain period of time. The research was conducted in the period of time at 6:00 AM to 18:00 PM WIB with intervals observation time for 30 minutes for 14 consecutive days. The results showed 50% switching behavior, 31% resting, and 19% eating of all daily behavior. Factors that influence the most dominant behavior are the presence of natural food in TWHKis very small and the dependence of long-tailed monkeys to receive food from tourists. A long-tailed monkey’s natural food source at TWHK is the main factor influencing behavior change.The research implication is the enrichment of feed sources both type and amount of feed is important in TWHK
ANALISIS PERSEPSI PENGUNJUNG DAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN WAY LALAAN Della Tiara Monik; Sugeng Prayitno Harianto; Agus Setiawan
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v9i2.11279

Abstract

Way Lalaan Waterfall is located in Kota Agung Timur, Tanggamus Regency, Lampung. Way Lalaan Waterfall has a lot of potential that can be developed into a great opportunity in the tourism sector in Tanggamus Regency. The purpose of this analysis is to find out how visitors and community perceptions of the development of Way Lalaan Waterfall Nature Tourism Objects in assessing tourist access and on the condition of the tourist attraction facilities. This observation uses a qualitative descriptive method. Primary data obtained through observation techniques and interviewing 99 visitors and 30 respondents from the respondent community using a questionnaire. In this study the data were analyzed using a likert scale measurement. Measurement of valuation instrument items on a likert scale that includes a range of values ≤ 5 means very good, range of values 4 ≤ 4.5 is good, range 3 ≤ 3.5 is sufficient, range 2 ≤ 2.5 is not good, and range ≥ 1 is not good, tourist accessibility (4,4) and included in the good category, assessment of physical condition (3,8) included in the good category, assessment of hygiene conditions (3,4) included in the adequate category, assessment of the condition of infrastructure (3,6) in the good category and in the rating of tourist satisfaction (4.0) in the good category. The results of the assessment of the average public perception of tourism support at Way Lalaan Waterfall (4.0) fall into either category. This shows that its need to be an increase in the field of cleanliness. Efforts to develop a tourist attraction can be done with a good and structured strategy  in order to increase interest in visiting the tourist attraction.
Pemberdayaan Ekowisata Bagi Masyarakat Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Lampung Gunardi Djoko Winarno; Sugeng Prayitno Harianto; Bainah Sari Dewi; Agus Setiawan; Arief Darnawan; Rahmat Safe'i
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2023): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i1.7411

Abstract

Pelaksanaan ekowisata tidak lepas dari peran masyarakat sekitar.  Banyak kegagalan yang terjadi di dunia wisata karena tidak melibatkan masyarakat.  Pelibatan dimulai dari perencanaan sehingga mereka tidak terkejut dan menjadi pasif saat kegiatan wisata berjalan.  Masyarakat diajak dalam merencanakan pengembangan ekowisata. Demikian pula di dalam pengawasan, peran masyarakat diharapkan ikut secara aktif.  Pentingnya pemberdayaan ekowisata bagi masyarakat Desa  Hanura adalah selain sebagai peningkatan kapasistas pengetahuan mereka, juga sebagai usaha untuk perlindungan dan pemanfaatan obyek wisata baik berupa hutan alam beserta flora faunanya juga lanskap kawasan hutan sebagai sumberdaya lingkungan yang sangat berperan bagi kehidupan mereka.  Metode pemberdayaan ini dilakukan dengan cara ceramah, diskui dan ice breaking. Masyarakat Desa Hanura telah mengetahui tentang ekowisa dan melaksanakan kegiatan tersebut untuk konservasi hutan alam, agroforestri dan pemanfaatan panorama yang indah.  Perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kegiatan ekowisata.
Keanekaragaman Makrofauna Di Atas Permukaan Tanah Pada Hutan Kemasyarakatan Desa Hujung Kabupaten Lampung Barat Desta Oktapiani; Ceng Asmarahman; Machya Kartika Tsani; Sugeng P. Harianto
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.12476

Abstract

Makrofauna tanah merupakan komponen penting untuk melihat kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap keanekaragaman makrofauna di atas permukaan tanah pada hutan kemasyarakatan Desa Hujung Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini dilakukan melalui metode survei. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan pitfall trap pada 5 titik pengamatan, setiap titik pengamatan dipasang 10 trap. Pengamatan yang dilakukan pada musim kemarau dan musim hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 748 individu yang tergolong dalam 27 spesies, 13 ordo, 18 famili. Pada musim kemarau dan musim penghujan didominasi oleh jenis Odontoponera denticulata. Nilai indeks keanekaragaman menunjukkan pada musim kemarau 1,67 % dan pada musim hujan 1,22 % nilai indeks persebaran tertinggi pada makrofauna tanah jenis jenis Odontoponera denticulata dengan nilai 4,93 musim kemarau dan 4,74 musim hujan.
EFEKTIVITAS KOMPOS LIMBAH PASAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SENGON (Paraserianthes Falcataria) Maulia Risnawati; Surnayanti Surnayanti; Sugeng P. Harianto; Afif Bintoro
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.15929

Abstract

Market waste is one of the main problems that has the potential to trigger environmental pollution. The accumulation of this waste not only has a negative impact on the environment, but also becomes a source of disease. One solution that can be applied to overcome this problem is the processing of market waste into compost that is beneficial for plant growth, including sengon (Paraserianthes falcataria). This study aims to evaluate the effectiveness of market waste compost in supporting the growth of sengon plants as an alternative to environmentally friendly and sustainable waste management. The research was conducted from November 2023 to February 2024 in the Greenhouse of the Integrated Field Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Lampung, using the Complete Randomized Design (CRD) method with one factor, namely the dose of market waste compost fertilizer (M) in several treatments. The treatments included: (1) 100% soil (control), (2) 75% soil + 25% compost, (3) 50% soil + 50% compost, and (4) 25% soil + 75% compost. The results showed that applying compost fertilizer with different doses affected the growth of height, diameter, and number of leaves of sengon plants. The composition of 75% soil + 25% compost gave the best results for the three growth parametersLimbah pasar merupakan salah satu permasalahan utama yang berpotensi memicu pencemaran lingkungan. Penumpukan limbah ini tidak hanya berdampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi sumber penyakit. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini adalah pengolahan limbah pasar menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman, termasuk sengon (Paraserianthes falcataria). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kompos limbah pasar dalam mendukung pertumbuhan tanaman sengon sebagai alternatif pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada November 2023 hingga Februari 2024 di Rumah Kaca Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu dosis pupuk kompos limbah pasar (M) pada beberapa perlakuan. Perlakuan yang diberikan meliputi: (1) tanah 100% (kontrol), (2) tanah 75% + kompos 25%, (3) tanah 50% + kompos 50%, dan (4) tanah 25% + kompos 75%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos dengan dosis berbeda memengaruhi pertumbuhan tinggi, diameter, dan jumlah daun tanaman sengon. Komposisi tanah 75% + kompos 25% memberikan hasil terbaik untuk ketiga parameter pertumbuhan tersebut